Sinyal Kemarahan Prabowo saat Kejagung-KPK Bergerak, Pengamat: Jangan Sekadar Panggung Politik

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:45 WIB
Sinyal Kemarahan Prabowo saat Kejagung-KPK Bergerak, Pengamat: Jangan Sekadar Panggung Politik
Presiden Prabowo Subianto. (Instagram/sekretariat.kabinet)
  • Presiden Prabowo menginstruksikan aparat hukum untuk memberantas korupsi guna menghentikan penyalahgunaan keuangan negara oleh pejabat pemerintah.
  • Pengamat politik Zuly Qodir menekankan perlunya konsistensi Presiden agar pejabat korup tidak kembali menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
  • Pemerintah disarankan mengevaluasi program berbiaya tinggi dan mengalihkan anggaran tersebut demi meningkatkan kualitas serta kesejahteraan sektor pendidikan nasional.

Suara.com - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menilai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum untuk bergerak memberantas korupsi dapat dibaca sebagai sinyal kemarahan terhadap anak buah yang masih bermain dengan uang negara.

"Tentu ini adalah hal yang positif ya. Sehingga anak buahnya, terutama tidak main-main dalam hal penggelapan duit atau pembocoran duit negara atau dikorupsi," kata Zuly kepada Suara.com, Jumat (5/6/2026).

Namun lebih dari itu, Zuly mengingatkan agar langkah pemberantasan korupsi tidak berhenti pada pencitraan politik semata.

"Ya kita tunggu saja apakah betul bahwa orang-orang yang ditangkap atau yang diberhentikan, kemudian tidak diberi 'mainan baru' oleh Pak Presiden. Mudah-mudahan sih begitu," tuturnya.

Menurut dia, publik perlu melihat konsistensi Kepala Negara dalam menindak pejabat yang terlibat korupsi tanpa memberi ruang kembali setelah kasus mereda.

"Kita berharap hal positif tersebut bukan hanya membangun citra seakan-akan saya itu bersih dan kemudian yang tidak bersih saya buang," ujarnya.

Masyarakat dalam hal ini tetap perlu mengawasi apakah para pejabat yang diproses hukum benar-benar disingkirkan dari jabatan strategis, atau justru kembali mendapat posisi baru setelah perhatian publik menurun.

Ia menilai hal semacam itu masih kerap terjadi di lingkungan pemerintahan.

"Kalau itu terjadi berarti Pak Presiden agak kurang sungguh-sungguh dalam menerapkan apa yang diomongkan dengan apa yang dilakukan," tegasnya.

Selain mendorong penindakan hukum, Zuly turut meminta pemerintah mengevaluasi program-program yang dianggap menguras anggaran negara.

Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung (Instagram/infokrw)
Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung (Instagram/infokrw)

Ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang disebut telah menjadi beban besar fiskal negara.

"Maka dua hal itu harusnya dievaluasi total sehingga duitnya enggak habis untuk urusan itu," katanya.

Menurut Zuly, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan sektor pendidikan. Mulai dari peningkatan kualitas guru hingga kesejahteraan tenaga honorer.

Anggaran negara diyakini akan lebih tepat diarahkan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Dibanding mempertahankan program yang dinilai terlalu membebani keuangan negara.

"Lebih baik untuk dunia pendidikan, sarana pendidikan, kualitas pendidikan, kualitas guru. Guru-guru honorer yang hanya Rp400 ribu satu bulan ya, itu menurut saya jauh lebih penting diperhatikan karena itu mendidik anak-anak bangsa," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

72 Jam Penuh Guncangan di Indonesia: Rupiah Anjlok hingga Skandal Korupsi Pejabat Negara

72 Jam Penuh Guncangan di Indonesia: Rupiah Anjlok hingga Skandal Korupsi Pejabat Negara

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:42 WIB

BGN Alihkan Jatah MBG dari Sekolah Elite ke Wilayah 3T, Nanik: Fokus Perbaiki Kualitas

BGN Alihkan Jatah MBG dari Sekolah Elite ke Wilayah 3T, Nanik: Fokus Perbaiki Kualitas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:25 WIB

Sony Sanjaya Ajukan JC: Klaim Ditekan Nama Besar, Bukan Otak di Balik Korupsi MBG!

Sony Sanjaya Ajukan JC: Klaim Ditekan Nama Besar, Bukan Otak di Balik Korupsi MBG!

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:24 WIB

Sony Sonjaya Ajukan JC, Siap Ungkap Nama-nama Besar di Balik Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ajukan JC, Siap Ungkap Nama-nama Besar di Balik Korupsi MBG

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:06 WIB

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:41 WIB

Terkini

72 Jam Penuh Guncangan di Indonesia: Rupiah Anjlok hingga Skandal Korupsi Pejabat Negara

72 Jam Penuh Guncangan di Indonesia: Rupiah Anjlok hingga Skandal Korupsi Pejabat Negara

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:42 WIB

KPK Geledah Rumah Silmy Karim, Telusuri Jejak Dugaan Pemerasan di Ditjen Imigrasi

KPK Geledah Rumah Silmy Karim, Telusuri Jejak Dugaan Pemerasan di Ditjen Imigrasi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:40 WIB

Tolak Gugatan Paulus Tannos, Singapura Restui Ekstradisi Buron Kakap e-KTP?

Tolak Gugatan Paulus Tannos, Singapura Restui Ekstradisi Buron Kakap e-KTP?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:29 WIB

Kembali Sambangi Kejagung, Kubu PT PMM Sebut Ada 'Penyelundup' di Balik Kasus 15 Kontainer

Kembali Sambangi Kejagung, Kubu PT PMM Sebut Ada 'Penyelundup' di Balik Kasus 15 Kontainer

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:12 WIB

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun, KPK Bakal Banding?

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun, KPK Bakal Banding?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:59 WIB

Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi

Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:50 WIB

Sering Dipingpong Antarinstansi, Banyak Korban Kekerasan Akhirnya Pilih Stop Mengadu

Sering Dipingpong Antarinstansi, Banyak Korban Kekerasan Akhirnya Pilih Stop Mengadu

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:47 WIB

Sony Sonjaya Bakal Bongkar Nama-Nama Besar 'Pemain' MBG, LPSK Siap Beri Perlindungan

Sony Sonjaya Bakal Bongkar Nama-Nama Besar 'Pemain' MBG, LPSK Siap Beri Perlindungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:45 WIB

BGN Alihkan Jatah MBG dari Sekolah Elite ke Wilayah 3T, Nanik: Fokus Perbaiki Kualitas

BGN Alihkan Jatah MBG dari Sekolah Elite ke Wilayah 3T, Nanik: Fokus Perbaiki Kualitas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:25 WIB

Sony Sanjaya Ajukan JC: Klaim Ditekan Nama Besar, Bukan Otak di Balik Korupsi MBG!

Sony Sanjaya Ajukan JC: Klaim Ditekan Nama Besar, Bukan Otak di Balik Korupsi MBG!

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:24 WIB