AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
Ilustrasi Artificial Integelence (AI) (Pexels/Tara Winstead)

Suara.com - Perkembangan kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) semakin pesat dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung berbagai upaya mitigasi perubahan iklim. AI mampu menganalisis data dalam jumlah besar untuk meningkatkan efisiensi energi, mengoptimalkan sistem transportasi, hingga memantau kondisi lingkungan secara real time. Bahkan, karena kemampuannya tersebut, banyak pihak meyakini bahwa AI dapat membantu mengurangi emisi karbon di masa depan.

Namun, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Communications Earth & Environment menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sesederhana itu. Di balik potensi manfaatnya, AI juga membutuhkan energi yang sangat besar untuk menjalankan pusat data (data center) yang menjadi infrastruktur utamanya. Konsumsi energi yang tinggi ini justru berpotensi meningkatkan emisi karbon apabila sumber listrik yang digunakan masih bergantung pada bahan bakar fosil.

AI dan "Lembah Karbon"

Dalam studi berjudul "Rapid Artificial Intelligence Deployment Increases Near-Term Pressure on Global Carbon Budgets", peneliti dari Kuwait University, Yassine Charabi, mengembangkan model untuk menghitung kebutuhan listrik dan emisi karbon yang dihasilkan dari perkembangan AI di masa depan.

Model tersebut memasukkan berbagai variabel, seperti siklus penggantian perangkat keras (hardware), proyeksi kebutuhan komputasi AI, serta perkembangan sistem energi global. Setelah melakukan sekitar 10.000 simulasi, Yassine menemukan fenomena yang ia sebut sebagai lembah karbon. 

Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika emisi karbon yang dihasilkan dari pembangunan dan pengoperasian infrastruktur AI lebih besar dibandingkan pengurangan emisi yang dapat dicapai melalui penerapan AI itu sendiri. Dengan kata lain, pada tahap awal pengembangannya, AI justru berpotensi menambah emisi karbon ke atmosfer sebelum manfaat lingkungannya benar-benar terasa.

Perlu Trasisisi dari Penggunaan AI

Temuan tersebut menjadi perhatian penting bagi Indonesia yang tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Pemanfaatan AI mulai didorong untuk mendukung reformasi birokrasi, pendidikan, pembangunan kota cerdas, ketahanan pangan, hingga layanan kesehatan, sebagaimana dilaporkan oleh Indonesia.go.id (18/7/2026). 

Di sisi lain, peningkatan penggunaan AI juga akan mendorong pembangunan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar. Padahal, bauran energi nasional Indonesia masih didominasi oleh pembangkit listrik berbasis batu bara. Jika kebutuhan listrik AI terus meningkat tanpa diimbangi percepatan penggunaan energi terbarukan, maka emisi karbon dari sektor digital berpotensi ikut meningkat.

baca juga

Menurut Yassine, salah satu cara untuk memperkecil fenomena lembah karbon adalah dengan mempercepat pemanfaatan AI pada sektor-sektor yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Jika adopsi tersebut terus tertunda, akumulasi emisi tambahan dapat mencapai sekitar 0,45 gigaton CO2 setiap tahun.

"Dalam skenario percepatan penyebaran pusat data AI yang dianalisis, pengurangan emisi tahunan memang dapat mengubah lintasan emisi di masa depan, tetapi tidak mampu menghapus tambahan emisi CO kumulatif yang telah terjadi sebelumnya," ujar Yassine 

Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan AI perlu diiringi dengan transisi energi bersih agar manfaatnya terhadap iklim benar-benar dapat diwujudkan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan

Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:18 WIB

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:27 WIB

Executive Talk | Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Executive Talk | Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Video | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×