Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 23 Juni 2026 | 13:58 WIB
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
Potret Harmful Alga Blooms (HAB) di Ekosistem Perairan (Pexels/Victor Moragriega)

Suara.com - Selama ini, ledakan populasi alga berbahaya atau harmful algal blooms (HABs) umumnya dikaitkan dengan limpasan pupuk pertanian, limbah domestik, serta tingginya kandungan nutrien di perairan. Namun, temuan penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi plastik juga dapat memperparah fenomena tersebut melalui mekanisme ekologis yang selama ini jarang diperhitungkan.

Penelitian ini mengungkap bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari air, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan di ekosistem perairan, yang pada akhirnya memicu pertumbuhan alga secara berlebihan.

Sebuah studi dari University of California San Diego berjudul “Microplastic Pollution Induces Algae Blooms in Experimental Ponds but Bioplastics are Less Harmful” meneliti bagaimana mikroplastik memengaruhi interaksi antara zooplankton dan alga dalam ekosistem perairan.

Eksperimen dilakukan menggunakan kolam percobaan yang diberi paparan mikroplastik berbasis minyak bumi serta bioplastik. Peneliti kemudian mengamati perubahan populasi zooplankton—organisme mikroskopis yang berperan sebagai pemakan alami alga—serta perkembangan alga di dalam sistem tersebut.

Profesor Ilmu Biologi UC San Diego, Jonathan Shurin, menekankan bahwa dampak plastik terhadap ekosistem masih belum sepenuhnya dipahami.

“Kita melihat begitu banyak plastik di luar sana, tetapi bagaimana plastik itu mengubah populasi alga, bakteri, burung laut, atau ikan? Kita benar-benar tidak tahu,” kata Jonathan.

Ketika rantai makanan terganggu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik berbahan dasar minyak bumi berdampak signifikan terhadap zooplankton. Organisme tersebut mengalami penurunan reproduksi hingga kematian dalam waktu singkat, sehingga jumlah predator alami alga berkurang drastis.

Kondisi ini menyebabkan alga tumbuh tanpa kontrol yang memadai. Dalam sistem percobaan, hal tersebut memicu peningkatan populasi alga yang cepat dan berujung pada algal bloom.

baca juga

Penulis utama studi, Scott Morton, menjelaskan bahwa plastik konvensional memberikan tekanan lebih besar dibandingkan bioplastik.

“Mereka tampaknya mati atau mengurangi reproduksi mereka dengan sangat cepat. Bioplastik tidak memiliki efek yang sama. Hal itu berdampak pada alga… semakin sedikit zooplankton yang mengonsumsi semua alga itu berarti semakin banyak alga dalam sistem,” ujar Scott.

Bioplastik dan peluang pengurangan dampak

Studi ini juga menunjukkan bahwa bioplastik tidak memberikan dampak yang sama terhadap penurunan populasi zooplankton. Hal ini membuka kemungkinan bahwa jenis material plastik yang digunakan dapat memengaruhi tingkat risiko gangguan ekosistem perairan.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mikroplastik mampu mengubah keseimbangan ekologis yang selama ini menjaga populasi alga tetap terkendali, sehingga meningkatkan potensi terjadinya harmful algal blooms yang dapat merusak kualitas air dan berdampak pada manusia maupun ekosistem lebih luas.

Meski demikian, riset mengenai dampak mikroplastik masih terus berkembang. Salah satu peneliti, Profesor Michael Burkart, bersama timnya telah lama mengembangkan plastik yang dirancang agar dapat terurai secara alami di lingkungan.

“Meskipun semua benda buatan manusia berdampak pada planet ini, tujuan kami adalah meminimalkan bahaya ekologis dan kesehatan dari material yang kini ada di mana-mana ini,” kata Burkart.

Ke depan, penelitian akan terus dilakukan untuk menguji berbagai jenis plastik biodegradable guna menilai potensinya sebagai alternatif yang lebih aman bagi ekosistem perairan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:55 WIB

Kesadaran Lingkungan Meningkat, Generasi Muda Mulai Ubah Cara Belanja dan Gaya Hidup

Kesadaran Lingkungan Meningkat, Generasi Muda Mulai Ubah Cara Belanja dan Gaya Hidup

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:36 WIB

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Ojol jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya

Ojol jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:52 WIB

BRI Life Lakukan Penataan Ulang Bisnis Syariah Tahun 2026

BRI Life Lakukan Penataan Ulang Bisnis Syariah Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?

Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Menopause Bukan Akhir dari Aktivitas Perempuan, Kenali Perubahan dan Cara Menjalaninya

Menopause Bukan Akhir dari Aktivitas Perempuan, Kenali Perubahan dan Cara Menjalaninya

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Letak Sudut Kekayaan di Dalam Rumah dan Cara Mengaktifkannya Menurut Feng Shui

Letak Sudut Kekayaan di Dalam Rumah dan Cara Mengaktifkannya Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:42 WIB

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:40 WIB

10,62 Juta Orang Indonesia Berebut Kerja, Pinjaman Online dari Lulusan Muda Melonjak Drastis

10,62 Juta Orang Indonesia Berebut Kerja, Pinjaman Online dari Lulusan Muda Melonjak Drastis

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Harmoni Garam Palungan dan Laut Tejakula: Merekam Jejak Kejayaan Desa Les

Harmoni Garam Palungan dan Laut Tejakula: Merekam Jejak Kejayaan Desa Les

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:36 WIB

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB

×