Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:36 WIB
Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja
Selat Hormuz (FOX)
baca 10 detik
  • Intelijen AS mengungkap Iran kini mampu menutup Selat Hormuz kapan saja untuk menekan ekonomi global.

  • Teheran menyiapkan opsi penutupan Selat Bab-el-Mandeb melalui milisi Houthi jika negosiasi gagal.

  • Penguasaan jalur laut strategis ini menjadi blunder besar akibat salah kalkulasi militer Amerika Serikat.

Suara.com - Intelijen Amerika Serikat melaporkan bahwa Iran kini memiliki kemampuan penuh untuk menutup Selat Hormuz kapan saja. Langkah ini menjadi senjata baru Teheran yang siap mengguncang stabilitas ekonomi global.

Kemampuan mengontrol jalur laut strategis ini didapat Iran setelah pecahnya konflik bersenjata baru-baru ini. Penguasaan tersebut mengubah total peta diplomasi dan posisi tawar Teheran di panggung internasional.

Meskipun kesepakatan pembukaan selat akan ditandatangani hari Jumat, intelijen menilai ancaman penutupan sepihak tetap mengintai. AS kini harus menghadapi kenyataan bahwa kendali ekonomi jalur tersebut telah bergeser.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Salah seorang sumber intelijen mengonfirmasi betapa krusialnya situasi wilayah perairan tersebut saat ini.

“Kita sekarang telah menyerahkan kendali de facto atas selat tersebut kepada Iran – senjata yang lebih kuat daripada bom nuklir apa pun,” ujarnya, dikutip dari CNN, Rabu (17/6/2026).

Iran juga menyadari kekuatan serangan asimetris mereka terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk. Pengalaman dari perang kemarin membuat Teheran semakin percaya diri menggunakan taktik serupa di masa depan.

Pemerintah AS terpaksa melakukan negosiasi intensif agar Iran bersedia membuka kembali jalur pelayaran vital itu. Washington mencoba bertahan dengan skema pelonggaran sanksi yang bergantung pada kepatuhan pihak Iran.

Perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AI)
Perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AI)

Seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa pencairan sanksi hanya akan diberikan jika jalur laut tetap aman.

“Jika Iran menunjukkan kinerja, pemulihan akan menyusul dan pengaruh Amerika akan bertahan sepanjang jalan,” tuturnya.

baca juga

Namun, tindakan agresif Iran di masa lalu juga memicu kemarahan mitra dagang besar seperti China.

“Iran membayar harga ketika mereka melakukan ini,” kata sumber lain yang memahami draf kesepakatan tersebut.

Ketidakpastian ini membuat para pelaku industri pelayaran global tetap menahan diri untuk melintasi kawasan. Pasokan persenjataan Iran, termasuk drone dan perahu cepat, dinilai masih sangat mengancam kapal komersial.

Teheran bahkan dilaporkan berhasil membangun kembali basis industri militernya jauh lebih cepat dari prediksi barat. Mereka terus memproduksi drone baru yang siap mengadang aktivitas kapal di Selat Hormuz.

Skenario terburuk kini membayangi jika meja perundingan nuklir dengan Amerika Serikat berujung pada kegagalan. Iran disebut menyiapkan opsi 'nuklir ekonomi' dengan memanfaatkan jaringan milisi Houthi di Yaman.

Kelompok Houthi diproyeksikan untuk memblokade Selat Bab-el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia. Kombinasi penutupan 2 selat utama ini dipastikan bakal melumpuhkan total perdagangan dunia.

Hingga saat ini, kelompok milisi Houthi dilaporkan masih menahan diri dari serangan berskala besar. Mereka membatasi target operasi hanya pada kapal-kapal yang memiliki afiliasi langsung dengan pihak Israel.

Penilaian intelijen terbaru ini sekaligus mengkritik kebijakan militer pemerintahan Donald Trump terdahulu. Keputusan meluncurkan operasi tempur dinilai mengabaikan potensi nekat Iran dalam menutup jalur perdagangan global.

Salah satu sumber militer mengakui adanya kesalahan fatal dalam kalkulasi strategi perang tersebut.

“Kehilangan kendali atas selat ini akan menjadi blunder terbesar di era ini karena itu adalah kartu yang tidak dapat dilawan oleh AS tanpa melakukan upaya habis-habisan. Sekarang tidak ada cara untuk membatalkan situasi selat itu tanpa mengumpulkan kekuatan yang sangat besar,” tegasnya.

Sebelum konflik pecah, Washington mengira tekanan ekonomi akan membuat Iran berpikir 2 kali untuk bertindak ekstrem. Gedung Putih juga sempat meyakini pengaruh diplomatik China mampu meredam ambisi militer Teheran.

Namun, Iran justru merespons ancaman terhadap eksistensi rezim mereka dengan strategi eskalasi yang terukur.

“Iran sengaja melakukan eskalasi secara terencana,” ungkap sumber intelijen yang mengamati pergerakan militer tersebut.

Kini, Presiden Donald Trump menyatakan Selat Hormuz sudah mulai dibuka secara bertahap menjelang penandatanganan kesepakatan resmi. Meski demikian, kepastian keamanan jangka panjang di jalur perdagangan energi dunia ini masih menyisakan tanda tanya besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIFA Paksa Iran Tinggalkan AS! Pencitraan Infantino, Masuk Ruang Ganti Ucap Kata Ini

FIFA Paksa Iran Tinggalkan AS! Pencitraan Infantino, Masuk Ruang Ganti Ucap Kata Ini

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:38 WIB

FIFA Bisa Apa? Dua Pemain Iran DItahan di Bandara, Diusir Usai Lawan Selandia Baru

FIFA Bisa Apa? Dua Pemain Iran DItahan di Bandara, Diusir Usai Lawan Selandia Baru

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:34 WIB

Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pemain Iran Ramin Rezaeian Meledak

Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pemain Iran Ramin Rezaeian Meledak

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:12 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×