Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

Vania Rossa

Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) di Beijing, Rabu (27/5/2026). ANTARA/Desca Lidya Natalia
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mempelajari strategi tata kelola dan sistem pengentasan kemiskinan China melalui forum GPPAD di Beijing, Rabu (27/5/2026).
  • Wakil Menteri Ahmad Riza Patria menilai pengalaman China penting untuk mengatasi kompleksitas kemiskinan di Indonesia yang masih di atas sepuluh persen.
  • Indonesia menjalankan berbagai program pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal serta produktivitas warga di seluruh pelosok.

Suara.com - Pemerintah Indonesia ingin mempelajari strategi China dalam menekan angka kemiskinan, terutama terkait sistem, tata kelola, hingga cara menyelesaikan persoalan di lapangan.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengatakan, keberhasilan China mengangkat ratusan juta penduduk dari kemiskinan menjadi pengalaman penting yang bisa dijadikan pembelajaran bagi Indonesia.

“Yang penting dipelajari bukan hanya programnya, tetapi juga prosedur, sistematika, teknik mengatasi masalah, problem solving, sampai manajemen dan antisipasi berbagai persoalan,” kata Riza di Beijing, Rabu (27/5/2026), mengutip dari ANTARA.

Riza menyampaikan hal itu di sela rapat pertama Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD) yang digagas pemerintah China.

Dalam forum tersebut, Indonesia dipercaya menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brasil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara China bertindak sebagai ketua forum melalui Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu.

Menurut Riza, meski angka kemiskinan Indonesia terus menurun, tantangan yang dihadapi masih besar karena persentasenya masih berada di atas 10 persen.

“Indonesia negara besar. Kita harus belajar cepat mengatasi berbagai persoalan kemiskinan karena masalah ini kompleks,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini juga berfokus pada pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin. Program tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga penguatan BUMDes.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan kebijakan menaikkan harga gabah petani dan jagung, menurunkan harga pupuk, serta menyediakan layanan cek kesehatan gratis.

baca juga

“Dengan program-program ini, ekonomi di pedesaan akan bergerak dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Kerja sama Indonesia dan China di bidang pembangunan desa disebut sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya melalui program pengiriman kepala desa Indonesia untuk belajar langsung ke China.

“Setiap tahun kami mengirim kepala desa ke China. Tahun lalu 25 orang, tahun ini 27 orang, dan akan terus berkembang,” kata Riza.

Berdasarkan data resmi pemerintah China, negara tersebut berhasil mengentaskan sekitar 800 juta penduduk dari kemiskinan sepanjang periode 1970–2021. Bahkan, pada 2013–2020, hampir 99 juta warga pedesaan berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem.

China juga mengklaim telah mencapai target pengurangan kemiskinan dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030 lebih cepat satu dekade dari jadwal.

Sementara itu, forum GPPAD dibentuk China bersama 53 negara dan sembilan organisasi internasional untuk mendorong pertukaran pengalaman serta kerja sama global dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:30 WIB

5 Drama China Trope si Cewek Bucin Duluan, Ada Drama dari Zhao Lusi!

5 Drama China Trope si Cewek Bucin Duluan, Ada Drama dari Zhao Lusi!

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:25 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Terkini

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×