Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB
Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDIP, Mufti Anam. (tangkap layar)
  • Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengkritik kenaikan harga BBM nonsubsidi yang diumumkan pemerintah secara mendadak pada Rabu.
  • Kenaikan drastis harga Pertamax dan Pertamax Green 95 dinilai dilakukan tanpa sosialisasi serta melibatkan diskusi bersama DPR RI.
  • Pemerintah didesak menjaga stabilitas harga karena kebijakan tersebut berdampak luas terhadap daya beli dan beban ekonomi rakyat.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, memberikan kritik tajam terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang diumumkan secara mendadak.

Di tengah keriuhan kenaikan harga tersebut, Mufti secara khusus menyoroti fenomena viralnya lagu "MBG (Mas Bahlil Ganteng) My Little Bolu Ketan" di media sosial.

Menurutnya, pemerintah jangan sampai salah mengartikan kreativitas rakyat tersebut sebagai tanda bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang baik-baik saja.

"Belakangan kita melihat ekspresi publik di media sosial dengan viralnya My Little Bolu Ketan MBG. Saya justru melihat itu bukan semata-mata pujian," ujar Mufti kepada Suara.com, Rabu (10/6/2026).

Itu adalah cara rakyat menyampaikan harapan secara baik-baik kepada pemerintah.

Ia menambahkan bahwa ada pesan tersirat di balik lagu tersebut.

"Ada pesan yang ingin disampaikan bahwa rakyat ingin pemerintah hadir, bekerja lebih keras, dan menjaga agar harga-harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali. Jangan sampai ekspresi positif itu disalahartikan. Di balik candaan itu, ada harapan besar agar pemerintah serius menjaga stabilitas harga," tegasnya.

Kenaikan harga BBM kali ini tergolong drastis. Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Mufti menyayangkan pola pengambilan kebijakan yang dinilai tidak transparan dan minim sosialisasi. Bahkan, Komisi VI DPR RI sebagai mitra kerja pemerintah mengaku tidak diajak berdiskusi sebelum keputusan ini diketuk.

"Kenaikan yang signifikan ini terjadi tiba-tiba, tanpa sosialisasi memadai dan tanpa penjelasan utuh. DPR pun tidak mendapatkan informasi maupun diajak berdiskusi. Pola seperti ini terus berulang dan selalu kami kritisi di Komisi VI," lanjutnya.

Legislator asal Jawa Timur ini mengingatkan bahwa BBM adalah urat nadi ekonomi.

Pertamina membantah informasi beredar yang menyebut harga Pertamax akan mencapai nyaris Rp18.000 pada 1 April 2026. [Antara]
Harga pertamax naik. [Antara]

Kenaikan harganya akan berdampak berantai pada biaya transportasi, distribusi, hingga harga kebutuhan pokok di pasar.

Mufti kemudian melontarkan pertanyaan reflektif terkait beban berat yang dipikul rakyat saat ini. Ia merasa selama ini hanya rakyat yang diminta untuk selalu mengerti kondisi sulit negara.

"Rakyat selama ini selalu diminta memahami kondisi negara, memahami situasi global, dan beban fiskal. Pertanyaannya, kapan pemerintah mau memahami rakyat? Kapan pemerintah benar-benar menunjukkan bahwa mereka juga mengerti beban berat yang sedang dipikul rakyat?" cecar Mufti.

Menurutnya, kekecewaan masyarakat muncul bukan hanya karena angka yang naik, tapi karena mereka merasa ditinggalkan dalam proses pengambilan kebijakan.

"Tiba-tiba harga berubah, sementara daya beli masih tertekan dan lapangan usaha masih menghadapi berbagai tantangan. Setiap kebijakan BBM harus dilakukan dengan transparan, hati-hati, dan yang terpenting, penuh empati terhadap kondisi rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:27 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250, Begini 10 Cara Menghemat BBM tanpa Harus Ganti Motor

Pertamax Tembus Rp16.250, Begini 10 Cara Menghemat BBM tanpa Harus Ganti Motor

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:16 WIB

Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah

Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:07 WIB

Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:04 WIB

Daftar Harga BBM BP Hari Ini di Jabodetabek dan Jawa Timur, BP Ultimate Tembus Rp17.240

Daftar Harga BBM BP Hari Ini di Jabodetabek dan Jawa Timur, BP Ultimate Tembus Rp17.240

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat

Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:27 WIB

Vonis Banding, Kerry Adrianto Kena Tambahan Uang Pengganti Rp 10,5 Triliun

Vonis Banding, Kerry Adrianto Kena Tambahan Uang Pengganti Rp 10,5 Triliun

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:25 WIB

Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!

Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:14 WIB

Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah

Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:07 WIB

2 dari Empat Anggota BAIS TNI Dipecat dari Militer Imbas Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

2 dari Empat Anggota BAIS TNI Dipecat dari Militer Imbas Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:04 WIB