-
Iran memandang Amerika Serikat dan Israel sebagai satu kesatuan pihak dalam memorandum damai.
-
Perang belum berakhir sepenuhnya sebelum militer Israel mundur dari wilayah jajahan di Lebanon.
-
Teheran mengategorikan setiap serangan baru Israel sebagai bentuk pelanggaran nyata kesepakatan damai.
Suara.com - Iran mematok posisi tawar baru dalam peta perdamaian Timur Tengah dengan menyeret Amerika Serikat dan Israel ke dalam satu paket tanggung jawab hukum yang sama.
Langkah diplomatik ini diambil untuk memastikan komitmen gencatan senjata di Lebanon berjalan tanpa celah pelanggaran tersembunyi.
Teheran menegaskan kesepakatan tidak akan bernilai jika Washington gagal mengendalikan aksi militer Tel Aviv di lapangan.
![Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/81500-abbas-araghchi.jpg)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pandangan tegas tersebut di hadapan perwakilan misi diplomatik asing pada Selasa.
Araghchi menilai kubu sekutu itu berada pada posisi yang sama menghadapi poros perlawanan.
"Saya ingin menekankan poin penting: Dari perspektif kami, satu pihak dalam memorandum ini adalah Amerika Serikat dan Israel, pada pihak lain yaitu Iran dan Hizbullah," kata Araghchi.
Kesepakatan ini mengikat seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk konfrontasi bersenjata di wilayah Lebanon.
![Potongan video Lebanon diserang Israel [Lebanon 24]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/04/99228-lebanon-diserang-israel.jpg)
Iran memandang berakhirnya perseteruan di Lebanon menjadi kunci utama meredam ketegangan yang lebih luas antara Washington dan Teheran.
Stabilitas kawasan tidak akan tercapai selama agresi militer masih menyisakan pendudukan fisik di tanah Lebanon.
Araghchi mengingatkan pertempuran akan terus membara jika tentara zionis enggan keluar dari wilayah yang baru saja mereka kuasai.
"Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka jajah selama perang saat ini, perang tak dapat dianggap berakhir sepenuhnya," ucap dia.
Iran juga mengancam akan merespons keras setiap tindakan provokasi militer baru yang diluncurkan pasca-memorandum.
Serangan sekecil apa pun terhadap kedaulatan Lebanon akan langsung dikategorikan sebagai pelanggaran fatal terhadap kesepakatan damai.
Sikap keras Teheran ini mencerminkan dinamika baru dalam konflik geopolitik yang melibatkan aktor negara dan non-negara di Timur Tengah.
Ketegangan regional sebelumnya terus memuncak setelah aksi saling balas serangan udara yang melibatkan militer Israel dan kelompok Hizbullah.