Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:16 WIB
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
Koordinator Tim PKPE FT UGM, Alva Edy Tontowi. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim PKPE FT UGM meneliti fenomena kebakaran di Seyegan, Sleman, untuk mencari penyebab munculnya api secara misterius.
  • Hasil penelitian pada 13 Juni 2026 menyatakan tidak ditemukan bukti keterkaitan fenomena alam maupun medan elektromagnetik ekstrem.
  • Penyebab penyebaran api adalah keberadaan unsur resin plastik Polyvinyl Chloride yang ditemukan pada sisa material bangunan terbakar.

Suara.com - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis kesimpulan akhir terkait misteri fenomena "Rumah Api" di Seyegan, Sleman.

Dari hasil penelitian, tim menyebut tidak ditemukan bukti kuat bahwa api muncul akibat fenomena alam, medan elektromagnetik, maupun rembesan gas alam bawah tanah.

Koordinator Tim PKPE FT UGM, Alva Edy Tontowi, memaparkan kesimpulan utama mengacu pada prinsip Teori Segitiga Api.

Berdasarkan parameter alat ukur, kondisi medan elektromagnetik di lokasi berada dalam level normal. Hal itu berarti tidak ada faktor pemantik nyala api dari lingkungan sekitar.

"Berdasarkan hasil penelitian ini Tim PKPE-FT UGM dan mengacu pada Prinsip Teori Segitiga Api menyimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman yang berarti bukan pemantik nyala api," kata Alva saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

"Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai), tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri (self-ignition) pada suhu kamar," lanjutnya.

Alva melanjutkan, fokus kesimpulan kedua mengarah pada temuan zat kimia spesifik pada sisa material bangunan yang hangus.

Melalui pengujian ilmiah menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), tim menemukan adanya unsur resin plastik yang menjadi penyebab utama menyebarnya kobaran api di dalam rumah tersebut.

Sebuah kaos yang terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
Sebuah kaos yang terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

"Tim PKPE FT UGM menemukan data lanjutan bahwa api yang membakar material pada kasus rumah api Seyegan kemungkinan berasosiasi dengan adanya resin poly vinyl chloride yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition)," ungkapnya.

baca juga

Kronologi Penelitian

Sejak awal, Alva mengatakan tim berfokus meneliti kemungkinan penyebab alami dari fenomena api yang dapat menyala sendiri atau self-ignition.

Tim sebelumnya sempat menduga adanya keterkaitan antara gas hidrogen dan gas fosfin yang secara alami dapat terbentuk dari limbah pemotongan ayam.

Dugaan awal itu kemudian ditindaklanjuti melalui sejumlah observasi lanjutan. Mulai dari pengukuran medan elektromagnetik, pemetaan bawah permukaan menggunakan georadar dan geolistrik, hingga pengukuran kandungan gas di lokasi.

Namun, seiring proses penelitian berjalan, tim tidak menemukan bukti kuat bahwa api dapat muncul secara alami atau dipicu medan elektromagnetik. Hasil pengukuran juga menunjukkan medan listrik dan medan magnetik di lokasi berada pada level normal.

Dalam penelitian lanjutan, tim mengambil sampel residu kebakaran dari dinding kayu, tembok, tanah, dan abu sisa pembakaran untuk diuji menggunakan metode Headspace Gas Chromatography (GC) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:25 WIB

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:05 WIB

Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman

Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×