-
Iran menolak keras proposal Prancis untuk membersihkan ranjau di kawasan strategis Selat Hormuz.
-
Operasi pembersihan jalur pelayaran minyak tersebut diklaim sepenuhnya menjadi hak kedaulatan wilayah Iran.
-
Konflik di Selat Hormuz terus membayangi kestabilan pasokan energi dan ekonomi dunia saat ini.
Aturan transisi tersebut menempatkan koordinasi keamanan laut sepenuhnya di tangan otoritas pertahanan Iran.
Segala bentuk intervensi militer luar dianggap sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional.
Langkah sepihak Prancis dinilai mencederai kesepakatan navigasi sementara yang sudah dibangun sebelumnya.
Selat Hormuz merupakan urat nadi utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair di seluruh dunia.
Kawasan perairan ini terus bergejolak sejak pecahnya konflik militer terbuka pada 28 Februari 2026 lalu.
Perseteruan sengit yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pengamanan selat semakin krusial.