Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir

Vania Rossa

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:38 WIB
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
Indonesia Country Lead GEAPP, Rizky Fauzianto. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • GEAPP dan mitra menginisiasi pendekatan "Sun to Sea" untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir melalui integrasi akses energi bersih.
  • Penyediaan energi bersih mendukung operasional fasilitas pendingin guna menekan kerugian pascapanen serta meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal.
  • Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir serta program prioritas nasional pemerintah.

Suara.com - Masyarakat pesisir selama ini menjadi tulang punggung ekonomi biru Indonesia. Namun, besarnya potensi sektor perikanan dan kelautan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup di wilayah pesisir.

Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) bersama Konservasi Indonesia serta sejumlah mitra mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan akses energi bersih dengan penguatan rantai nilai perikanan dan perlindungan ekosistem pesisir.

Indonesia Country Lead GEAPP, Rizky Fauzianto, mengatakan masyarakat pesisir sebenarnya telah memiliki sumber daya alam, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang besar. Tantangan utamanya adalah memastikan investasi di sektor energi, infrastruktur, hingga akses pasar dapat berjalan secara terpadu.

"Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang. Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan," ujar Rizky kepada Suara.com.

Menurutnya, energi bersih tidak hanya berfungsi menyediakan listrik, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Di banyak desa nelayan, hasil tangkapan ikan masih harus dijual secepat mungkin karena keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), produksi es, dan transportasi. Kondisi tersebut membuat nelayan kehilangan peluang memperoleh harga jual yang lebih baik.

Bahkan, di sejumlah wilayah, kehilangan hasil pascapanen diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen.

Situasi serupa juga dialami petani rumput laut. Meski Indonesia memproduksi sekitar 10,8 juta ton rumput laut pada 2024, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku tanpa melalui proses pengolahan yang memberikan nilai tambah.

Rizky menjelaskan, penyediaan energi yang andal dapat menjadi solusi untuk mendukung operasional cold storage, produksi es, pengolahan hasil perikanan, sistem refrigerasi, hingga konektivitas digital di kawasan pesisir.

baca juga

Dengan demikian, hasil tangkapan maupun produk kelautan dapat disimpan lebih lama, dipasarkan dengan kualitas lebih baik, dan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Saat ini, banyak wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia Timur masih mengandalkan generator diesel yang biaya operasionalnya tinggi karena pasokan bahan bakar harus dikirim melalui jalur laut.

Melalui pendekatan bertajuk "Sun to Sea", GEAPP berupaya menghubungkan pengembangan energi bersih dengan penguatan mata pencaharian masyarakat serta pelestarian ekosistem pesisir.

Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengintegrasikan kebutuhan produktif masyarakat, mulai dari rantai dingin perikanan, usaha kecil, layanan kesehatan, hingga pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Menurut Rizky, ketika pendapatan masyarakat meningkat dan kerugian pascapanen dapat ditekan, masyarakat akan memiliki kapasitas lebih besar untuk menjaga mangrove, padang lamun, maupun terumbu karang yang menjadi fondasi ekonomi pesisir.

Inisiatif ini juga sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah, seperti Kampung Nelayan Merah Putih yang menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan, serta program 100 GW Village Solarisation yang mendorong pemanfaatan energi surya di tingkat desa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

Melalui pendekatan tersebut, GEAPP berharap energi bersih tidak hanya menjadi solusi transisi energi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:47 WIB

PLTMH Kedungrong Andalkan Sungai Kalibawang Terangi Puluhan Rumah

PLTMH Kedungrong Andalkan Sungai Kalibawang Terangi Puluhan Rumah

Foto | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:37 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Terkini

MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!

MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:38 WIB

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:26 WIB

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:23 WIB

Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:17 WIB

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:12 WIB

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:38 WIB

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:27 WIB