Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 25 Juni 2026 | 13:43 WIB
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
Gempa bumi dahsyat di Venezuela membongkar kerapuhan bangunan tua yang mengancam keselamatan ribuan warga. (Sunday Guardian)
baca 10 detik
  • Gempa bumi kuat mendadak mengguncang kota Caracas di tengah suasana libur Piala Dunia warga.

  • Ribuan penduduk terpaksa bertahan di jalanan akibat pemadaman listrik dan ketakutan gempa susulan.

  • Pakar struktur menyebut kerusakan parah dipicu oleh kegagalan konstruksi beton yang memakai kode lama.

Suara.com - Guncangan gempa bumi dahsyat tiba-tiba melanda ibu kota Venezuela dan mengejutkan jutaan warga yang sedang menikmati libur hari besar. Peristiwa mendadak ini seketika menyingkap kerapuhan sistem mitigasi bencana serta bahaya laten dari ribuan infrastruktur kuno di wilayah padat penduduk.

Noris Soto, seorang jurnalis lokal di Caracas, sedang berada di dalam rumahnya saat tanah mulai bergetar hebat. Layaknya mayoritas penduduk Venezuela, fokusnya saat itu sebenarnya tengah tersita oleh siaran langsung pertandingan Piala Dunia.

“Rasanya tidak seperti apa pun yang pernah saya rasakan sebelumnya,” ungkap Noris Soto kepada Elex Michaelson dari CNN.

Gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela dan memicu runtuhnya gedung serta potensi korban jiwa besar. (Skynews)
Gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela dan memicu runtuhnya gedung serta potensi korban jiwa besar. (Skynews)

Meskipun wilayah Caracas secara geografis membentang tepat di atas patahan seismik aktif utama, kota ini telah membisu tanpa aktivitas tektonik besar selama berpuluh-puluh tahun. Lindu destruktif terakhir tercatat meletus pada tahun 1967 silam, jauh sebelum generasi Soto dilahirkan.

“Kami sama sekali tidak siap,” tegas Soto menggambarkan situasi psikologis masyarakat yang panik.

Keadaan diperparah ketika jaringan listrik dan koneksi internet di seluruh kota tiba-tiba padam total pascaguncangan. Soto segera bergegas keluar rumah dan menemukan koridor-koridor jalan telah disesaki oleh ribuan tetangga yang ketakutan, bahkan banyak yang masih mengenakan pakaian tidur.

“Orang-orang takut untuk kembali ke bangunan mereka, ke rumah mereka, karena kami takut akan gempa susulan,” kata Soto menerangkan situasi darurat yang mencekam selama berjam-jam.

Kerumunan massa yang cemas memilih untuk tetap bertahan di ruang-ruang terbuka guna menghindari potensi reruntuhan. Di bawah bayang-bayang trauma, mereka saling menenangkan diri sembari berupaya keras mencari kabar mengenai keselamatan anggota keluarga lainnya.

“Orang-orang berada di jalanan. Mereka mencoba mengatasi syok dan mencari tahu tentang orang-orang yang mereka cintai,” tutur Soto.

baca juga

Di balik kepanikan massal tersebut, tingkat kerusakan masif yang terjadi akibat gempa hari Rabu ini menyisakan pertanyaan besar. Seorang insinyur struktur senior membeberkan bahwa banyaknya bangunan modern yang gagal bertahan bersumber dari kesalahan regulasi masa lalu.

Kenneth O’Dell, yang menjabat sebagai Principal di MHP Structural Engineers, menegaskan bahwa bangunan-bangunan yang hancur rata-rata didirikan sebelum awal dekade 1970-an. Konstruksi era lama tersebut belum mengadopsi standar ketahanan gempa modern yang kini menjadi syarat wajib internasional.

“Jenis bangunan yang akan menunjukkan kerusakan adalah struktur beton dari bangunan rentan yang kemungkinan dibangun dengan kode bangunan versi lama yang mereka gunakan di sana di Venezuela,” ujar O’Dell, mantan Presiden Structural Engineers Association of California.

Menurut O'Dell, Venezuela sebenarnya telah memperbarui dan mengadopsi regulasi konstruksi internasional yang jauh lebih ketat setelah periode kelam tersebut. Pedoman baru ini termasuk mengacu pada standardisasi American Concrete Institute yang menjamin kekuatan bangunan modern dalam meredam energi getaran tektonik.

Kendati demikian, keberadaan arsitektur lama yang belum direnovasi total kini menjadi bom waktu yang nyata bagi penduduk Caracas. Kota metropolitan ini sekarang dipaksa menghadapi realitas bahwa sejarah panjang ketenangan patahan aktif telah melahirkan kepasrahan kolektif yang berbahaya.

Sebagai informasi latar belakang, ingatan kolektif warga Caracas terhadap risiko gempa bumi memang sempat memudar akibat absennya guncangan besar selama hampir enam dekade. Kelalaian dalam memperbarui kekuatan struktur bangunan tua peninggalan pertengahan abad ke-20 kini terbukti harus dibayar mahal dengan kepanikan masif dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:15 WIB

Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru

Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!

Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:37 WIB

Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum

Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:34 WIB

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:29 WIB

Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo

Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:28 WIB

John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!

John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:23 WIB

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:15 WIB

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:14 WIB

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:02 WIB

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB