- Partai Gerindra mendesak pemerintah mengevaluasi total standar keselamatan Latsarmil setelah lima peserta meninggal dunia dalam pelatihan tersebut.
- Pemerintah wajib memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta melakukan investigasi kasus secara terbuka, transparan, dan akuntabel.
- Kementerian Pertahanan mengubah konsep Latsarmil menjadi pembekalan bela negara untuk meningkatkan aspek keselamatan peserta program strategis.
Perubahan itu diikuti dengan penghapusan latihan menembak, pengurangan intensitas aktivitas fisik, serta pengalihan materi pelatihan ke pembentukan disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan manajerial yang dinilai lebih sesuai bagi peserta yang berasal dari kalangan sipil.
Evaluasi dilakukan setelah lima peserta SPPI meninggal dunia di lokasi pendidikan berbeda.
Kelimanya adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal akibat henti jantung, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis, Muhammad Rifki Renaldi setelah mengalami gangguan pernapasan, serta Nola Dya Sari yang meninggal usai mengalami penurunan kondisi kesehatan saat mengikuti pelatihan.
Kemhan menyatakan perubahan konsep tersebut dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan peserta tanpa menghilangkan tujuan utama program, yakni membentuk karakter dan menyiapkan calon pengelola koperasi Merah Putih.