Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
Yunita Fauziah Putri (28) pemilik rumah produksi Dear June Official. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Yunita Fauziah Putri merintis usaha fesyen sejak tahun 2016 yang kini berkembang menjadi jenama Dear June Official.
  • Strategi pemasaran daring dan inovasi produk masker saat pandemi membantu bisnis menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.
  • Operasional bisnis kini mempekerjakan belasan penjahit lokal dan memberikan peluang kerja fleksibel bagi warga di sekitar produksi.

Suara.com - Berawal dari keinginan sederhana untuk berjualan pakaian saat masih duduk di bangku kuliah, Yunita Fauziah Putri (28) tak pernah menyangka usaha yang ia rintis pada 2016 kini berkembang menjadi jenama fashion perempuan yang mempekerjakan penjahit lokal dan menjangkau pembeli hingga luar negeri.

Di balik pertumbuhan itu, ada proses panjang, mulai dari mencari satu penjahit rumahan, melewati pandemi, hingga membangun rumah produksi sendiri.

Usaha yang kini dikenal sebagai Dear June Official sempat menggunakan nama Shop at Lokal. Pada 2021, Yunita memutuskan melakukan rebranding agar koleksi yang ditawarkan tidak hanya sebatas pakaian basic.

Namun memiliki sentuhan desain yang lebih beragam. Sasaran pasarnya adalah perempuan usia 18 hingga 30 tahun dengan ciri khas motif garis (stripe) yang tetap mengikuti tren.

"Jadi saat saya masuk kuliah, saya memutuskan untuk mau memulai bisnis fashion kayak gitu, sampai sekarang alhamdulillah bisa berjalan lancar," kata Yunita saat ditemui di rumahnya, Senin (29/6/2026).

Meski berlatar belakang pendidikan manajemen, Yunita mengaku belajar desain secara otodidak. Inspirasi pakaian ia tuangkan melalui diskusi dengan penjahit, kemudian dimodifikasi hingga menjadi produk yang sesuai dengan karakter mereknya.

Bertahan Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 justru menjadi salah satu titik balik perjalanan usahanya. Ketika permintaan pakaian menurun, Yunita memilih mengubah strategi dengan memproduksi masker kain.

Langkah itu terbukti jitu, sebab keputusan tersebut membuat bisnisnya tetap bertahan sekaligus menjaga arus kas perusahaan.

baca juga

"Jadi waktu itu kita pivot dari awalnya kita jualan baju ya, kita akhirnya mikir gimana ya caranya kita tetap berjalan dengan kondisi yang saat ini. Kayak gitu kita jualan masker, masker kain kayak gitu. Dan itu terjual puluhan ribu pieces, jadi cukup membantu cash flow kita juga sih," ungkapnya.

Sejak awal, pemasaran memang dilakukan secara daring. Mulanya melalui Instagram dan WhatsApp.

Baru kemudian sejak 2018, Yunita memanfaatkan marketplace seperti Shopee untuk melebarkan promosi produk-produknya.

Menurut Yunita, keberhasilan berjualan secara online bukan hanya soal membuka toko, tetapi juga memaksimalkan berbagai strategi dan fitur yang tersedia.

Rumah produksi Dear June Official di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (29/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
Rumah produksi Dear June Official di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (29/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

"Jadi kalau di Shopee itu sendiri enggak cuman asal upload katalog aja terus kita pasrah gitu ya tapi kita juga manfaatin semua fitur. Jadi tetap kita harus punya strategi yang jelas untuk gimana caranya kita bisa jualan di marketplace seperti Shopee," ujarnya.

Kini produk Dear June Official tidak hanya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jogja hingga Papua. Namun sudah mulai menjangkau pasar Singapura dan Malaysia.

Diakui Yunita, Singapura menjadi pasar luar negeri yang paling responsif terhadap produknya.

"Kita itu kemarin paling banyak itu marketnya ternyata ada di Singapura," katanya.

Tumbuh Bersama Lingkungan

Perkembangan usaha tak hanya dirasakan oleh Yunita dan keluarganya tapi juga membawa dampak bagi lingkungan sekitar.

Jika dulu hanya bekerja sama dengan satu penjahit rumahan, kini Dear June Official memiliki lima penjahit di rumah produksi serta sekitar lima penjahit rumahan yang mengerjakan pesanan dari rumah masing-masing.

Produksi mereka sudah mampu mencapai ratusan potong pakaian setiap hari, bergantung pada model yang dikerjakan.

"Kalau resi (yang dikirim) sekarang puluhan sampai ratusan sehari," ujar dia.

Lebih dari itu, perusahaan Yunita turut membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Termasuk ibu rumah tangga yang membutuhkan pekerjaan dengan waktu fleksibel.

Salah satunya adalah Efi Nia Astuti (38), yang bergabung beberapa bulan terakhir di bagian finishing.

"Sebelumnya saya ibu rumah tangga, kerja di sini lumayan buat tambah jajan anak-anak," kata Nia.

Nia mengatakan sistem kerja yang fleksibel membuatnya tetap bisa mengurus keluarga. Ia datang bekerja setelah mengantar atau menjemput anak sekolah.

Sementara ketika pesanan sedang membludak ia tak keberatan lembur hingga malam untuk membantu menyelesaikan produksi. Apalagi, Nia tinggal di desa yang sama dengan rumah produksi.

Tak jauh berbeda, Johan Siti Nur Aini yang bertugas sebagai penjahit turut merasakan manfaat bekerja di Dear June Official.

Ia terhitung sudah sekitar setahun terakhir bekerja bersama Yunita. Sebelumnya, Siti memiliki usaha modiste rumahan yang terdampak pandemi sehingga pesanan menurun.

"Saya di sini bekerja udah dari April 2025. Alhamdulillah, (penghasilan) lumayan, dan sangat-sangat lumayan," ungkap Siti.

Ke depan, Yunita berharap pertumbuhan bisnisnya tidak hanya tercermin dari peningkatan penjualan. Namun semakin banyak warga sekitar yang dapat diberdayakan dalam proses produksi.

Baginya, perkembangan usaha akan lebih bermakna jika turut membuka kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi di lingkungan tempat usahanya tumbuh.

"Kita pengennya ke depannya bertumbuh semakin tinggi lagi. Kita juga berharapnya bisa support dari tetangga-tetangga sekitar yang kita berdayakan juga untuk ikut produksi kita," pungkas Yunita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:10 WIB

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:12 WIB

PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027

PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:17 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Taktik Agresif Bocah Sleman Sukses Pecundangi Rider Eropa di Moto3 Junior, Penuh Drama Berdebar

Taktik Agresif Bocah Sleman Sukses Pecundangi Rider Eropa di Moto3 Junior, Penuh Drama Berdebar

Otomotif | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:37 WIB

Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:47 WIB

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:21 WIB

Lagu 'SaWaDiKa' Lisa di VMA 2026: Bukti Budaya Lokal Bisa Taklukkan Dunia

Lagu 'SaWaDiKa' Lisa di VMA 2026: Bukti Budaya Lokal Bisa Taklukkan Dunia

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:20 WIB

Sederet Temuan Janggal Ombudsman di Lapas Cibinong: Akses Terbuka, Mobil Mewah Hingga Botol Miras

Sederet Temuan Janggal Ombudsman di Lapas Cibinong: Akses Terbuka, Mobil Mewah Hingga Botol Miras

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:17 WIB

Kabar Baik Guru dan Nakes! APBN 2027 Tanggung Gaji PPPK Daerah Rp23 Triliun

Kabar Baik Guru dan Nakes! APBN 2027 Tanggung Gaji PPPK Daerah Rp23 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:16 WIB

Buka-Bukaan di DPR, Ombudsman Beberkan Kronologi Dihalau saat Sidak Lapas Cibinong

Buka-Bukaan di DPR, Ombudsman Beberkan Kronologi Dihalau saat Sidak Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:15 WIB

Bangladesh Tumpul di Depan, Thomas Doley Akui Tak Punya Striker Ideal Jelang Hadapi Indonesia

Bangladesh Tumpul di Depan, Thomas Doley Akui Tak Punya Striker Ideal Jelang Hadapi Indonesia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:15 WIB

Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG

Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 16:15 WIB

Pusat Siapkan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah pada 2027

Pusat Siapkan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah pada 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:05 WIB

Kabar Baik dari Belanda! Mees Hilgers Segera Debut Bersama SC Heerenveen, PSV Jadi Lawan Pertama?

Kabar Baik dari Belanda! Mees Hilgers Segera Debut Bersama SC Heerenveen, PSV Jadi Lawan Pertama?

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:03 WIB

Mengupas Karakter Kim Seon-ho di 'The Childe': Tersenyum Lebar tapi Bikin Merinding!

Mengupas Karakter Kim Seon-ho di 'The Childe': Tersenyum Lebar tapi Bikin Merinding!

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:00 WIB

×