Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 23 Juni 2026 | 17:38 WIB
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
Israel menolak perundingan damai AS-Iran dan tetap melanjutkan agresi militer di Lebanon. (Lebanon24)
baca 10 detik
  • Israel menolak terlibat dalam kesepakatan damai Amerika Serikat-Iran dan melanjutkan perang di Lebanon.

  • Menteri Bezalel Smotrich menegaskan militer hanya akan berhenti jika Hizbullah dibubarkan total.

  • Agresi militer sejak Maret telah menewaskan lebih dari 4.100 warga di Lebanon selatan.

Suara.com - Israel secara tegas menolak terlibat dalam diplomasi Amerika Serikat - Iran dan memilih memperluas invasi militer di Lebanon. Pemerintah Tel Aviv menetapkan pembubaran total kelompok Hizbullah sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar.

Sikap keras ini memicu keretakan tak terekam antara strategi diplomasi Washington dan ambisi wilayah militer Israel. Tel Aviv memilih jalan konfrontasi sepihak demi memastikan pengaruh Teheran terkikis sepenuhnya di perbatasan utara.

Langkah sepihak ini sekaligus mereduksi dampak kesepakatan damai global yang sedang dirancang negara-negara barat. Keputusan tersebut berisiko mengunci kawasan Timur Tengah dalam siklus pertempuran tanpa akhir yang mematikan.

Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menegaskan posisi politik negaranya yang enggan berkompromi dengan mediasi bentukan sekutu utamanya. Pihaknya menyatakan tidak ambil pusing dengan poin-poin yang dihasilkan dalam pembicaraan tersebut.

"Israel tidak menjadi bagian dari perundingan dengan Iran atas pilihan kami sendiri," kata Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dalam wawancara dengan Radio Angkatan Darat Israel, Selasa (23/6/2026).

Otoritas keamanan Israel merasa tidak memiliki keterikatan moral maupun politik terhadap hasil kesepakatan diplomatik tersebut. Kebijakan luar negeri Tel Aviv kini sepenuhnya diarahkan pada aksi pembersihan kekuatan bersenjata di wilayah tetangga.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

"Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran sama sekali tidak menyangkut kami," katanya.

Pasukan pertahanan Israel dipastikan tidak akan mundur dari pos-pos strategis yang telah mereka kuasai saat ini. Wilayah sensitif seperti Kastel Beaufort tetap menjadi basis pertahanan selama ancaman perbatasan belum hilang.

Target politik dalam perang ini melampaui sekadar perlucutan senjata penyerang di sepanjang garis perbatasan. Tel Aviv menuntut faksi politik terbesar di Lebanon tersebut dihapus dari struktur birokrasi pemerintahan.

baca juga

"Kami tak hanya ingin Hizbullah kehilangan senjatanya, tetapi juga dibubarkan sepenuhnya, tidak menjadi bagian dari pemerintahan Lebanon, dan tidak memiliki kekuatan militer yang mengancam Israel," katanya.

Pernyataan ofensif ini muncul di tengah kepanikan internal mengenai efektivitas nota kesepahaman yang digagas Amerika Serikat. Sebagian elite politik khawatir pakta Washington justru memperkuat posisi tawar Teheran di panggung regional.

Padahal, delegasi resmi dari Israel dan Lebanon dijadwalkan bertemu di Washington untuk memulai dialog langsung putaran kelima. Pertemuan strategis yang dirintis sejak April tersebut mulanya diharapkan mampu meredam bara konflik.

Namun, gelombang protes di dalam negeri Israel sendiri terus mengalir mengkritik taktik diplomasi pemerintahan Joe Biden. Banyak pihak menilai kelembutan Washington membuat kelompok perlawanan di Lebanon kian mendapat angin segar.

Krisis kemanusiaan akibat ambisi penaklukan ini telah menelan korban jiwa dalam jumlah yang sangat masif. Berdasarkan kalkulasi otoritas darurat, operasi ofensif ini telah menghancurkan ribuan ruang hidup warga sipil.

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.100 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya. Pendudukan atas wilayah Lebanon selatan pun kini meluas melampaui batas demarkasi konflik tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:07 WIB

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×