Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:51 WIB
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
Sebanyak 55,7 ton sampah berhasil diangkat dari Kali Gendong, Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
baca 10 detik
  • Sebanyak 120 personel gabungan membersihkan 55,7 ton sampah yang menyumbat aliran Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara selama lima hari.
  • Pembersihan dilakukan untuk mencegah banjir dan mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh tumpukan sampah di permukiman warga.
  • Pemprov DKI Jakarta menerapkan aturan denda maksimal Rp500.000 bagi warga yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

Suara.com - Sebanyak 55,7 ton sampah berhasil diangkat dari Kali Gendong, Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Tumpukan sampah itu sebelumnya viral di media sosial memenuhi badan kali yang berada di tengah permukiman warga, hingga menyumbat dan menutup aliran air secara total.

Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir sekaligus menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran kali.

Penanganan dilakukan secara bertahap oleh UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama PPSU Kelurahan Penjaringan, dengan mengerahkan total 120 personel di lapangan.

Pada hari terakhir kegiatan, Kamis (25/6/2026), 100 personel UPS Badan Air Jakarta Utara dan 20 personel PPSU Kelurahan Penjaringan bekerja bahu-membahu membersihkan sisa sampah yang masih menumpuk di sepanjang kali.

Para petugas bekerja langsung di dalam air, menggunakan sekop, jaring, dan keranjang biru untuk mengangkat sampah yang terdiri dari plastik, kayu, hingga puing bangunan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memasang spanduk peringatan di lokasi yang menyatakan larangan membuang sampah sembarangan, dengan ancaman denda maksimal Rp500.000 berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 Pasal 130 tentang Pengelolaan Sampah.

Seluruh tumpukan sampah yang menyumbat aliran kali sendiri baru berhasil diangkat dan ditangani tuntas setelah lima hari pengerjaan.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarinstansi dan semangat gotong royong mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan," tulis UPS Badan Air dalam keterangan resminya di media sosial, Kamis.

baca juga

Kini, giliran warga sekitar Kali Gendong yang diminta berkomitmen untuk ikut menjaga wilayah mereka agar peristiwa serupa tidak terulang.

"Menjaga Kali Gendong tetap bersih setelah penanganan selesai merupakan tanggung jawab kita bersama," lanjut pernyataan tersebut.

"Sungai yang bersih bukan hanya hasil kerja petugas, tetapi juga hasil kepedulian seluruh warga Jakarta," demikian penegasan UPS Badan Air dalam unggahan resmi akun Instagram mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan

Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:35 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta

Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×