Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Dari Singkong Murah Jadi Cuan, Omzet Usaha Binaan Desa Emas Melonjak dan Bantu Ekonomi Warga

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:15 WIB
Dari Singkong Murah Jadi Cuan, Omzet Usaha Binaan Desa Emas Melonjak dan Bantu Ekonomi Warga
Singkong yang baru dipanen (Foto: shutterstock)
baca 10 detik
  • Singkong Rp300/kg disulap jadi produk bernilai tinggi dan laris di pasar.
  • Produksi naik dari 5 kg menjadi 1 kuintal per hari berkat pendampingan.
  • Pendapatan petani dan ibu rumah tangga meningkat hingga dua kali lipat.

Suara.com - Siapa sangka singkong yang selama ini kerap dipandang sebagai komoditas bernilai rendah justru mampu menjadi sumber penghasilan bagi puluhan keluarga di desa. Hal itu dibuktikan Nurlaela, pelaku UMKM binaan Program Desa Emas hasil kolaborasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Inotek.

Berawal dari keprihatinannya melihat hasil panen petani yang sering tak terserap pasar dan hanya dihargai sekitar Rp300 per kilogram, Nurlaela mulai mencari cara untuk meningkatkan nilai jual singkong. Dari dapur rumahnya, ia bereksperimen mengolah singkong menjadi keripik presto dan mengembangkan nori berbahan daun singkong.

Inovasi tersebut ternyata mendapat respons positif dari pasar. Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi yang semula hanya sekitar 5 kilogram per hari kini melonjak hingga mencapai 1 kuintal per hari. Sementara produksi nori daun singkong juga terus bertumbuh.

Nurlaela mengaku perkembangan usahanya tak lepas dari dukungan Program Desa Emas yang memberinya berbagai pelatihan, mulai dari pengembangan produk hingga persiapan ekspor.

"Terima kasih Bapak Sandiaga Uno. Saya bersyukur sekali mendapatkan pelatihan dari nol sampai pelatihan ekspor, perbaikan kemasan, fotografi produk, desain kemasan baru hingga bantuan alat produksi. Alhamdulillah saya juga bisa ikut pameran di Jakarta dan bertemu banyak buyer. Sekarang konsumen dari luar kota juga semakin banyak yang membeli produk saya," ujar Nurlaela dalam keterangannya.

Tak hanya mendatangkan keuntungan bagi usaha yang dirintisnya, bisnis olahan singkong tersebut juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

Melihat banyak ibu rumah tangga mengalami kesulitan ekonomi, Nurlaela membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Rejeki. Kelompok ini menjadi wadah pemberdayaan perempuan melalui pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal.

Hasilnya, anggota KUB yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani dengan upah sekitar Rp20.000-Rp25.000 per hari kini bisa memperoleh penghasilan Rp50.000-Rp60.000 per hari dari aktivitas produksi keripik singkong dan nori daun singkong.

Tambahan pendapatan tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga. Bahkan sebagian anggota mengaku penghasilan dari KUB membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan anak ketika pekerjaan suami sebagai buruh proyek atau pekerja serabutan sedang sepi.

baca juga

Dampak positif juga dirasakan para petani singkong. Meningkatnya kebutuhan bahan baku membuat KUB Sari Rejeki membeli hasil panen petani dengan harga sekitar Rp2.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp500 per kilogram.

Kenaikan harga jual itu membuat pendapatan petani meningkat sekaligus mendorong kembali minat masyarakat untuk menanam singkong sebagai komoditas unggulan desa.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kisah Nurlaela menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

"Dari singkong dan daun singkong yang dulu dianggap biasa, kini tumbuh harapan baru bagi perempuan, petani, dan keluarga desa untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera," ujar Sandiaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?

Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:40 WIB

Terkini

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:08 WIB

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:06 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026

BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:17 WIB

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB