Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 22 Juni 2026 | 11:56 WIB
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA/Prisca Triferna)
baca 10 detik
  • Ridho Al-Hamdi menilai karier politik Wapres Gibran Rakabuming Raka masih sangat bergantung pada pengaruh besar Presiden ketujuh Joko Widodo.
  • Kinerja konkret Gibran sebagai Wakil Presiden dinilai belum terlihat nyata karena minimnya kebijakan substantif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
  • Dominasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membatasi peran Gibran, sehingga aktivitasnya saat ini masih terbatas pada agenda seremonial semata.

Suara.com - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi, menilai masa depan politik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka masih sangat dipengaruhi oleh faktor Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, sulit memisahkan sosok Gibran dari pengaruh politik sang ayah hingga saat ini.

Terkait pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut masa depan politik Gibran ditentukan oleh kinerjanya dan bukan oleh Jokowi, kata dia, merupakan hal yang wajar. 

Sebab, PSI selama ini memang dikenal sebagai partai pendukung Jokowi dan kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, adik Gibran.

"Ya namanya juga buzzer dari partai pendukung apalagi partai bapaknya, ketua umum adiknya. Ya kita maklumi aja namanya dalam politik, kan gak mungkin namanya adiknya, partai pendukungnya kok menjelek-jelekkan," kata Ridho kepada Suara.com, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan ini, Ridho turut mempertanyakan capaian konkret Gibran selama menjabat sebagai wakil presiden. Menurutnya belum ada kebijakan maupun program yang benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat dijadikan pembeda antara Gibran sebagai anak Jokowi dan Gibran sebagai wapres.

"Kalau kita bicara soal kinerja Gibran sebagai wapres, ya gak tahu apa ya kinerja yang dia lakukan karena setiap tampil ke hadapan publik aja sebenarnya isi omongannya pun kita gak tahu apa yang ingin disampaikan, daripada sekadar basa-basi saja yang ada di depan publik," ungkapnya.

Ia mengatakan, berbagai janji yang pernah disampaikan Gibran, termasuk terkait penciptaan lapangan pekerjaan maupun hilirisasi, hingga kini belum terlihat wujud konkretnya. Hal itu yang membuat publik masih kesulitan mengidentifikasi capaian yang benar-benar lahir dari peran Gibran di pemerintahan.

"Namun sampai detik ini belum ada, kan? Kinerja yang bisa kita rasakan dari janji, misal lapangan pekerjaan, apa pun itu yang pernah dia janjikan, toh hari ini belum terwujud dengan konkret," tegasnya.

"Hilirisasi, apa makna dari hilirisasi? Jadi tidak ada yang bisa kita rasakan kinerja dari wapres periode sekarang ini," imbuhnya.

baca juga

Disebutkan Ridho, terbatasnya peran Gibran tidak lepas dari gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sangat dominan. Dalam berbagai kesempatan, ia hanya melihat Gibran lebih banyak hadir sebagai pendamping presiden tanpa peran substantif yang menonjol.

"Prabowo ini ingin dominan dan Prabowo menyadari Gibran itu sepertinya tidak bisa ngapa-ngapain, ya diberikan ruang yang kecil saja untuk wapresnya melakukan kinerja sebagai wapresnya," ujarnya.

Apalagi selama ini aktivitas Gibran di ruang publik masih didominasi kunjungan lapangan dan menghadiri berbagai acara seremonial. Aktivitas semacam itu, kata dia, belum cukup untuk menunjukkan kapasitas dan prestasi politik seorang wakil presiden.

Ridho pun menegaskan bahwa keberhasilan Gibran meraih posisi wakil presiden tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Jokowi yang telah membangun jaringan politik yang kuat selama menjabat sebagai presiden. 

Hal itu sebagai bukti pula bahwa pengaruh Jokowi masih akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan politik Gibran.

"Jadi sulit untuk mengatakan Gibran itu tidak karena Jokowi. Jelas dia terpilih kemarin karena Jokowi. Kemudian Jokowi siap turun gunung itu tidak bisa tidak untuk mengatakan ya semua masih karena efek bapaknya, gitu ya. Itu tidak bisa dimungkiri," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSI Disebut Tarik Kader dari Partai Lain, Pengamat Singgung Krisis Figur

PSI Disebut Tarik Kader dari Partai Lain, Pengamat Singgung Krisis Figur

News | Senin, 22 Juni 2026 | 10:29 WIB

Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya

Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya

News | Senin, 22 Juni 2026 | 08:29 WIB

Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja

Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×