- Enam orang dewasa tewas dalam insiden penembakan di fasilitas kesejahteraan remaja, Stade, Jerman, akibat konflik internal keluarga.
- Pelaku beserta dua orang terkait telah ditangkap oleh aparat kepolisian di lokasi kejadian untuk proses investigasi lebih lanjut.
- Kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan terkendali, sementara satu korban luka saat ini masih menjalani perawatan medis.
Suara.com - Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan di sebuah pusat kesejahteraan remaja di Stade, Jerman utara, bertambah menjadi enam orang.
Otoritas setempat menyebut tragedi ini sebagai dugaan konflik antar anggota keluarga.
Juru bicara kepolisian mengonfirmasi seluruh korban tewas adalah orang dewasa.
“Indikasi awal mengarah pada konflik internal keluarga, bukan motif teror atau kriminal terorganisir,” ujarnya seperti dilansir dari media Jerman.
Pelaku penembakan berhasil ditangkap di lokasi kejadian.
Selain itu, dua orang lainnya turut diamankan karena diduga memiliki keterkaitan dengan insiden berdarah tersebut.
Satu korban luka dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi stabil.
Polisi memastikan situasi telah terkendali dan tidak ada lagi ancaman bagi masyarakat.
![Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan di sebuah pusat kesejahteraan remaja di Stade, Jerman utara, bertambah menjadi enam orang. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/56761-penembakan-di-jerman.jpg)
Penembakan terjadi di kawasan Dankerstrasse, Stade, kota berpenduduk sekitar 50.000 jiwa yang terletak di tepi Sungai Elba, sekitar 50 kilometer dari Hamburg.
Aparat langsung menutup area dan mengerahkan pasukan bersenjata lengkap serta tim medis dalam jumlah besar.
“Tidak ada lagi bahaya bagi publik,” tegas kepolisian sekitar pukul 12.15 waktu setempat.
Rekaman dari media lokal menunjukkan jalan-jalan kota dipenuhi garis polisi, sementara helikopter darurat berpatroli di udara.
Warga sebelumnya diminta menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan.
Insiden ini terjadi di fasilitas sosial yang diketahui melayani perempuan hamil, ibu dengan anak kecil, serta anak-anak usia dini.
“Terjadi pembunuhan dengan banyak korban di fasilitas kesejahteraan remaja,” kata pihak kepolisian dalam pernyataan resminya.
Hingga kini, identitas pelaku, korban, dan pihak terkait lainnya belum diungkap ke publik.
Area kejadian masih dijaga ketat untuk kepentingan investigasi.
Tragedi ini menjadi salah satu kasus penembakan paling serius di Jerman dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, pada 2020, serangan di Hanau menewaskan sembilan orang.
Insiden lain terjadi di Hamburg pada 2023, ketika enam orang tewas dalam penembakan di sebuah tempat ibadah.