Menlu Iran ke Donald Trump: Hentikan Serangan Atau Perang Lanjut Lewat Israel

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:04 WIB
Menlu Iran ke Donald Trump: Hentikan Serangan Atau Perang Lanjut Lewat Israel
Rudal Iran (Tasnimnews)
  • Iran memberi ultimatum kepada Amerika Serikat untuk memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan.

  • Garda Revolusi Iran membalas serangan AS dengan menggempur pangkalan militer di Bahrain dan Yordania.

  • Gencatan senjata yang disepakati sejak Februari lalu runtuh akibat tuduhan pelanggaran oleh pihak AS.

Suara.com - Perang bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat kembali eskalatif pasca-aksi saling serang di kawasan strategis Timur Tengah. Teheran kini melayangkan ultimatum keras yang memaksa Washington menentukan arah diplomasi atau konfrontasi terbuka.

Situasi memanas ini dipicu oleh gempuran militer terbaru Amerika Serikat ke wilayah Iran yang merusak fasilitas infrastruktur sekunder. Rezim Teheran menegaskan tidak akan membiarkan kedaulatannya diusik tanpa ada tindakan balasan yang setimpal.

Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, langsung melemparkan pesan diplomatik yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Gedung Putih. Pilihan yang disodorkan kini berada di tangan otoritas sekutu utama Israel tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]

"Syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih—gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak bisa mendapatkan keduanya. Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai dengan komitmennya," tulis Araghchi di X dikutip Kamis pagi ini.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tidak kompromi dari korps diplomatik Teheran terhadap manuver militer Barat. Posisi geopolitik kawasan kini berada di ambang ketidakpastian yang jauh lebih rapuh dari sebelumnya.

Angkatan bersenjata Iran memastikan bahwa setiap bentuk provokasi asing di wilayah mereka akan menerima konsekuensi fatal. Pernyataan keras ini didukung oleh kesiapan penuh dari seluruh elemen pertahanan negara.

Araghci lalu berujar, "Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk orang luar yang mengganggu."

Konfrontasi fisik teranyar dilaporkan menyasar area Jask, Sirik, serta wilayah kepulauan Qeshm yang strategis. Agresi udara Amerika Serikat meluluhlantakkan instalasi menara komunikasi beserta beberapa penampungan air bersih penduduk.

Langkah agresif Washington diklaim sebagai respons atas insiden penembakan helikopter Apache milik mereka di Selat Hormuz. Pihak Pentagon menuduh militer Iran sebagai aktor utama di balik ancaman penerbangan patroli tersebut.

Respons defensif langsung ditunjukkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui operasi balasan yang masif. Mereka mengarahkan serangan udara ke instalasi militer Amerika Serikat di Yordania dan Bahrain.

Operasi di Bahrain dilancarkan dengan mengandalkan unit pesawat tanpa awak yang menyasar pusat komando laut. Serangan presisi ini menyasar titik vital kekuatan armada tempur perairan milik Amerika Serikat.

"Sebagai tanggapan atas tindakan keji musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan drone terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain pada pukul 02.30," demikian pernyataan IRGC , dikutip AFP.

Tak berhenti di situ, satuan artileri udara Iran juga menembakkan proyektil kendali jarak jauh menuju wilayah Yordania. Target operasi tersebut adalah basis pertahanan udara yang menampung alat utama sistem persenjataan mutakhir.

Otoritas pertahanan Iran mengklaim berhasil melumpuhkan empat instalasi penting termasuk hanggar jet tempur siluman F-35. Pusat kendali strategis Amerika Serikat di Al-Azraq dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat hantaman rudal.

Hubungan bilateral kedua negara sebenarnya sempat mereda melalui kesepakatan penghentian konflik yang disepakati akhir Februari lalu. Dokumen perjanjian tersebut awalnya memproyeksikan stabilitas jangka panjang di wilayah Lebanon dan Iran.

Namun, implementasi di lapangan tidak berjalan mulus karena tuduhan pelanggaran komitmen yang dilayangkan oleh Teheran. Israel dan Amerika Serikat dinilai secara sepihak mengabaikan poin-poin krusial dalam pakta gencatan senjata.

Akibat kegagalan diplomasi ini, kontak senjata terbuka kembali menjadi instrumen utama dalam penyelesaian sengketa wilayah. Koridor logistik dan militer di Timur Tengah kini kembali masuk dalam zona bahaya tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden FIFA Tak Janji Wasit Somalia Omar Artan Bisa Masuk Amerika untuk Piala Dunia 2026

Presiden FIFA Tak Janji Wasit Somalia Omar Artan Bisa Masuk Amerika untuk Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:50 WIB

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:32 WIB

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:20 WIB

Terkini

Survei: Publik Disebut Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi yang Dilakukan Pemerintah

Survei: Publik Disebut Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi yang Dilakukan Pemerintah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:48 WIB

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:32 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:20 WIB

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB