Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 18 Juni 2026 | 12:09 WIB
Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu
Istana Versailles (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menandatangani memorandum AS-Iran di lokasi bersejarah Istana Versailles, Prancis.

  • Lokasi tersebut merupakan tempat Woodrow Wilson mendiktekan Perjanjian Versailles yang memicu bangkitnya Adolf Hitler.

  • Kegagalan traktat tersebut berujung pada penolakan Kongres dan stroke fatal yang melumpuhkan Wilson.

Suara.com - Istana Versailles kembali menjadi saksi bisu keputusan geopolitik krusial Amerika Serikat yang berpotensi mengubah lanskap perdamaian dunia. Presiden Donald Trump resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terbaru antara AS dan Iran di lokasi yang sarat memori kelam tersebut.

Pemilihan tempat ini memicu sorotan tajam para sejarawan global karena nilai historisnya yang kontroversial. Lokasi ini merupakan titik awal runtuhnya karier politik salah satu mantan Presiden AS terdahulu.

Dikutip dari CNN Internasional, langkah diplomasi ini secara tidak langsung menguak luka lama kegagalan traktat masa lalu di tanah Prancis. Sejarah mencatat tempat tersebut sebagai tempat lahirnya bibit radikalisme yang memicu Perang Dunia II.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

Hampir 107 tahun berselang, memori kolektif dunia kembali ditarik pada peristiwa tanggal 28 Juni 1919. Kala itu, Presiden AS Woodrow Wilson menandatangani Perjanjian Versailles untuk menyudahi Perang Dunia I.

Kesepakatan sepihak itu didukung penuh oleh sekutu utama Washington, yakni Inggris dan Prancis. Di atas kertas, perjanjian tersebut menghentikan konfrontasi bersenjata empat tahun melawan Jerman.

Namun, cetak biru perdamaian tersebut sudah cacat sejak dalam proses perumusan awalnya. Alih-alih membuka ruang negosiasi yang adil, pasal-pasal perjanjian justru didiktekan secara paksa kepada Jerman.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)

Berlin dipaksa menerima tanggung jawab tunggal sebagai pemicu utama meletusnya perang besar tersebut. Konsekuensi logisnya, Jerman kehilangan wilayah kekuasaan seluas lebih dari 26.000 mil persegi.

Sanksi finansial juga mencekik dengan kewajiban membayar ganti rugi perang hingga hampir 5 miliar dolar. Seluruh koloni Jerman di luar negeri disita, dibarengi pembatasan ketat terhadap jumlah personel militer mereka.

Utusan resmi Jerman sempat melayangkan protes keras terhadap ketidakadilan pasal-pasal yang disodorkan sekutu. Mereka terpaksa menandatangani dokumen tersebut karena berada di bawah ancaman invasi militer dalam sepekan.

baca juga

Rasa terhina warga Jerman inilah yang kemudian dimanfaatkan Adolf Hitler untuk mendulang simpati publik. Begitu meraih kekuasaan tertinggi, Hitler merobek kesepakatan Versailles dan membangun kembali kekuatan militer Jerman.

Di panggung domestik Amerika Serikat, warisan terbesar Wilson berupa pembentukan Liga Bangsa-Bangsa justru ditentang keras. Kongres dan masyarakat khawatir keterlibatan itu akan menyeret militer AS ke perang asing lainnya.

Voting ratifikasi di tingkat parlemen berujung kegagalan total sebanyak dua kali pada tahun 1919 dan 1920. Penolakan ini mematikan legitimasi Perjanjian Versailles di mata hukum domestik Amerika Serikat.

Washington akhirnya memilih jalan memutar dengan menandatangani perjanjian damai terpisah dengan Jerman pada tahun 1921. Penolakan publik ini menjadi pukulan telak bagi sisa masa jabatan Wilson.

Wilson sempat melakukan kampanye maraton lintas negara bagian demi menyelamatkan muka dan meratifikasi traktat tersebut. Perjalanan darat melebihi 10.000 mil selama musim panas 1919 itu menguras seluruh energi fisiknya.

Tepat pada 2 Oktober, Presiden Wilson terserang stroke parah yang membuatnya lumpuh secara total. Kondisi medis ini membuatnya tidak lagi mampu menjalankan roda pemerintahan secara efektif hingga akhir masa jabatannya.

Ketegangan geopolitik modern antara AS dan Iran kini memasuki babak baru lewat penandatanganan nota kesepahaman di Prancis. Langkah Presiden Donald Trump memilih Istana Versailles memicu perdebatan mengenai analogi historis penundukan negara lain.

Banyak pihak khawatir pendekatan sepihak tanpa negosiasi setara dapat mengulang kesalahan fatal abad ke-20. Publik global kini menanti apakah MoU ini membawa perdamaian nyata atau justru menyemai konflik baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:58 WIB

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

×