Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Mohammad Fadil Djailani, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah Rp18.200 disebut telah melewati ambang kritis stress test APBN.
  • Ekonom UGM prediksi rupiah bisa tembus Rp20.000 tanpa intervensi.
  • Pelemahan rupiah berisiko picu inflasi, subsidi naik, dan daya beli turun.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai telah melewati batas kritis yang sebelumnya disimulasikan pemerintah dalam mengukur ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, mengungkapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan sebenarnya telah melakukan stress test terhadap kemampuan APBN menghadapi tekanan nilai tukar. Namun hasil simulasi tersebut tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.

"Kalau mereka sudah stress test sampai Rp18.000 sampai Rp18.200. Itu critical threshold-nya versi mereka," kata Wisnu dalam acara Bincang Pakar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, kisaran Rp18.000-Rp18.200 per dolar AS merupakan batas kemampuan APBN dalam menanggung dampak pelemahan rupiah terhadap berbagai pos belanja negara.

Wisnu menilai persoalan yang dihadapi saat ini tidak lagi sebatas volatilitas pasar atau gejolak ekonomi jangka pendek. Yang lebih mengkhawatirkan, kata dia, adalah mulai terkikisnya kepercayaan pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah.

"Karena sekarang yang hilang bukan confidence. Kalau confidence hilang bisa besok balik lagi. Tapi yang hilang adalah trust, kepercayaan," ujarnya.

Ia menegaskan pemulihan kepercayaan pasar tidak cukup dilakukan melalui pergantian pejabat ataupun pernyataan optimistis pemerintah. Pasar membutuhkan langkah konkret berupa penghentian kebijakan yang dianggap boros dan berpotensi mengganggu keberlanjutan fiskal.

"Ini menghentikan atau menyetop hal-hal yang kemudian pemborosan, lalu dianggap market tidak ke arah fiskal yang sustainable," tegasnya.

Lebih lanjut, Wisnu memperingatkan rupiah masih berpotensi melemah hingga menyentuh Rp20.000 per dolar AS apabila pemerintah tidak melakukan intervensi yang dinilai memadai.

baca juga

"Kalau saya sendiri misalkan bisa hitung itu bisa ke Rp20.000 kalau misalkan tidak ada intervensi," katanya.

Menurutnya, level Rp20.000 per dolar AS bukan hanya menjadi batas psikologis bagi pasar keuangan, tetapi juga berpotensi memicu tekanan sosial yang lebih luas. Saat ini dampak pelemahan rupiah mulai terasa melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat. Namun kondisi tersebut diperkirakan akan jauh lebih berat jika rupiah benar-benar mencapai level tersebut.

"Ketika sudah sampai Rp20.000 itu mungkin stress test yang lebih luas, lebih riil. Saya pikir di angka itu critical-critical-nya masyarakat akan bergerak," ujarnya.

Sementara itu, Ekonom UGM Muhammad Nabiel Arzyan menilai kombinasi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menggerus daya beli masyarakat yang saat ini sudah menghadapi tekanan ekonomi.

Rupiah menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara berkembang lainnya. [Suara.com/Syahda]
Rupiah menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara berkembang lainnya. [Suara.com/Syahda]

"Potensi pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak itu bisa menimbulkan inflasi yang justru juga menggerus daya beli masyarakat," kata Nabiel.

Senada, Ekonom UGM Evi Noor Afifah mengingatkan bahwa pelemahan rupiah yang melampaui asumsi dasar APBN akan meningkatkan beban fiskal pemerintah. Dampaknya antara lain berupa membengkaknya subsidi energi dan naiknya kewajiban pembayaran utang luar negeri yang berdenominasi valuta asing.

"Belanja untuk subsidi naik, kemudian juga pengeluaran untuk bayar utang yang jatuh tempo, utang dalam valas juga akan naik dan sebagainya," ujar Evi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jeblok, Netizen Desak Tunda Makan Gratis dan Proyek Mercusuar

Rupiah Jeblok, Netizen Desak Tunda Makan Gratis dan Proyek Mercusuar

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:24 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:27 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×