- Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan masalah krusial tenaga medis dalam rapat kerja bersama DPR RI pada Kamis (25/6/2026).
- Tenaga medis di Indonesia sering mengalami perundungan sistematis yang mayoritas dilakukan oleh rekan sejawat atau senior di lingkungan kerja.
- Pemerintah tengah mendata ancaman eksternal berupa tuntutan hukum pasien serta risiko keselamatan fisik bagi dokter yang bertugas di daerah konflik.
Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, membeberkan sejumlah persoalan krusial yang membayangi para tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia.
Budi menyoroti beberapa isu dari perundungan (bullying) hingga ancaman keamanan.
Hal itu ia paparkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/6/2026).
Budi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa perundungan merupakan keluhan paling dominan yang disampaikan oleh para dokter.
Mirisnya, tindakan ini mayoritas dilakukan oleh sesama rekan sejawat atau senior mereka sendiri.
"Yang paling banyak adalah memang yang mengalami perundungan, dan ini sebagian besar dari teman-teman atau seniornya," ujar Budi.
Ia mencontohkan adanya tekanan sistematis terhadap dokter yang ingin masuk ke daerah baru atau dokter muda yang baru mulai bekerja.
Budi menegaskan, bahwa pemerintah akan mengidentifikasi tekanan-tekanan ini dan membereskannya satu per satu.

"Ini adalah gangguan yang paling banyak, yang secara sistematis harus melindungi. Terutama bagi dokter-dokter muda dan dokter-dokter yang ditugaskan di tempat lain," tegasnya.
Selain masalah internal, tenaga medis juga menghadapi tekanan eksternal berupa ancaman tuntutan hukum dari pasien hingga ancaman keselamatan fisik.
Kemenkes tengah mendata kasus-kasus dokter yang harus berhadapan dengan majelis karena tuntutan pasien maupun mereka yang terancam secara fisik, terutama di daerah konflik.
"Ancaman fisik ini juga kita mesti jaga, terutama di daerah konflik. Ini yang kita mesti jaga dan kita mesti lindungi tenaga medis kita," katanya.