Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:58 WIB
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan kekurangan anggaran imunisasi nasional tahun 2026 sebesar Rp1 triliun di Jakarta.
  • Kementerian Kesehatan mencatat celah anggaran sebesar Rp4,91 triliun untuk memenuhi target imunisasi rutin nasional hingga 2029.
  • Kemenkes menerapkan tiga strategi penguatan sistem, mencakup penyediaan infrastruktur, distribusi vaksin, serta edukasi intensif bagi masyarakat.

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya kendala anggaran dalam menjalankan program imunisasi nasional

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026), Budi menyebut anggaran imunisasi untuk tahun 2026 mengalami kekurangan sebesar Rp1 triliun akibat adanya pemotongan. 

"Untuk 2026 ini karena kita dipotong, dipotong itu termasuk anggaran imunisasi, anggaran vaksinasi. Vaksinnya saja kita kurang, kita kekurangan sekitar 1 triliun," ujar Budi. 

Ia menjelaskan, bahwa kekurangan ini tidak hanya terjadi di tahun 2026. Berdasarkan peta jalan (roadmap) hingga tahun 2029, Kemenkes mencatat adanya celah anggaran (gap) sebesar Rp4,91 triliun untuk memenuhi kebutuhan imunisasi rutin yang disesuaikan dengan jumlah kelahiran bayi di Indonesia. 

"Kita sudah punya rencana sampai 2029 sebenarnya, kita sudah kasih juga ke Kementerian Keuangan dan Bappenas. Ini rencana program imunisasi kita. Jadi masih ada gap sekitar 4,91 triliun sampai 2029," tambahnya. 

Terkait kekurangan anggaran tahun 2026, Menkes menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal Kemenkes saat ini tengah berupaya mengajukan tambahan anggaran melalui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. 

Di tengah persoalan anggaran tersebut, Menkes memaparkan tiga strategi utama untuk memperkuat sistem imunisasi nasional. 

Pertama, penyelesaian infrastruktur layanan imunisasi, khususnya ketersediaan alat pendingin (cold chain) yang ditargetkan mencapai 100 persen dalam dua tahun ke depan. 

"Seratus persen kebutuhan cold chain itu harus ada dan itu setiap tahun harus di-review," tegasnya. 

baca juga

Kedua, pengawalan ketat terhadap siklus penyediaan vaksin, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga sampai ke masyarakat. Ketiga, penguatan edukasi kepada masyarakat secara lebih serius. 

Budi menyoroti tren negatif munculnya kelompok anti-vaksin yang belakangan ini dinilai semakin meningkat. Hal ini membuat edukasi menjadi pilar yang sangat penting dalam strategi nasional. 

"Strategi mengenai edukasinya ini kita harus lebih serius, karena tidak tahu kenapa banyak orang-orang yang sekarang anti-vaksin. Jadi, edukasi ini menjadi makin meningkat (urgensinya)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan

Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:51 WIB

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×