- Gempa bumi dahsyat mengguncang Caracas hingga meruntuhkan sedikitnya 2 gedung bertingkat di Venezuela.
- Presiden Pelaksana Delcy Rodríguez mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat guncangan hebat tersebut.
- Intensitas gempa kali ini dilaporkan lebih mengerikan dibanding tragedi mematikan tahun 1967.
Suara.com - Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang kota Caracas Venezuela pada Rabu waktu setempat hingga meruntuhkan sejumlah bangunan. Getaran kuat ini memicu kepanikan massal di seluruh wilayah ibu kota Venezuela tersebut.
Guncangan hebat ini dilaporkan jauh lebih mengerikan dibandingkan bencana mematikan yang pernah melanda negara itu di masa lampau. Banyak warga terjebak di dalam gedung bertingkat yang bergoyang hebat tanpa sempat menyelamatkan diri.
Presiden Pelaksana Delcy Rodríguez mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam pidato resminya kepada publik. Meski demikian, otoritas setempat masih belum merilis jumlah pasti korban yang meninggal dunia.
![Dua gempa bumi kuat yang terjadi secara beruntun mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat, menyebabkan sejumlah bangunan runtuh di ibu kota Caracas dan memaksa warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. [PHOTO: Associated Press]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/98286-gempa-venezuela.jpg)
Manuel Guevara Baro, seorang warga yang tinggal di lantai 9 distrik Los Palos Grandes, menceritakan kengerian saat bencana itu terjadi. Ketika gempa melanda, ia sedang membaca buku dan mendapati seluruh ruangan di sekitarnya bergetar sangat hebat.
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata Guevara Baro kepada CNN.
"Saya mengalami gempa bumi di Caracas pada tahun 1967, gempa yang juga memakan banyak korban, namun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gempa yang kami alami hari ini."
Intensitas getaran yang luar biasa membuat para penghuni gedung tinggi kesulitan untuk sekadar berdiri dan melarikan diri. Proses evakuasi mandiri terhambat karena seluruh struktur bangunan bergoyang tanpa henti.
"Saya bahkan tidak bisa berjalan karena intensitas pergerakannya," kata Guevara Baro kepada CNN
Setelah situasi dirasa agak mereda, ia segera memakai sepatu dan bergegas turun melalui tangga darurat gedung. Jalur evakuasi tersebut dalam kondisi gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik di kawasan terdampak.
Pipa saluran air yang pecah juga membanjiri koridor, menambah hambatan bagi warga yang berhamburan menyelamatkan diri. Korban selamat berangsur-angsur keluar ke area terbuka dalam kondisi syok berat.
"Orang-orang menangis. Orang-orang mengalami gangguan saraf," kata Guevara Baro kepada CNN.
Dampak fisik dari bencana ini terlihat jelas dengan hancurnya fasilitas pemukiman di distrik Los Palos Grandes. Banyak area perumahan kini dipenuhi puing-puing bangunan yang roboh ke tanah.
"Itu benar-benar mengerikan, menakutkan," katanya.
Sedikitnya ada 2 gedung bertingkat di lingkungan tersebut yang dilaporkan runtuh total akibat tidak kuat menahan guncangan. Sementara itu, puluhan struktur bangunan lainnya mengalami kerusakan struktural yang sangat parah.
Kondisi ini langsung membangkitkan ingatan kolektif warga akan tragedi gempa bumi maut pada tahun 1967 silam. Wilayah Caracas kala itu diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,3 berdasarkan catatan USGS.
Peristiwa sejarah kelam tersebut merenggut lebih dari 200 nyawa dan menyebabkan 2.000 orang luka-luka menurut data resmi lembaga seismologi Venezuela. Namun, kepanikan dan intensitas kerusakan akibat gempa kali ini dinilai telah melampaui trauma masa lalu itu.