Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

M Nurhadi

Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB
Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir
Sebagai Ilustrasi-Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia naik signifikan pada Senin (22/6/2026) akibat terhambatnya arus pelayaran komersial di Selat Hormuz.
  • Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran dipicu ketegangan politik dengan Amerika Serikat terkait implementasi kesepakatan damai di Lebanon.
  • Kenaikan harga terjadi meskipun terdapat proyeksi peningkatan pasokan minyak dari negara produsen besar dan Iran sendiri.

Suara.com - Nilai dagang instrumen energi global mencatatkan grafik kenaikan solid pada pembukaan sesi perdagangan hari Senin (22/6/2026).

Lonjakan harga minyak mentah dunia ini dipicu oleh melambatnya arus pelayaran komersial di Selat Hormuz, yang diperparah oleh ketatnya hawa pertemuan awal antara utusan Amerika Serikat dan Iran dalam implementasi kesepakatan damai sementara mereka.

Berdasarkan data pasar komoditas pada jam perdagangan awal, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent merangkak naik sebesar 54 sen atau menguat 0,67 persen ke level $81,11 per barel. Harga Brent bahkan sempat menyentuh batas tertinggi di angka $82,30 per barel saat bel pembukaan transaksi pertama berbunyi.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pasar AS melonjak tajam ke posisi $78,62 per barel, atau melejit hingga $2,02 (naik 2,64 persen) menjelang masa kedaluwarsa kontrak perdagangan harian.

Untuk kontrak bulan Agustus yang terpantau jauh lebih aktif, nilainya menanjak $1,43 ke level $77,28 per barel. Pergerakan agresif ini merupakan akumulasi setelah pasar keuangan AS sempat libur pada hari Jumat kemarin.

Data pelacakan maritim menunjukkan volume kapal dagang yang berhasil melintasi Selat Hormuz jatuh sangat drastis pada hari Minggu.

Penurunan ini terjadi setelah pihak Iran mengumumkan pemblokiran kembali jalur laut strategis tersebut. Teheran berdalih bahwa Israel dan Gedung Putih telah mencederai poin-poin dalam kesepakatan damai sementara yang baru disetujui.

"Ekspektasi pasar terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai terlalu dini," ungkap Saul Kavonic, Head of Energy Research dari MST Marquee, dilansir dari Reuters pada Senin (22/6/2026).

Menurut Kavonic, pihak Iran diprediksi akan terus mencari celah alasan guna menghambat arus logistik energi di kawasan tersebut. Langkah ini diambil karena Selat Hormuz menjadi satu-satunya alat tawar geopolitik terkuat bagi Teheran menjelang pemilu paruh waktu, sehingga mereka tidak akan melepaskannya begitu saja.

baca juga

Ketegangan geopolitik kian meruncing tatkala Presiden AS Donald Trump melayangkan ancaman untuk mengaktifkan kembali serangan militer ke Iran. Ancaman ini keluar tepat saat Wakil Presiden AS JD Vance bertatap muka dengan pejabat Teheran di Swiss. Di meja perundingan, pihak Iran langsung menuding AS ingkar janji karena tidak mampu meredam konfrontasi senjata di Lebanon.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Lebanon, NNA, rangkaian serangan udara Israel di Lebanon masih menewaskan sedikitnya 20 warga pada hari Sabtu. Insiden berdarah ini terjadi hanya berselang satu hari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hezbollah dinyatakan resmi berlaku.

"Kondisi di Lebanon terus menjadi ancaman nyata yang mengganggu keberlangsungan gencatan senjata dan rencana pembukaan jalur Selat Hormuz," tulis Tony Sycamore, Market Analyst dari IG, dalam catatan analisisnya.

Meskipun bergerak naik pada hari Senin, harga minyak dunia sejatinya sempat anjlok hingga lebih dari 8 persen sepanjang pekan lalu.

Penurunan tajam tersebut didasari oleh proyeksi melimpahnya pasokan seiring adanya rencana pelepasan kargo minyak yang sempat tertahan di Teluk, serta adanya peluang penghapusan sanksi ekonomi AS terhadap minyak Iran.

Direktur National Iranian Oil Company (NIOC), Hamid Bovard, dalam siaran televisi negara menyatakan bahwa lebih dari 25 juta barel minyak mentah Iran telah dikirim melewati garis blokade sejak hari Senin.

Di sisi lain, negara-negara produsen minyak besar lain seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mulai menawarkan tambahan volume pasokan minyak kepada para pelanggan mereka sejak pekan lalu. Kementerian Minyak Irak bahkan menegaskan komitmennya untuk mengembalikan tingkat produksi minyak mentah mereka secara bertahap ke koridor 4,2 juta hingga 4,3 juta barel per harinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:18 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel

Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan

Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?

Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan

Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia

Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson

Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting

Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China

Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:54 WIB

Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama

Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP

Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP

Bali | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:50 WIB

×