Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
Selat Hormuz (FOX)
baca 10 detik
  • Iran dan AS menyepakati pembentukan hotline darurat demi menjaga keamanan navigasi Selat Hormuz.

  • Sanksi minyak Iran mendapat pengecualian khusus bersamaan dengan cairnya dana beku 12 miliar dolar.

  • Pusat koordinasi baru didirikan di Lebanon untuk mencegah perang dan menghormati kedaulatan negara.

Suara.com - Kesepakatan baru mengenai pengelolaan Selat Hormuz berhasil dicapai dalam dialog bilateral antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss. Langkah ini menandai babak baru regulasi maritim di jalur perdagangan internasional strategis tersebut.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa wilayah perairan tersebut tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang. Kendati demikian, Teheran menegaskan komitmen penuhnya untuk tunduk pada hukum internasional yang berlaku.

Pertemuan di Swiss tersebut juga melahirkan sejumlah poin krusial lain bagi kedua negara. Pemulihan stabilitas regional menjadi fokus utama yang dibahas secara mendalam selama negosiasi berlangsung.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Iran akan membuka Selat Hormuz jika asetnya di Qatar dikembalikan. [X/IRIB News]
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Iran akan membuka Selat Hormuz jika asetnya di Qatar dikembalikan. [X/IRIB News]

Iran dan Amerika Serikat sepakat mendirikan sistem komunikasi darurat di kawasan perairan tersebut. Fasilitas berupa jalur telepon khusus (hotline) dan pusat kendali bersama akan segera diaktifkan.

Langkah preventif ini diambil demi mencegah terjadinya salah paham atau konflik bersenjata di masa depan. Regulasi baru ini dipastikan mengubah peta operasional keamanan di Selat Hormuz secara permanen.

Terkait hasil tersebut, Ghalibaf memberikan pernyataan resmi kepada media usai pertemuan.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

“Dalam pandangan saya, perjalanan ini membuahkan pencapaian yang baik, terutama terkait pembahasan selat, diskusi Lebanon, masalah pengecualian minyak, dan masalah pelepasan dana yang dibekukan, yang merupakan salah 1 langkah maju yang kami ambil. Tentu saja, kami percaya bahwa kami masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya kami,” ujar Ghalibaf, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (23/6/2026).

Teheran mengonfirmasi pencairan dana milik mereka yang selama ini dibekukan oleh otoritas global. Sebanyak 2 tahap pencairan dengan nilai total mencapai 12 miliar dolar AS kini telah terealisasi.

Meski demikian, sanksi utama terhadap sektor minyak mentah Iran masih diberlakukan secara ketat. Hal ini terjadi karena kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan final yang komprehensif.

baca juga

Ghalibaf menjelaskan situasi pemulihan ekonomi negaranya secara transparan kepada publik.

“Oleh karena itu, kami perlu mendapatkan pengecualian agar kami dapat menjual minyak kami dan menjalankan aktivitas perbankan kami… Pengecualian ini sekarang telah diamankan, dan perjanjian terkait telah ditandatangani,” tuturnya.

Sektor konflik lain seperti gejolak di Lebanon juga tidak luput dari pembahasan kedua negara. Iran dan AS sepakat mendirikan pusat koordinasi khusus di wilayah Lebanon untuk memantau situasi.

Keberadaan pusat kendali ini dirancang untuk menyelesaikan setiap sengketa secara cepat dan damai. Misi utamanya adalah memulihkan kehidupan normal warga sipil dan mengakhiri pendudukan wilayah.

Ghalibaf menegaskan posisi geopolitik negaranya terkait kedaulatan wilayah Lebanon tersebut.

“Kami sepakat untuk mendirikan sebuah pusat di sana untuk menangani koordinasi. Pusat tersebut akan menangani perselisihan apa pun guna mencegah kembali ke medan perang, memungkinkan masyarakat kembali ke kehidupan normal mereka, dan memastikan bahwa wilayah yang diduduki oleh Israel dikosongkan, serta kedaulatan nasional Lebanon dihormati,” tegasnya.

Mengenai wilayah perairan strategis global, ia juga memberikan peringatan tegas kepada dunia internasional.

“Semua orang harus tahu bahwa pengelolaan selat tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang. Kami sepakat untuk membangun mekanisme koordinasi [di Selat Hormuz], termasuk jalur komunikasi darurat (hotline) dan sebuah pusat yang dapat dihubungi kapan pun terjadi ketidakjelasan atau perselisihan,” pungkas Ghalibaf.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim paling vital di dunia yang menjadi perlintasan utama ekspor minyak mentah global. Ketegangan bersenjata dan sanksi ekonomi sepihak selama beberapa tahun terakhir telah melumpuhkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Rundingan di Swiss ini menjadi momentum perdana bagi Iran dan AS untuk meredam konflik pascaperang melalui jalur diplomasi formal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:07 WIB

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB

Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya

Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:13 WIB

Terkini

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:43 WIB

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:37 WIB

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:22 WIB

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:14 WIB

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:52 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:48 WIB

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB

Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi

Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:40 WIB