Demo Kepung Jakarta, Boni Hargens Puji Pendekatan Humanis Polri Jaga Stabilitas

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 12:05 WIB
Demo Kepung Jakarta, Boni Hargens Puji Pendekatan Humanis Polri Jaga Stabilitas
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik
  • Demonstrasi besar bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut terjadi di Jakarta pada pertengahan Juni 2026 akibat kebijakan pemerintah dan krisis ekonomi.
  • Pengamat politik Boni Hargens menyatakan pemerintah perlu merespons kritik masyarakat meski menghadapi tantangan geopolitik global yang cukup berat.
  • Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil menjaga stabilitas nasional melalui pendekatan humanis dalam menangani massa aksi demonstrasi.

Suara.com - Situasi sosial-politik di Indonesia tengah memanas pada pertengahan Juni 2026. Gelombang demonstrasi besar-besaran yang dimotori oleh aktivis kampus dan berbagai elemen masyarakat sipil merebak di sejumlah titik strategis, terutama di Jakarta.

Aksi yang mengusung tajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” ini dipicu oleh keresahan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilai kontroversial, ditambah dengan kondisi
ekonomi yang tertekan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Di tengah tensi yang meninggi tersebut, analis politik senior Boni Hargens memberikan pandangannya terkait dinamika yang terjadi.

Menurut pengamat dari Universitas Indonesia ini, fenomena protes massa adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem demokrasi yang sehat.

Namun, ia juga mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara lebih luas, terutama mengenai tantangan global yang sedang dihadapi oleh pemerintah pusat.

"Itu memang hak demokratis dari warga untuk melakukan aksi protes. Namun, kita juga harus fair mengakui bahwa pemerintah sedang bekerja keras mengatasi kesulitan yang muncul sebagai implikasi dari geopolitik yang konfliktual dan tidak stabil," ujar Boni Hargens, Senin (15/6/2026).

Boni menjelaskan bahwa tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak lepas dari pengaruh eksternal.

Dinamika geopolitik global yang tidak menentu memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, untuk melakukan adaptasi kebijakan yang terkadang pahit demi menjaga stabilitas jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah memerlukan ruang yang cukup untuk mengeksekusi kebijakan strategis di tengah ketidakpastian tatanan dunia.

Meski memahami posisi pemerintah, mantan Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) ANTARA ini juga mengingatkan pentingnya keterbukaan terhadap masukan masyarakat.

Baginya, kritik adalah bahan bakar bagi pembuat kebijakan untuk menyempurnakan langkah-langkah yang diambil.

“Meski demikian, pemerintah harus makin responsif tehadap segala bentuk kritik dari masyarakat untuk menunjukkan respek terhadap aspirasi dan deliberasi publik”, lanjut Boni.

Lebih Humanis dan Demokratis

Salah satu poin krusial yang disoroti Boni Hargens dalam mengawal gelombang protes Juni 2026 adalah peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Ia menilai ada perubahan paradigma yang signifikan dalam penanganan massa di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri dianggap berhasil menampilkan wajah yang lebih manusiawi dan mengedepankan dialog daripada tindakan represif.

Pendekatan yang lebih demokratis ini, menurut Boni, menjadi faktor penentu mengapa demonstrasi dengan skala massa yang masif tetap bisa berjalan terkendali.

Tidak adanya eskalasi kekerasan yang berarti di tengah kemarahan publik menunjukkan bahwa institusi kepolisian telah belajar banyak dalam menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan hak asasi manusia.

Boni menekankan bahwa Polri yang humanis sangat dibutuhkan dalam situasi tensional seperti saat ini.

Hal ini menjadi prasyarat mutlak agar stabilitas sosial-politik tetap terjaga, sehingga pemerintah memiliki stabilitas yang diperlukan untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang relevan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di kota-kota besar maupun daerah.

Lebih lanjut, Boni Hargens melihat bahwa apa yang ditunjukkan oleh Polri saat ini adalah bentuk nyata dari keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil.

Dalam sebuah negara demokrasi, kedua hal ini seringkali dianggap bertentangan, namun Polri di bawah Listyo Sigit mencoba membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.

Politik yang demokratis, menurut Boni, sejatinya selalu membuka ruang bagi kritik dan protes.

Informasi dari arus bawah, termasuk yang disampaikan melalui demonstrasi, merupakan data penting bagi para pembuat kebijakan untuk merumuskan solusi atas masalah bangsa, seperti pelemahan rupiah dan isu ekonomi lainnya.

Pernyataan Boni Hargens ini muncul sebagai respon atas kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya benturan fisik antara aparat dan demonstran dalam aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”.

Dengan adanya pendekatan yang terukur dari pihak kepolisian, diharapkan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik tanpa harus mengorbankan stabilitas nasional yang sedang diperjuangkan di tengah krisis global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:25 WIB

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:14 WIB

Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri

Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:36 WIB

Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!

Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 08:16 WIB

Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme

Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme

News | Senin, 15 Juni 2026 | 07:46 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:43 WIB

Terkini

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:08 WIB

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:03 WIB