Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Juni 2026 | 10:32 WIB
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
Ilustrasi Tumpukan Pakaian dengan Label Poliester Daur Ulang (Magnific/Magnific)

Suara.com - Label “terbuat dari poliester daur ulang” kini semakin mudah ditemukan di rak pakaian, terutama pada produk olahraga dan fesyen harian.

Di tengah meningkatnya kesadaran lingkungan, klaim ini sering dipahami sebagai tanda bahwa sebuah produk lebih ramah lingkungan dibanding pakaian berbahan poliester biasa.

Namun, di balik label tersebut, muncul pertanyaan yang semakin sering dibahas: apakah poliester daur ulang benar-benar membantu mengurangi limbah tekstil, atau justru memindahkan persoalan ke tahap berikutnya? 

Ketika “Daur Ulang” Tidak Selalu Berarti Sirkular

Data terbaru dari Textile Exchange menunjukkan bahwa sekitar 98 persen poliester daur ulang yang digunakan industri saat ini berasal dari botol plastik jenis PET (polyethylene terephthalate). Sementara material yang benar-benar berasal dari pakaian bekas atau limbah tekstil jumlahnya masih di bawah 1 persen. 

Artinya, sebagian besar pakaian yang dipasarkan sebagai produk berkelanjutan sebenarnya tidak lahir dari proses “pakaian lama menjadi pakaian baru”, melainkan dari botol plastik yang dialihkan menjadi serat tekstil. 

Di satu sisi, pendekatan ini memang mengurangi kebutuhan bahan baku baru berbasis minyak bumi. Namun di sisi lain, material yang sebelumnya berada dalam sistem daur ulang botol yang relatif matang justru berpindah ke sistem tekstil yang jauh lebih sulit diputar kembali.

Dari Botol Menjadi Baju, Lalu Berakhir ke Mana?

Proses mengubah botol PET menjadi pakaian dilakukan dengan menghancurkan dan melelehkan plastik, lalu membentuknya menjadi benang poliester. Dalam tahap produksi berikutnya, material sering dicampur dengan serat lain seperti elastane, diberi pewarna, dan melalui berbagai proses penyempurnaan. (Phys.org)

baca juga

Kombinasi tersebut membuat pakaian jauh lebih sulit didaur ulang ketika masa pakainya berakhir.

Fenomena ini dikenal sebagai downcycling—ketika material masih dimanfaatkan kembali, tetapi kualitas dan peluang penggunaan ulangnya menurun. Dalam konteks ini, botol yang sebelumnya berpotensi terus berada dalam siklus daur ulang dapat berubah menjadi produk tekstil yang akhirnya berakhir di tempat pembuangan atau insinerasi. (Phys.org)

Tantangan Lain: Mikroplastik Masih Ada

Persoalan lain yang ikut menjadi perhatian adalah pelepasan mikroplastik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pakaian berbahan poliester daur ulang tetap melepaskan serat mikro saat dicuci. Bahkan beberapa studi menemukan pelepasan partikel mikroplastik dapat lebih tinggi dibanding poliester konvensional karena perubahan struktur serat selama proses daur ulang mekanis. (Reddit)

Meski begitu, poliester daur ulang tetap memiliki manfaat lingkungan tertentu. Produksinya umumnya membutuhkan lebih sedikit bahan baku fosil dan dapat menghasilkan emisi yang lebih rendah dibanding poliester baru.

Menuju Mode yang Benar-Benar Sirkular

Perdebatan tentang poliester daur ulang menunjukkan bahwa keberlanjutan di industri fesyen tidak bisa berhenti pada asal bahan baku semata.

Sejumlah pelaku industri mulai mengembangkan pendekatan textile-to-textile recycling—mengubah pakaian lama menjadi pakaian baru—untuk menjaga material tetap berada dalam siklus penggunaan yang lebih panjang. Namun teknologi ini masih berkembang dan belum digunakan secara luas.

Pada akhirnya, tantangannya bukan sekadar membuat pakaian dari bahan daur ulang, tetapi memastikan pakaian tersebut juga dirancang agar dapat digunakan lebih lama, dipakai ulang, dan kembali masuk ke sistem daur ulang setelah masa pakainya selesai. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari

Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:03 WIB

Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar

Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar

Foto | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:07 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 09:55 WIB

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:09 WIB

×