Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB
Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
baca 10 detik
  • Iran memprioritaskan pelaksanaan nota kesepahaman penghentian perang daripada memulai negosiasi final dengan Amerika Serikat.

  • Amerika Serikat telah menerbitkan lisensi resmi penjualan minyak dan proses pencairan aset Iran sedang berjalan.

  • Nota kesepahaman Islamabad yang berisi 14 poin disepakati demi meredam ketegangan militer di kawasan.

Suara.com - Pemerintah Iran memilih fokus mengawal implementasi pemulihan hak ekonomi dan penghentian perang daripada membuka ruang dialog baru dengan Amerika Serikat. Teheran menegaskan komitmennya untuk memastikan semua poin kesepakatan damai berjalan konkret di lapangan.

Langkah taktis ini diambil demi memulihkan stabilitas wilayah dan mengamankan aset negara yang sempat dibekukan. Fokus utama Teheran kini tertuju pada eksekusi teknis yang membawa dampak langsung bagi perekonomian domestik mereka.

Kebijakan tegas ini memperlihatkan bahwa Iran tidak ingin terjebak dalam diplomasi seremonial yang berkepanjangan. Mereka menuntut pemenuhan janji nyata sebelum melangkah ke komitmen politik yang lebih tinggi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)

Realisasi kesepakatan mulai terlihat setelah Washington menerbitkan izin khusus yang membuka kembali keran perdagangan luar negeri Iran. Sektor energi menjadi poin krusial yang langsung dipantau ketat oleh otoritas Teheran saat ini.

Pihak Amerika Serikat dilaporkan telah menerbitkan lisensi yang diperlukan berdasarkan Pasal 10 nota kesepahaman terkait penjualan minyak. Iran kini mengawasi secara saksama bagaimana aturan baru tersebut berjalan di pasar global.

Selain perdagangan minyak, pencairan dana negara yang selama ini tertahan di luar negeri juga menunjukkan perkembangan positif. Proses pengembalian hak finansial tersebut sedang berjalan sesuai dengan koridor hukum yang disepakati.

Tim ahli dari Teheran dijadwalkan terbang ke Doha pada akhir pekan ini untuk mengawal proses keuangan tersebut. Kedatangan mereka khusus untuk memastikan hak finansial Iran kembali tanpa hambatan birokrasi.

Pemerintah Iran memastikan tidak akan terburu-buru membuka pembahasan mengenai draf perjanjian damai yang bersifat permanen. Diskusi strategis tingkat lanjut hanya akan terjadi jika syarat-syarat awal yang mendasar telah terpenuhi seutuhnya.

Sesuai aturan main, pembahasan komprehensif baru bisa berjalan setelah poin-poin krusial terkait gencatan senjata dan ekonomi selesai dieksekusi. Iran memegang teguh komitmen pemenuhan pasal-pasal awal ini sebagai syarat mutlak.

baca juga

Otoritas Teheran juga membantah rumor yang menyebutkan adanya agenda pertemuan rahasia dengan pejabat tinggi Washington di Qatar. Kehadiran delegasi Iran di Doha murni membawa misi teknis perbankan dan bukan untuk diplomasi politik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan sikap resmi negaranya kepada awak media terkait isu tersebut. Beliau memastikan tidak ada agenda pertemuan bilateral dalam waktu dekat.

“Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika pada tingkat apa pun dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Nota kesepahaman Islamabad berkekuatan hukum sejak pertengahan Juni tahun ini setelah ditandatangani secara elektronik oleh kedua kepala negara. Kesepakatan 14 poin ini lahir untuk meredam konflik bersenjata yang sempat memanas di Timur Tengah.

Hubungan kedua negara sempat berada di titik nadir akibat eskalasi militer yang melibatkan serangan udara langsung. Perjanjian ini mengatur poin penting mulai dari gencatan senjata, penarikan pasukan di perbatasan, hingga pemulihan aktivitas pelayaran aman di Selat Hormuz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Terkini

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:17 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:35 WIB

Jurist Tan dan Fiona Handayani Lampaui Wewenang sebagai Stafsus Nadiem Makarim

Jurist Tan dan Fiona Handayani Lampaui Wewenang sebagai Stafsus Nadiem Makarim

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:31 WIB

Polda Metro Jaya Buru Aset Hanania Travel, Korban Umrah Berpeluang Tetap Diberangkatkan

Polda Metro Jaya Buru Aset Hanania Travel, Korban Umrah Berpeluang Tetap Diberangkatkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:29 WIB

Arti Mawar Kuning yang Buat Nadiem Makarim Menangis dan Peluk Erat Driver Ojol di Pengadilan Tipikor

Arti Mawar Kuning yang Buat Nadiem Makarim Menangis dan Peluk Erat Driver Ojol di Pengadilan Tipikor

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:24 WIB

×