- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia mencatat kunjungan mal di Jakarta menurun sepuluh persen pasca Lebaran tahun 2026.
- Sebanyak 104 pusat perbelanjaan di Jakarta menyelenggarakan Festival Jakarta Great Sale hingga 22 Juli untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.
- Penyelenggara menargetkan transaksi sebesar Rp16 triliun melalui pemberian diskon dan berbagai promosi menarik bagi seluruh pengunjung pusat belanja.
Suara.com - Pelemahan daya beli masyarakat mulai terasa di pusat-pusat perbelanjaan Jakarta. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta mencatat jumlah pengunjung mal turun sekitar 10 persen setelah periode Lebaran 2026.
Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Mualim Wijoyo mengatakan penurunan tersebut dirasakan hampir di seluruh pusat perbelanjaan yang beroperasi di ibu kota.
"Kita merasakan, namun belum ada data yang lebih akurat. Kunjungan sedikit ada penurunan kurang lebih 10 persen setelah Lebaran," kata Mualim saat dihubungi, Selasa (16/6/2026).
Penurunan kunjungan itu menjadi sinyal bahwa konsumsi masyarakat masih menghadapi tekanan.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pelaku usaha ritel dan pengelola pusat perbelanjaan untuk menjaga transaksi tetap bergerak.
Sebagai respons atas situasi tersebut, APPBI DKI Jakarta kembali menggelar Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 dengan menawarkan berbagai program promosi, diskon, hingga hadiah kepada konsumen.
"APPBI DKI mengadakan FJGS untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam situasi seperti ini dengan memberikan beberapa stimulasi seperti diskon, hadiah dan berbagai program promosi lainnya," ujarnya.
FJGS 2026 resmi dibuka di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta. Festival belanja tahunan itu akan berlangsung hingga 22 Juli 2026.
Sebanyak 104 pusat perbelanjaan di seluruh Jakarta ikut berpartisipasi dalam program tersebut bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mualim menilai FJGS menjadi momentum penting untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar di tengah perlambatan konsumsi masyarakat.
Selain melibatkan pelaku usaha dan pengelola pusat perbelanjaan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui sejumlah insentif pajak.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat peran pusat perbelanjaan sebagai penggerak aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.
Meski jumlah pengunjung menurun, APPBI DKI Jakarta tetap optimistis target transaksi FJGS 2026 sebesar Rp16 triliun dapat tercapai hingga akhir penyelenggaraan festival. (Antara)