- Dua pemain Timnas Iran, Mehdi Taremi dan Saeed Al-Hawie, tertahan pemeriksaan ketat di Bandara Los Angeles usai laga.
- Federasi Sepak Bola Iran melaporkan prosedur perbatasan yang lama menyebabkan keterlambatan perjalanan tim menuju Tijuana, Meksiko.
- Pelatih Amir Ghalenoei memprotes pembatalan izin menginap yang menghambat waktu pemulihan fisik para pemain setelah pertandingan berlangsung.
Suara.com - Dua pemain Timnas Iran dilaporkan mengalami kendala serius saat proses keberangkatan di bandara Amerika Serikat usai laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru.
Kapten Mehdi Taremi dan Saeed Al-Hawie harus menjalani pemeriksaan tambahan yang memakan waktu lama di Bandara Los Angeles.
Situasi ini menyebabkan keterlambatan rombongan tim yang hendak kembali ke Tijuana, Meksiko.
Federasi Sepak Bola Iran menyebut proses kontrol perbatasan berlangsung jauh lebih lama dari biasanya.
Kondisi serupa bahkan sudah terjadi sejak kedatangan tim di Amerika Serikat.
![Pelatih Amir Ghalenoei melontarkan kritik tajam usai Timnas Iran ditahan imbang Timnas Selandia Baru pada laga pembuka Piala Dunia 2026. ]Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/16/15086-timnas-iran.jpg)
“Setelah pertandingan melawan Selandia Baru, dua pemain mengalami keterlambatan dan komplikasi dalam prosedur keberangkatan di bandara Los Angeles,” demikian laporan yang dikutip dari RMC Sport.
Saat sebagian besar tim sudah berada di dalam pesawat, Taremi dan Al-Hawie masih tertahan untuk menyelesaikan prosedur administratif.
Federasi menegaskan upaya terus dilakukan agar situasi segera terselesaikan.
Dipaksa Pergi Cepat, Iran Protes
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Serikat.
Ghalenoei mengaku timnya dipaksa meninggalkan Los Angeles segera setelah pertandingan.
“Kami tidak tahu mengapa kami dipaksa kembali. Ini sangat aneh karena pihak lain yang mengambil keputusan untuk kami,” ujar Ghalenoei dalam konferensi pers usai laga.
Menurutnya, tim sebelumnya telah mendapatkan izin untuk bermalam satu hari tambahan di Los Angeles.
Namun, rencana tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa penjelasan jelas.
“Sepak bola seharusnya memberi kami waktu untuk pemulihan. Namun, mereka tidak mengizinkannya,” kata Ghalenoei.
Iran bahkan menyebut delegasinya sebagai yang “paling tertindas di seluruh Piala Dunia”.
Kondisi tersebut dinilai menghambat proses pemulihan fisik pemain setelah laga yang berakhir imbang 2-2.
Tim Iran juga harus kembali menempuh perjalanan lintas negara dalam waktu singkat.