Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 Juli 2026 | 07:09 WIB
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf ancam Rezim Zionis Israel terkait serangan ke Lebanon. Ia sebut waktu hampir habis dan siap beri reaksi keras.
baca 10 detik
  • Iran membatasi izin lintas bebas Selat Hormuz hanya selama 60 hari kepada Amerika Serikat.

  • Teheran siap menghadapi perang terbuka jika Washington melanggar kesepakatan memorandum damai yang ada.

  • Pencairan aset senilai 12 miliar dolar AS memulihkan ekspor minyak mentah ekonomi Iran.

Suara.com - Iran membatasi izin lintas bebas di Selat Hormuz hanya selama 60 hari demi mendesak kepatuhan Amerika Serikat terhadap memorandum terbaru. Langkah tegas ini diambil setelah rentetan serangan lintas batas mengancam stabilitas geopolitik di Timur Tengah.

Negara pimpinan Masoud Pezeshkian ini menolak tunduk pada tekanan militer maupun ekonomi Barat dalam mempertahankan jalur maritim vital tersebut. Jalur perdagangan energi dunia kini berada di ambang ketidakpastian baru akibat tenggat waktu yang ketat.

Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan posisi geopolitik negaranya yang tidak dapat diganggu gugat. Penguasaan penuh atas jalur navigasi global tersebut menjadi kartu as Teheran dalam bernegosiasi.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

"Iran dalam kondisi apa pun tidak akan melepaskan hak-haknya di Selat Hormuz," ujar Qalibaf dalam wawancara televisi di saluran Telegram miliknya, dikutip dari Anadolu, Rabu (1/7/2026).

Teheran menilai bentrokan militer yang melibatkan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah baru-baru ini sebagai pelanggaran fatal. Pelanggaran tersebut mencederai komitmen awal pemulihan perdamaian yang disepakati kedua belah pihak.

"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," kata Qalibaf.

Pihak Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi skenario terburuk jika jalur diplomasi tidak membuahkan hasil nyata. Penguatan militer di sepanjang pantai terus dilakukan sebagai antisipasi terhadap provokasi susulan.

"Proses ini menunjukkan bahwa kami serius dalam menerapkan memorandum; kami berdua terlibat dalam dialog, and jika mereka tidak memenuhi komitmen mereka dalam pembicaraan, kami siap untuk perang," tambah Qalibaf.

Di balik ancaman militer tersebut, kesepakatan diplomatik ini membawa dampak positif bagi penurunan intensitas konflik di wilayah sekutu. Agresi militer di Lebanon dilaporkan mereda secara signifikan setelah dokumen elektronik ditandatangani.

baca juga

"Di bidang diplomasi, kami juga berupaya melanjutkan pembicaraan untuk menerapkan 5 syarat yang seharusnya segera dilaksanakan setelah penandatanganan memorandum, atau yang proses implementasinya seharusnya sudah dimulai," jelas Qalibaf.

Memorandum ini juga membuka sumbatan finansial luar biasa bagi perekonomian Teheran yang lama terisolasi. Akses terhadap dana miliaran dolar kini mulai terbuka secara bertahap untuk kebutuhan domestik.

"Berdasarkan memorandum tersebut, dari total aset kami sebesar 24 miliar dolar AS di berbagai negara, 12 miliar dolar AS akan tersedia bagi bank sentral sehingga dapat membeli barang apa pun yang dibutuhkannya, dengan harga berapa pun dan dalam mata uang apa pun di seluruh dunia," ungkap Qalibaf.

Pemulihan sektor energi langsung terlihat dari lonjakan volume ekspor minyak mentah yang melintasi pasar internasional. Teheran kini menikmati posisi tawar yang jauh lebih kuat dalam menentukan harga komoditas utamanya.

Qalibaf juga menyatakan bahwa sanksi terkait minyak telah dicabut, serta mengklaim Iran sekarang menjual minyaknya 20 persen lebih mahal. Lonjakan pendapatan ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi dalam negeri mereka.

"Sejak blokade laut dicabut, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," tutur Qalibaf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai

Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:42 WIB

Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian

Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:00 WIB

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

Terkini

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:30 WIB

×