Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Juni 2026 | 11:57 WIB
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
Timnas Iran (Kedubes Iran)
  • Timnas Iran tiba di Los Angeles untuk Piala Dunia 2026 bersamaan dengan pengumuman kesepakatan damai AS-Iran.

  • Konflik politik sempat memaksa Iran memindahkan sisa pemusatan latihan ke Meksiko akibat kendala visa dan keamanan.

  • Pertandingan perdana Iran diwarnai aksi unjuk rasa diaspora serta dukungan hangat suporter dari wilayah perbatasan.

Suara.com - Timnas Iran resmi menginjakkan kaki di Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam gelaran Piala Dunia 2026 kali ini. Kedatangan mereka di Bandara Internasional Los Angeles bertepatan dengan momentum pengumuman kesepakatan damai antara kedua negara yang selama ini berkonflik.

Skuad Team Melli mendarat setelah menempuh penerbangan pendek dari Tijuana, Meksiko, tempat mereka mendirikan pemusatan latihan darurat. Mereka langsung bersiap menghadapi laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Stadion Los Angeles.

"Saya sangat senang bisa mewakili bangsa Iran yang besar, bangga, dan kuat," ujar pelatih Iran, Amir Ghalenoei, melalui seorang penerjemah dalam konferensi pers di stadion, dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2026).

Timnas Iran mulai memanaskan mesin jelang Piala Dunia 2026 dengan menggelar latihan terbuka di Tijuana, Meksiko. [Istimewa]
Timnas Iran mulai memanaskan mesin jelang Piala Dunia 2026 dengan menggelar latihan terbuka di Tijuana, Meksiko. [Istimewa]

"Saya berharap sepak bola akan menghadirkan kegembiraan dan kenikmatan, serta mendekatkan budaya dan negara."

Pertandingan perdana melawan Selandia Baru dipastikan diselimuti atmosfer emosional yang tinggi. Laga ini digelar tepat di tengah transisi perang menuju perdamaian resmi antara Washington dan Teheran, 2 negara yang belum pernah bertemu di ajang Piala Dunia.

Persiapan Iran sempat terganggu karena harus memindahkan markas latihan mereka dari Arizona ke Meksiko pada akhir bulan lalu. Pemindahan ini terjadi setelah militer AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran sejak akhir Februari.

Akibat situasi tersebut, para pemain Iran harus bolak-balik dari Meksiko ke AS untuk melakoni 3 pertandingan di fase grup. Masalah diperparah oleh penolakan visa bagi sejumlah staf federasi, yang diakui Ghalenoei telah memberikan dampak psikologis negatif bagi timnya.

Timnas Iran (FIFA)
Timnas Iran (FIFA)

Di sisi lain, proses formal pengakhiran perang baru akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada hari Jumat mendatang. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui media sosial.

Meski ada pesan perdamaian dari elemen olahraga, situasi di sekitar Stadion Los Angeles tetap memanas oleh aksi demonstrasi. Kelompok demonstran pro-demokrasi berkumpul untuk menentang pemerintah Teheran sembari membentangkan berbagai poster tuntutan.

"Tidak ada Shah - Tidak ada Mullah di Iran - Perubahan Rezim oleh Rakyat Iran," demikian bunyi pesan tertulis di papan proyeksi massa. Foto-foto atlet yang tewas setelah ditangkap oleh otoritas Iran juga dipajang di sepanjang jalan protokol kawasan Inglewood.

Tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran pada Januari lalu menjadi pemicu kemarahan mendalam bagi para diaspora. Gerakan pembungkaman tersebut dilaporkan telah menewaskan ribuan hingga puluhan ribu jiwa masyarakat sipil.

"Mereka menyandera rakyat mereka sendiri," kata Mojgan Ramezani, seorang warga Iran-Amerika berusia 56 tahun yang ikut turun ke jalan.

Seorang demonstran lain, Hassan Haddadi, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap komunitas internasional yang dinilai pasif.

"Kami berharap bisa menumbuhkan kesadaran bagi dunia barat, untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mengecam, untuk mengakhiri rezim ini," tutur Haddadi yang kini berusia 70 tahun.

Menanggapi dinamika politik yang mengelilingi timnya, Amir Ghalenoei menegaskan bahwa anak asuhnya hanya fokus pada target olahraga.

"Kami bukan orang politik," tegas Ghalenoei. "Kami di sini untuk bermain sepak bola dan mewakili masyarakat Iran yang penuh rasa hormat, baik orang Iran di dalam negeri maupun diaspora Iran."

Sebelum terbang ke Los Angeles, skuad Iran mendapatkan suntikan motivasi yang luar biasa dari para penggemar di Tijuana, Meksiko. Ratusan suporter memadati trotoar di depan hotel tempat tim menginap dan terus meneriakkan yel-yel dukungan saat pemain memasuki bus.

Para pemain membalas sambutan tersebut dengan lambaian tangan dan senyuman hangat. Beberapa ofisial tim bahkan mengabadikan momen penuh keakraban tersebut menggunakan ponsel mereka.

Salah satu suporter membentangkan spanduk mencolok yang menegaskan solidaritas mereka terhadap perjuangan Team Melli.

"Iran, kamu tidak akan pernah berjalan sendirian. Meksiko berdiri bersamamu."

Kerumunan massa di Meksiko bahkan menyanyikan lagu khusus dalam bahasa Spanyol yang berbunyi, "Iran, saudaraku, kamu adalah orang Meksiko sekarang."

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyaksikan langsung pelepasan emosional tersebut dari luar hotel. Komunitas warga Iran di Tijuana sebenarnya sangat kecil, berbanding terbalik dengan Los Angeles yang menjadi kantong diaspora terbesar di dunia.

Kawasan Los Angeles, yang sering dijuluki "Tehrangeles", menjadi rumah bagi puluhan ribu warga keturunan Iran-Amerika. Keberadaan mereka dipastikan akan memberi warna tersendiri dalam laga-laga Iran berikutnya.

Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah baru yang belum pernah terjadi sejak turnamen ini pertama kali digulirkan pada tahun 1930. Ini menjadi momen pertama di mana sebuah negara tuan rumah menerima kedatangan tim nasional dari negara yang sedang terlibat perang dengannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:33 WIB

Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya

Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:25 WIB

Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina

Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:40 WIB

Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman

Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:37 WIB

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran

Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:14 WIB

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau

Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:56 WIB

Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!

Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:38 WIB

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:26 WIB

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:22 WIB