Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

Muhamad Yasir, Tiara Rosana

Selasa, 30 Juni 2026 | 14:14 WIB
Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?
Suasana penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Jokowi diketahui melakukan ritual menginjak kaki kerbau. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Lukas Luwarso menilai aksi Jokowi menginjak kepala kerbau di Lampung sebagai simbol politik untuk menyerang PDIP.
  • Tindakan tersebut diduga menjadi strategi awal Jokowi dalam mengampanyekan PSI untuk menggerus basis suara PDIP.
  • Kegiatan safari politik berbalut prosesi adat di Lampung itu dinilai mencederai nilai budaya serta etika berpolitik masyarakat.

Suara.com - Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso, menilai aksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung bukan sekadar bagian dari prosesi adat.

Menurutnya, tindakan tersebut mengandung pesan politik yang ditujukan kepada PDI Perjuangan (PDIP).

Pandangan itu disampaikan Lukas dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang tayang pada Selasa (30/6/2026). Ia mengaku telah menuangkan analisis tersebut dalam sebuah tulisan berjudul Semiotika Politik Jokowi Menginjak Kepala.

"Dalam tulisan saya berjudul Semiotika Politik Jokowi Menginjak Kepala, itu ditujukan kepada PDIP, PDI Perjuangan. Kenapa begitu? Karena memang ini kan kick-start awal Jokowi mau mengampanyekan PSI, partai anaknya," ungkap Lukas.

Menurut Lukas, jika dikaitkan dengan dinamika politik saat ini, PSI hanya dapat memperluas basis dukungannya dengan menggerus suara PDIP.

Atas dasar itu, ia menafsirkan kepala kerbau sebagai metafora kepala banteng yang identik dengan lambang PDIP.

"Kepala kerbau itu kan metafor atau analogi atau sinonim dari kepala bantenglah. Karena kan di Indonesia banteng dilindungi, enggak mungkin boleh dipotong. Nah, itu diinjak, itu satu bahasa politik semiotika yang menunjukkan dia ingin menginjak PDIP," jelasnya.

Lukas menegaskan, tafsir tersebut merupakan analisis pribadinya terhadap rangkaian peristiwa yang terjadi saat safari politik Jokowi di Lampung. Karena itu, ia mempersilakan Jokowi memberikan penjelasan apabila memiliki maksud berbeda.

"Silakan kalau Jokowi mau mencoba menjelaskan, akan lebih baik kalau dia jujur dengan menjelaskan maksudnya apa," katanya.

baca juga
Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso. [tangkapan layar]
Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso. [tangkapan layar]

Selain menyoroti simbol menginjak kepala kerbau, Lukas juga menilai seluruh rangkaian kegiatan Jokowi di Lampung merupakan agenda politik yang dikemas melalui prosesi adat.

"Yang saya lihat adalah ini satu event yang dibuat, satu teater yang dirancang untuk proyek politik. Dan ini satu akrobat politik baru dari Jokowi. Jadi menggunakan upacara adat untuk kepentingan politik partisan, untuk kampanye politik," ujarnya.

Menurut Lukas, kegiatan tersebut tidak semestinya dilakukan karena tahapan kampanye Pemilu 2029 belum dimulai. Ia juga mempertanyakan alasan Jokowi yang tampil melakukan safari politik, bukan Ketua Umum PSI.

"Kalau memang ini adalah proyek teater untuk kampanye PSI sebagai partai baru dan dia ketua baru, kenapa bapaknya?" ujar Lukas.

Lebih lanjut, ia menilai prosesi tersebut berpotensi mencederai nilai-nilai adat Lampung dan mempertanyakan keterlibatan para tokoh adat dalam acara tersebut.

"Nah, yang ketiga saya kira ini sudah menodai acara tata adat budaya di Lampung," tegasnya.

Sebelumnya, Jokowi menjadi perhatian publik setelah foto dirinya menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa di Lampung viral di media sosial.

Prosesi tersebut memunculkan berbagai tafsir di ruang publik.

Sejumlah tokoh adat Lampung kemudian menjelaskan bahwa penyembelihan kerbau merupakan bagian dari tradisi dalam prosesi pemberian gelar adat. Namun, makna di balik aksi menginjak kepala kerbau masih memunculkan beragam interpretasi dan menjadi perdebatan di tengah masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Maharani Respons Safari Jokowi: Jaga Situasi Tetap Kondusif dan Tetap Adem

Puan Maharani Respons Safari Jokowi: Jaga Situasi Tetap Kondusif dan Tetap Adem

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:08 WIB

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:16 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Terkini

Investor Kripto Diingatkan Jangan Asal Transaksi

Investor Kripto Diingatkan Jangan Asal Transaksi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:10 WIB

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:02 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 08:00 WIB

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Surakarta | Selasa, 29 September 2026 | 07:53 WIB

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:47 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

×