Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis )
baca 10 detik
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau orang tua memberikan imunisasi guna mencegah kematian anak akibat penyakit berbahaya seperti polio dan campak.
  • Rendahnya capaian imunisasi disebabkan oleh ketakutan orang tua terhadap efek samping demam serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat vaksin.
  • Kementerian Kesehatan akan mengubah strategi komunikasi digital menjadi lebih personal dan santai agar edukasi vaksin lebih efektif diterima masyarakat.

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan perhatian serius terhadap fenomena kelompok anti vaksin dan masyarakat yang masih enggan memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka.

Ia menegaskan, bahwa imunisasi adalah langkah krusial untuk mencegah kematian pada anak akibat penyakit yang sebenarnya bisa dihindari.

"Imunisasi itu penting untuk menyehatkan dan menyelamatkan nyawa anak-anak kita. Jadi kenapa saya di sini benar-benar mengimbau seluruh masyarakat terutama orang tua agar mengirimkan anaknya imunisasi," ujar Budi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Ia mengingatkan, kembali dampak buruk yang terjadi akibat rendahnya capaian imunisasi, seperti munculnya kejadian luar biasa (outbreak).

"Banyak sekali contoh kemarin polio outbreak, campak, anak-anak yang wafat, itu bisa kita hindari dengan imunisasi. Jadi mohon ini di sebarluaskan sehingga berita-berita hoax yang bilang bahwa imunisasi itu tidak penting, imunisasi itu gimana, itu bisa kita…," lanjutnya.

Berdasarkan data survei, ia mengungkapkan ada dua faktor utama mengapa masih banyak orang tua yang melarang anaknya divaksin.

Faktor pertama adalah ketakutan akan efek samping ringan seperti demam, dan faktor kedua adalah kurangnya pemahaman akan manfaat imunisasi.

"Kalau kita lihat dari survei, yang pertama orang tuanya yang melarang, ya. Melarangnya kenapa? Karena mereka takut ada dampak demam biasanya, atau sakit, atau demam. Ada juga yang mereka bilang karena mereka tidak tahu manfaatnya apa. Mereka merasa ini tidak penting. Nah itu yang harus kita edukasi bersama," jelasnya.

Ia pun berbagi pengalaman pribadi untuk meyakinkan masyarakat bahwa efek samping ringan tidak sebanding dengan perlindungan nyawa yang diberikan oleh vaksin.

baca juga

"Kalau ada demam sedikit, saya ingat saya waktu kecil juga di imunisasi demam, tapi dampak positifnya melindungi dari penyakit-penyakit yang bisa mengakibatkan hilang nyawa itu jauh lebih positif dibandingkan kalau kita imunisasi kemudian kita demam," tuturnya.

Menyikapi tantangan tersebut, Budi menekankan pentingnya perubahan gaya komunikasi dalam mengedukasi masyarakat.

Ia melihat bahwa kelompok anti vaksin seringkali memiliki cara sosialisasi yang lebih mudah diterima, sehingga Kementerian Kesehatan dan para ahli medis harus beradaptasi dengan gaya komunikasi digital yang lebih personal.

"Saya melihat ada pergeseran gaya komunikasi. Itu yang saya minta juga kepada para dokter-dokter ahli, teman-teman di Kemenkes, teman-teman di Dinas Kesehatan, cara komunikasi dengan masyarakat sekarang berbeda kan? Sehingga ada kelompok-kelompok yang mensosialisasikan bagaimana jeleknya vaksin, itu lebih bisa diterima oleh masyarakat," ungkapnya.

Ia kini mulai mempraktikkan pendekatan yang lebih santai dan langsung, seperti melalui konten digital "Budi Gemar Sharing" untuk menjangkau publik secara lebih efektif.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih menyukai komunikasi yang bersifat personal dibandingkan gaya formal.

"Sekarang kayaknya harus ngomong sendiri ya. Saya melihatnya, kalau orang yang ngomong sendiri, saya ngomong sendiri akan jauh lebih bisa diterima masyarakat, lebih menarik dibandingkan kayak press conference gitu, ada orang yang juru bicaranya, itu bukan cara komunikasi yang diterima masyarakat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:58 WIB

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:33 WIB

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan

Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:51 WIB

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:58 WIB

Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:18 WIB

Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak

Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura Tanpa Pemain Lokal, John Herdman Beri Jawaban Tegas

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura Tanpa Pemain Lokal, John Herdman Beri Jawaban Tegas

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 08:28 WIB

Jejak Karier Guruh Soekarnoputra, Maestro Seni yang Juga Berkiprah di Dunia Politik

Jejak Karier Guruh Soekarnoputra, Maestro Seni yang Juga Berkiprah di Dunia Politik

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 08:25 WIB

Review Lagu 'Patient Zero' Taylor Swift: Pesan Menohok Buat Kamu yang Terjebak Hubungan Manipulatif

Review Lagu 'Patient Zero' Taylor Swift: Pesan Menohok Buat Kamu yang Terjebak Hubungan Manipulatif

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:20 WIB

Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap

Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

PDIP: Guruh Soekarnoputra Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

PDIP: Guruh Soekarnoputra Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:17 WIB

Promo Belanja di SOGO dari BRI Khusus Oktober 2026

Promo Belanja di SOGO dari BRI Khusus Oktober 2026

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:16 WIB

Promo Akhir Bulan: Diskon 50% Ban Ban Tea Pakai BRImo

Promo Akhir Bulan: Diskon 50% Ban Ban Tea Pakai BRImo

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:12 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Guruh Soekarnoputra Berpulang, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:10 WIB

×