Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Dari Singkong Murah Jadi Cuan, Omzet Usaha Binaan Desa Emas Melonjak dan Bantu Ekonomi Warga

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:15 WIB
Dari Singkong Murah Jadi Cuan, Omzet Usaha Binaan Desa Emas Melonjak dan Bantu Ekonomi Warga
Singkong yang baru dipanen (Foto: shutterstock)
baca 10 detik
  • Singkong Rp300/kg disulap jadi produk bernilai tinggi dan laris di pasar.
  • Produksi naik dari 5 kg menjadi 1 kuintal per hari berkat pendampingan.
  • Pendapatan petani dan ibu rumah tangga meningkat hingga dua kali lipat.

Suara.com - Siapa sangka singkong yang selama ini kerap dipandang sebagai komoditas bernilai rendah justru mampu menjadi sumber penghasilan bagi puluhan keluarga di desa. Hal itu dibuktikan Nurlaela, pelaku UMKM binaan Program Desa Emas hasil kolaborasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Inotek.

Berawal dari keprihatinannya melihat hasil panen petani yang sering tak terserap pasar dan hanya dihargai sekitar Rp300 per kilogram, Nurlaela mulai mencari cara untuk meningkatkan nilai jual singkong. Dari dapur rumahnya, ia bereksperimen mengolah singkong menjadi keripik presto dan mengembangkan nori berbahan daun singkong.

Inovasi tersebut ternyata mendapat respons positif dari pasar. Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi yang semula hanya sekitar 5 kilogram per hari kini melonjak hingga mencapai 1 kuintal per hari. Sementara produksi nori daun singkong juga terus bertumbuh.

Nurlaela mengaku perkembangan usahanya tak lepas dari dukungan Program Desa Emas yang memberinya berbagai pelatihan, mulai dari pengembangan produk hingga persiapan ekspor.

"Terima kasih Bapak Sandiaga Uno. Saya bersyukur sekali mendapatkan pelatihan dari nol sampai pelatihan ekspor, perbaikan kemasan, fotografi produk, desain kemasan baru hingga bantuan alat produksi. Alhamdulillah saya juga bisa ikut pameran di Jakarta dan bertemu banyak buyer. Sekarang konsumen dari luar kota juga semakin banyak yang membeli produk saya," ujar Nurlaela dalam keterangannya.

Tak hanya mendatangkan keuntungan bagi usaha yang dirintisnya, bisnis olahan singkong tersebut juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

Melihat banyak ibu rumah tangga mengalami kesulitan ekonomi, Nurlaela membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Rejeki. Kelompok ini menjadi wadah pemberdayaan perempuan melalui pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal.

Hasilnya, anggota KUB yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani dengan upah sekitar Rp20.000-Rp25.000 per hari kini bisa memperoleh penghasilan Rp50.000-Rp60.000 per hari dari aktivitas produksi keripik singkong dan nori daun singkong.

Tambahan pendapatan tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga. Bahkan sebagian anggota mengaku penghasilan dari KUB membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan anak ketika pekerjaan suami sebagai buruh proyek atau pekerja serabutan sedang sepi.

baca juga

Dampak positif juga dirasakan para petani singkong. Meningkatnya kebutuhan bahan baku membuat KUB Sari Rejeki membeli hasil panen petani dengan harga sekitar Rp2.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp500 per kilogram.

Kenaikan harga jual itu membuat pendapatan petani meningkat sekaligus mendorong kembali minat masyarakat untuk menanam singkong sebagai komoditas unggulan desa.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kisah Nurlaela menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

"Dari singkong dan daun singkong yang dulu dianggap biasa, kini tumbuh harapan baru bagi perempuan, petani, dan keluarga desa untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera," ujar Sandiaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?

Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:40 WIB

Terkini

Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah

Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:54 WIB

Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya

Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya

Banten | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:53 WIB

Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran

Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel

Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel

Banten | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:44 WIB

Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya

Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:43 WIB

Menemukan Cinta di Jalur Pendakian

Menemukan Cinta di Jalur Pendakian

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!

Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:31 WIB

×