Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump

Pebriansyah Ariefana

Senin, 22 Juni 2026 | 11:39 WIB
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
Donald Trump (IG Donald Trump)
baca 10 detik
  • Ancaman militer Donald Trump terhadap Iran memicu ketegangan hebat dalam negosiasi damai di Swiss.

  • Iran membalas gertakan Trump dengan menegaskan kesiapan angkatan bersenjata mereka untuk mengambil tindakan nyata.

  • Masa depan pemulihan jalur perdagangan internasional Selat Hormuz kini terancam akibat retorika kedua pemimpin.

Suara.com - Ancaman militer terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketegangan hebat dalam dialog diplomatik bersama Iran di Swiss. Hubungan kedua negara langsung memanas setelah Trump mengancam akan menggempur Teheran jika masih nekat memblokade Selat Hormuz.

Konfrontasi verbal ini nyaris membubarkan negosiasi yang sedang berlangsung di resor pegunungan Bürgenstock. Delegasi Iran dilaporkan sempat frustrasi dan menghentikan sesi awal pertemuan lebih cepat dari jadwal.

Sudut pandang baru kini menyoroti bagaimana ego politik pemimpin negara dapat langsung mementahkan upaya mediasi internasional. Di saat para diplomat berjuang meredam konflik, retorika agresif justru memperlebar jurang permusuhan di Timur Tengah.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)
Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Dalam wawancara eksklusif bersama Fox News, Trump mengaku telah memperingatkan pejabat Iran secara langsung melalui sambungan telepon. Ia menekankan agar Teheran tidak mencoba menutup jalur perdagangan minyak yang sangat krusial di mulut Teluk Persia tersebut.

“Anda menutupnya dan Anda tidak akan memiliki negara,” kata Trump menirukan ucapannya kepada pejabat Iran, dikutip dari FOX, Senin (22/6/2026).

Trump bahkan melontarkan kalimat yang jauh lebih kasar dan agresif saat berbicara dengan jurnalis Fox, Trey Yingst. Ia menegaskan kesiapan militer AS untuk merebut paksa jalur maritim tersebut jika kesepakatan damai gagal tercapai.

"Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu. Kami mungkin akan mengambil alih selat ini, jika perlu. Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut tol. Aku akan menghancurkan mereka," tambah Trump.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]

Intervensi diplomatik dari Pakistan dan Qatar menjadi faktor penyelamat yang menjaga agar kedua pihak tidak langsung meninggalkan meja perundingan. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi harus turun tangan langsung membujuk delegasi Iran untuk tetap bertahan di lokasi.

Seorang pejabat senior Pakistan mengonfirmasi bahwa situasi sempat mendingan setelah ketegangan di ruang rapat memuncak.

baca juga

“Iran sudah sadar,” ungkap pejabat senior Pakistan tersebut, memastikan bahwa dialog masih bisa dilanjutkan.

Meskipun demikian, Teheran tidak tinggal diam dan langsung melempar peringatan balasan yang tidak kalah sengit. Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak gentar terhadap gertakan Washington.

"Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika. Mereka sebaiknya berhati-hati dengan pernyataan mereka, angkatan bersenjata kami siap merespons dengan cara lain. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak," tegas Ghalibaf melalui media sosial X.

Padahal sebelum insiden ini terjadi, Wakil Presiden AS JD Vance sempat menyatakan optimismenya terkait perkembangan pembicaraan damai tersebut. Vance memimpin delegasi Amerika bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al Thani.

"Kita telah mencapai kemajuan besar hanya dalam beberapa jam terakhir, dan saya berharap kita akan mencapai kemajuan tambahan dalam beberapa jam mendatang," ujar Vance optimis.

Fokus utama pertemuan ini adalah mematangkan nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani minggu lalu. Kerja sama tersebut membuka ruang diplomasi selama 60 hari untuk menyusun perjanjian akhir yang bisa diperpanjang atas persetujuan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80

Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:22 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari

Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:13 WIB

Terkini

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:20 WIB

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:19 WIB

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:16 WIB

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 16:14 WIB

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

×