Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
Potret Waduk (Pexels/Ismail cem aycan)

Suara.com - Selama ini ancaman terhadap ketahanan air lebih sering dikaitkan dengan perubahan iklim atau meningkatnya kebutuhan air. Namun, ada persoalan lain yang diam-diam terus mengurangi kemampuan dunia menyimpan air, yaitu sedimentasi waduk.

Sedimentasi merupakan proses menumpuknya tanah, pasir, lumpur, dan material lain di dasar waduk. Dalam jangka panjang, endapan tersebut membuat ruang penyimpanan air semakin menyempit sehingga kapasitas tampung terus menurun.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Sustainability menemukan bahwa kapasitas tampung waduk di seluruh dunia berkurang rata-rata 7,3 persen setiap dekade akibat sedimentasi. Dampak paling besar justru terjadi pada waduk berukuran kecil yang selama ini jarang menjadi perhatian.

Waduk Kehilangan Kemampuan Menyimpan Air

Dalam penelitian berjudul Global Patterns of Reservoir Sedimentation and Overlooked Risks in Small Reservoirs, peneliti menganalisis lebih dari 550 ribu waduk di seluruh dunia menggunakan citra satelit, data geospasial, dan catatan teknis.

Sebanyak 95 persen waduk yang dianalisis berukuran kurang dari satu kilometer persegi. Hasilnya menunjukkan hampir satu dari lima waduk kini masuk kategori berisiko tinggi kehilangan kapasitas penyimpanan air akibat sedimentasi.

Penulis utama penelitian sekaligus peneliti di Nanjing Institute of Geography and Limnology (NIGLAS), Chinese Academy of Sciences, Liu Kai, menyebut studi ini menjadi penilaian global pertama yang memasukkan waduk kecil secara menyeluruh dalam analisis sedimentasi.

“Studi ini memberikan penilaian global beresolusi tinggi pertama tentang sedimentasi waduk yang sepenuhnya mencakup waduk kecil,” ujar Liu Kai.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa risiko sedimentasi kemungkinan jauh lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya.

baca juga

Ancaman yang Perlu Menjadi Perhatian Indonesia

Temuan ini menjadi relevan bagi Indonesia yang terus membangun bendungan, waduk, dan embung untuk memperkuat ketahanan air dan pangan.

Menurut informasi Kementerian Pekerjaan Umum, pembangunan bendungan masih menjadi strategi penting untuk memenuhi kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, hingga pembangkit listrik. Namun, pembangunan infrastruktur tanpa pengelolaan sedimen yang baik dapat membuat kapasitas tampung terus menurun.

Akibatnya, kemampuan waduk menyimpan air saat musim hujan ikut berkurang dan cadangan air saat musim kemarau menjadi semakin terbatas.

Sedimentasi juga tidak hanya berdampak pada volume air. Penumpukan endapan dapat mengurangi fungsi pengendalian banjir, mengganggu sistem irigasi pertanian, serta memengaruhi pasokan air bersih dan energi.

Penelitian tersebut memperkirakan bahwa tanpa penanganan, lebih dari separuh waduk di dunia berpotensi kehilangan fungsi operasionalnya pada 2060, dengan waduk kecil menjadi kelompok yang paling rentan.

Kondisi ini diperkirakan dapat memengaruhi pasokan air bagi lebih dari dua miliar orang serta sekitar 26 persen lahan irigasi global.

Pemimpin penelitian dari Nanjing Institute of Geography and Limnology, Prof. Song Chunqiao, menegaskan bahwa sedimentasi perlu dipandang sebagai tantangan jangka panjang bagi ketahanan air, pangan, dan energi.

“Sedimentasi waduk perlu mendapat perhatian lebih besar sebagai tantangan yang semakin meningkat terhadap keamanan air, pangan, dan energi jangka panjang.”

Menurutnya, pengelolaan waduk yang lebih berkelanjutan akan menjadi kunci agarinfrastruktur air tetap mampu menjalankan fungsinya di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air di masa depan. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling

Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:30 WIB

Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?

Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:32 WIB

Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari

Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:03 WIB

Terkini

IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual

IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami

Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya

Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto

Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:57 WIB

Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!

Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi

Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026

Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:46 WIB

×