Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
Diskusi publik bertajuk "98 Menggugat, Lanjutkan Reformasi!!!" (dok. ist)
baca 10 detik
  • Sejumlah aktivis 1998 menyatakan cita-cita Reformasi belum terwujud karena beban ekonomi dan ketidakadilan masih terus menghimpit rakyat.
  • Diskusi publik pada 20 Juni 2026 menyoroti kegagalan negara dalam meningkatkan kesejahteraan serta penanganan kritik yang tidak solutif.
  • Para aktivis menegaskan pentingnya memperjuangkan agenda perubahan melalui pengawasan publik dan adaptasi gerakan sipil di ruang digital.

Suara.com - Sejumlah aktivis 1998 menilai cita-cita Reformasi belum sepenuhnya terwujud. Mereka menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok, menyusutnya lapangan pekerjaan, hingga meningkatnya beban ekonomi rakyat.

Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk "98 Menggugat, Lanjutkan Reformasi!!!", yang dikutip pada Sabtu (20/6/2026).

Aktivis Firman Tendry menilai negara belum mampu menjawab persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

"Negara hari ini gagal menjawab kebutuhan rakyat. Harga-harga naik, pekerjaan menghilang, dan rakyat dipaksa menanggung beban yang semakin berat. Yang lebih mengkhawatirkan, kritik publik tidak dijawab dengan perbaikan kebijakan, tetapi justru dihadapi dengan upaya-upaya memecah belah gerakan rakyat melalui berbagai kelompok tandingan," kata Firman.

Ia juga mengkritik munculnya kelompok-kelompok tandingan dalam berbagai gerakan sosial dan mahasiswa yang dinilai berpotensi melemahkan suara kritis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Menurut Firman, Reformasi tidak boleh hanya diperingati sebagai peristiwa sejarah, tetapi harus terus diperjuangkan sebagai agenda perubahan.

"Reformasi tidak boleh berhenti hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi harus terus diperjuangkan sebagai agenda perubahan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aktivis Anton "Ufur" menegaskan bahwa para aktivis 1998 memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang hingga kini belum memperoleh keadilan.

Menurut Anton, semangat melawan berbagai bentuk ketidakadilan harus terus dijaga, meski tantangan yang dihadapi saat ini telah berubah.

"Generasi kami mungkin pernah berjuang di jalanan, tetapi generasi hari ini harus mampu melanjutkan perjuangan itu di setiap ruang yang tersedia, termasuk ruang digital, ruang komunitas, dan ruang-ruang demokrasi lainnya," tegas Anton.

baca juga

Sementara itu, Aktivis 98 Liko Larson menyoroti persoalan yang dihadapi perempuan pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah. Menurutnya, kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan berkurangnya perlindungan sosial menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat.

Liko juga mengkritik sejumlah program pemerintah yang dinilai belum menyentuh akar persoalan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan pentingnya pengawasan publik agar setiap program negara benar-benar memberikan manfaat dan tidak membuka ruang penyalahgunaan anggaran.

"Rakyat tidak hidup dari program-program yang dikampanyekan pemerintah, tetapi dari kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika anggaran negara lebih banyak diarahkan untuk proyek-proyek yang dipertanyakan efektivitasnya, sementara biaya hidup terus meningkat dan kesejahteraan pekerja terabaikan, maka yang menjadi korban adalah masyarakat kecil, terutama perempuan dan keluarga pekerja," tutur Liko.

Adapun Aktivis Hengki Soeharto menilai gerakan masyarakat sipil perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, ruang digital kini menjadi arena penting untuk menyampaikan gagasan, melakukan advokasi, pendidikan politik, hingga mengawasi jalannya pemerintahan.

"Pertarungan gagasan hari ini tidak hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Karena itu gerakan masyarakat sipil harus mampu beradaptasi dan membangun jaringan yang kuat di kedua ruang tersebut," kata Hengki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?

Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:45 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×