Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
Iran dan Amerika Serikat resmi membentuk empat kelompok kerja khusus untuk menyelesaikan konflik bilateral. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Iran dan Amerika Serikat sepakat membentuk empat kelompok kerja khusus penyelesaian konflik.

  • Komite gabungan berfokus pada penghapusan sanksi, masalah nuklir, pembangunan ekonomi, serta pemantauan.

  • Langkah diplomasi ini menjadi babak baru untuk meredakan ketegangan bilateral kedua negara.

Suara.com - Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kini memasuki babak baru yang lebih strategis. Kedua negara sepakat membentuk 4 kelompok kerja khusus demi mengurai kebuntuan konflik yang telah berlangsung lama.

Langkah ini menandai upaya konkret teranyar dari kedua belah pihak dalam meredakan ketegangan global. Fokus penyelesaian kini tidak lagi sekadar retorika, melainkan langsung menyasar akar permasalahan struktural.

Wakil Menteri Luar Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membeberkan bahwa pembagian kerja ini akan menyentuh sektor-sektor paling krusial. Agenda ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas baru yang berdampak luas bagi geopolitik Timur Tengah.

Detik-detik Delegasi Iran Tinggalkan perundingan dengan AS di Swiss [Ist]
Detik-detik Delegasi Iran Tinggalkan perundingan dengan AS di Swiss [Ist]

Narasumber resmi menjelaskan detail pembagian komite khusus yang melibatkan perwakilan kedua negara penentang tersebut.

"Empat kelompok kerja khusus telah dibentuk: kelompok kerja untuk mengakhiri sanksi, kelompok kerja untuk isu-isu nuklir, kelompok kerja untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, dan kelompok kerja untuk pemantauan dan pelaksanaan," ujar Kazem Gharibabadi dikutip dari APA, Selasa (23/6/2026).

Penghapusan blokade ekonomi menjadi prioritas utama demi memulihkan jalur perdagangan internasional Iran yang sempat lumpuh. Di sisi lain, pembatasan ketat terhadap program pengayaan uranium tetap menjadi substansi yang diperdebatkan secara intensif.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)

Proses rekonstruksi wilayah terdampak dan formula investasi pembangunan baru juga masuk dalam dokumen kesepakatan komite tersebut. Pemantauan berkala akan diberlakukan secara ketat agar implementasi di lapangan tidak melenceng dari kesepakatan awal.

Langkah taktis ini diambil setelah ketegangan regional meningkat akibat kebuntuan kesepakatan nuklir masa lalu. Pembentukan tim gabungan ini menjadi sinyal kuat bahwa jalur diplomasi masih menjadi pilihan utama kedua negara.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya

Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:13 WIB

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×