Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 01 Juni 2026 | 15:55 WIB
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
Sebuah kaos yang terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim peneliti UGM menemukan lonjakan gas hidrogen sebagai penyebab kebakaran misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan, Sleman, Yogyakarta.
  • Peneliti menduga fenomena auto ignition terjadi karena gas hidrogen dapat menyala secara spontan pada konsentrasi tertentu di ruangan.
  • Saat ini, tim sedang menelusuri sumber pembentukan gas hidrogen tersebut melalui analisis laboratorium terhadap sampel air dan gas.

Suara.com - Penelitian terhadap fenomena kebakaran misterius yang berulang di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, masih dilakukan. 

Terbaru, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan adanya lonjakan gas hidrogen di ruangan yang menjadi lokasi kemunculan api saat observasi lapangan berlangsung.

Temuan tersebut diperoleh ketika tim melakukan pengambilan sampel di sejumlah titik rumah. Saat proses pengamatan berlangsung, peneliti sempat menyaksikan langsung munculnya api pada sebuah kaos yang tergantung di dalam ruangan.

"Kemudian yang terpantau hidrogennya, H2-nya yang naik terus. Gas hidrogen itu 11, 12, 11, 12 ke atas itu kemudian mulai menyala," kata Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, saat ditemui di lokasi, Senin (1/6/2026).

Menurut Alva, kenaikan konsentrasi gas tersebut terjadi di kamar atau lokasi di mana kain itu terbakar.

"Khusus di ruangan tadi, ruangan yang tengah tadi, di kamar itu yang nampaknya konsentrasinya tinggi," imbuhnya.

Ia menjelaskan salah satu hipotesis yang kini dikaji adalah kemungkinan terjadinya fenomena auto ignition atau spontaneous ignition. Dalam kondisi tertentu, gas dapat menyala sendiri ketika unsur-unsur yang diperlukan dalam proses pembakaran berada pada komposisi yang tepat.

"Gas yang bisa menyala sendiri. Dalam bahasa ilmiahnya salah satu terminologinya adalah auto ignition atau spontaneous ignition," tuturnya.

Fenomena tersebut diduga menjadi salah satu penjelasan mengapa api muncul pada berbagai benda yang mudah terbakar seperti kaos, kertas, plastik, dan material lainnya. Menurut Alva, gas dapat berpindah dan terkonsentrasi di lokasi tertentu hingga memenuhi syarat terjadinya pembakaran.

baca juga

"Nah, menyalanya memang di media-media. Tadi ada media kaos, kalau yang kejadian sebelumnya kan ada media-media yang lain dari plastik, dari yang lain-lain," ujarnya.

Sementara itu, peneliti lain yang juga Guru Besar Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Agung Harijoko, mengatakan tim menggunakan alat detektor gas untuk mengukur berbagai parameter, termasuk kandungan metana (CH4), hidrogen (H2), karbon dioksida (CO2), dan oksigen (O2). Dari seluruh parameter yang dipantau, lonjakan paling signifikan ditemukan pada gas hidrogen.

"Nah, yang di tempat yang terbakar tadi di ruangan tadi itu yang ada spike langsung naik tinggi, itu adalah gas hidrogennya," kata Agung.

Ia menjelaskan gas hidrogen memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan gas lain. Pasalnya dapat menyala pada kondisi tertentu dengan energi pemicu yang sangat rendah. 

Oleh sebab itu, tim kini mulai mempertimbangkan hidrogen sebagai salah satu kandidat utama penyebab kemunculan api di lokasi tersebut.

"Jadi suspeknya gasnya adalah gas hidrogen, kemungkinan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Two Way Cake Hanasui Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Formula, Shade, dan Hasil Akhirnya

Two Way Cake Hanasui Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Formula, Shade, dan Hasil Akhirnya

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:25 WIB

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Kapolri Suyudi Kini Kerahkan Bareskrim Usut Pelanggaran Pasar Modal

Kapolri Suyudi Kini Kerahkan Bareskrim Usut Pelanggaran Pasar Modal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Mengapa OJK Baru Ungkap Kecurangan DSSA, BREN, dan CUAN setelah Pengumuman MSCI

Mengapa OJK Baru Ungkap Kecurangan DSSA, BREN, dan CUAN setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Murah! Berapa Harga Toyota Starlet Terbaru 2026? Intip Spesifikasi Lengkap dan Fitur Canggihnya

Murah! Berapa Harga Toyota Starlet Terbaru 2026? Intip Spesifikasi Lengkap dan Fitur Canggihnya

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Funcles: Ketika Keluarga Lebih Luas daripada Hubungan Darah

Funcles: Ketika Keluarga Lebih Luas daripada Hubungan Darah

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika

Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:13 WIB

×