MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta

Vania Rossa, Tiara Rosana

Senin, 29 Juni 2026 | 13:58 WIB
MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta
MagangHub Angkatan II Dibuka. (Suara.com/Tiara Rosana)
baca 10 detik
  • Kemnaker menyiapkan anggaran Rp4,2 triliun untuk 150 ribu peserta Program MagangHub Angkatan II yang akan dimulai Agustus 2026.
  • Program ini memberikan uang saku serta jaminan sosial bagi lulusan baru, profesional, dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
  • Pendaftaran peserta dibuka pada 15 hingga 28 Juli 2026 sebagai upaya pemerintah menekan angka pengangguran melalui penyerapan kerja.

Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai 150 ribu peserta, meningkat signifikan dibanding kuota Angkatan I yang berjumlah 100 ribu peserta.

Penambahan kuota dilakukan setelah program angkatan pertama mencatat tingkat penyerapan kerja yang tinggi. Sekitar 30–34 persen peserta langsung memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan.

Pemerintah pun memproyeksikan MagangHub sebagai salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru perguruan tinggi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, selama mengikuti program magang, peserta akan menerima uang saku sebesar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan yang sepenuhnya ditanggung pemerintah, tanpa membebani perusahaan mitra.

"Dari 100 ribu peserta magang itu, setelah enam bulan, 30 persen di antaranya langsung bekerja. Artinya, program ini merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk langsung bekerja dan memperoleh penghasilan," kata Teddy dalam konferensi pers di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Berdasarkan evaluasi Kemnaker, tingkat penawaran kerja bagi peserta Angkatan I bahkan mencapai 34 persen sesaat setelah masa magang berakhir.

Pada Angkatan II, pemerintah juga memperluas cakupan peserta agar program semakin inklusif. Selain lulusan baru perguruan tinggi, MagangHub kini juga terbuka bagi kalangan profesional serta penyandang disabilitas.

"Ada tambahan juga. Jadi selain mahasiswa yang baru lulus S1, nanti ada juga peserta dari kalangan profesional, kemudian saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujar Teddy.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, keputusan menambah kuota menjadi 150 ribu peserta merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto setelah menerima laporan hasil evaluasi Angkatan I.

baca juga

"Hasil evaluasi angkatan pertama kami paparkan kepada Pak Presiden, dan beliau memutuskan untuk menambah kuotanya menjadi 150 ribu. Ini tentu kabar baik bagi adik-adik kita yang baru lulus," ujar Yassierli.

Jadwal Pendaftaran MagangHub Angkatan II

Pendaftaran peserta MagangHub Angkatan II akan dibuka pada 15–28 Juli 2026. Rekrutmen dibagi menjadi tiga gelombang dengan kuota masing-masing 50 ribu peserta.

"Kita mulai pendaftaran peserta pada 15 sampai 28 Juli 2026. Masih ada kesempatan sekitar dua minggu lagi," kata Yassierli.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, membuka MagangHub angkatan II. (Suara.com/Tiara Rosana)
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, membuka MagangHub angkatan II. (Suara.com/Tiara Rosana)

Sebelum pendaftaran peserta dibuka, perusahaan mitra diberi kesempatan mendaftarkan lowongan magang melalui platform MagangHub hingga 15 Juli 2026.

Setiap perusahaan dapat membuka lowongan magang dengan jumlah maksimal 20 persen dari total karyawan yang dimiliki. Adapun program magang dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026.

Sebagai informasi, Program Pemagangan Nasional pertama kali diluncurkan pada Oktober 2025 dengan melibatkan lebih dari 8.000 perusahaan mitra, serta berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.

Selama mengikuti program, seluruh peserta juga akan memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Iuran perlindungan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:36 WIB

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution

Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:32 WIB

Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan

Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:26 WIB

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:25 WIB

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:22 WIB

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:16 WIB

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:11 WIB

5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Mengapa Calon Manajer Koperasi Ikut Pelatihan Militer?

5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Mengapa Calon Manajer Koperasi Ikut Pelatihan Militer?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:02 WIB

Pengamat UMY Soal Safari Politik Jokowi dan PSI: Upaya Amankan Oligarki Lewat Politik 'Bagi Uang'

Pengamat UMY Soal Safari Politik Jokowi dan PSI: Upaya Amankan Oligarki Lewat Politik 'Bagi Uang'

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:59 WIB

Siapa Bertanggung Jawab? Polisi Usut Kelalaian Proyek yang Tewaskan Bocah 4 Tahun di Tebet

Siapa Bertanggung Jawab? Polisi Usut Kelalaian Proyek yang Tewaskan Bocah 4 Tahun di Tebet

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:57 WIB

Uang Saku MagangHub II Tembus Rp6 Juta! Kemnaker Buka Jalur Profesi dan Fokus Pemerataan di Daerah

Uang Saku MagangHub II Tembus Rp6 Juta! Kemnaker Buka Jalur Profesi dan Fokus Pemerataan di Daerah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:43 WIB

×