Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

Muhamad Yasir

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:23 WIB
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
Bareskrim Polri membongkar modus peredaran ganja yang disamarkan di balik tumpukan mi instan. [Suara.com/Barekrim]
  • Bareskrim Polri menangkap Sugiono di Malang pada 14 Juni 2026 karena kedapatan mengambil paket 5,29 kilogram ganja.
  • Modus pelaku menyamarkan narkotika dalam kiriman mi instan dari Pekanbaru melalui jasa ekspedisi sejak September 2025 lalu.
  • Tersangka berperan sebagai kurir jaringan narkoba yang telah mengedarkan berbagai jenis obat terlarang di wilayah Kabupaten Malang.

Suara.com - Bareskrim Polri membongkar modus peredaran ganja melalui jasa ekspedisi yang telah berlangsung berulang kali di Malang, Jawa Timur.

Seorang pria bernama Sugiono ditangkap setelah kedapatan mengambil paket berisi 5,29 kilogram ganja yang disamarkan di balik tumpukan mi instan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penangkapan dilakukan pada Minggu (14/6/2026) setelah tim melakukan pemantauan terhadap paket kiriman yang berasal dari Pekanbaru, Riau.

"Lapisan atas dari paket tersebut adalah mie instan," kata Eko dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Kasus ini terungkap setelah penyidik menerima informasi mengenai pengiriman ganja dari Pekanbaru menuju Kabupaten Malang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen bersama Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury melakukan penyelidikan.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan perusahaan ekspedisi untuk melacak jalur pengiriman paket. Pengawasan juga dilakukan bersama Bea Cukai Kanwil Malang hingga paket tiba di tujuan.

Dari hasil penelusuran, polisi menemukan pola mencurigakan. Penerima paket diketahui beberapa kali mengambil kiriman narkoba dengan menggunakan identitas berbeda, tetapi nomor telepon yang digunakan tetap sama.

Sugiono ditangkap setelah kedapatan mengambil paket berisi 5,29 kilogram ganja yang disamarkan di balik tumpukan mi instan. [Suara.com/Bareskrim]
Sugiono ditangkap setelah kedapatan mengambil paket berisi 5,29 kilogram ganja yang disamarkan di balik tumpukan mi instan. [Suara.com/Bareskrim]

Saat Sugiono datang mengambil paket tersebut, tim langsung melakukan penangkapan. Setelah diperiksa, paket itu benar berisi ganja seberat 5,29 kilogram yang disembunyikan di bawah mi instan.

Tak berhenti di situ, polisi kemudian mengembangkan kasus ke tempat tinggal tersangka.

Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan ganja seberat 574 gram, tiga unit timbangan digital, serta plastik bekas pembungkus paket yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

"Hasil interogasi terhadap tersangka Sugiono, diperoleh fakta bahwa tersangka merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika yang dikendalikan oleh seseorang berinisial CA yang saat ini masih dalam proses pendalaman," ungkap Eko.

Dalam pemeriksaan, Sugiono juga mengaku telah menjalankan peran sebagai kurir sekaligus pengedar narkoba melalui sistem pengiriman ekspedisi sejak September 2025 hingga Juni 2026.

Selama periode tersebut, ia mengaku telah menerima dan mengedarkan ganja seberat 59 kilogram, sabu 350 gram, ekstasi 200 butir, serta happy five sebanyak 10 tablet.

Menurut Eko, Sugiono bertugas mengambil paket, menyimpan, memecah, mengemas ulang, hingga menempatkan narkotika dengan sistem tempel di berbagai titik di wilayah Singosari, Kabupaten Malang.

"Atas setiap kegiatan tersebut, tersangka memperoleh upah antara Rp500 ribu sampai dengan Rp1 juta per paket serta fee tambahan berkisar antara Rp1 juta sampai dengan Rp4 juta apabila pekerjaan berhasil diselesaikan," jelas Eko.

Kekinian tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba

Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:05 WIB

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo

Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:14 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:13 WIB

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB