Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

Muhamad Yasir

Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:09 WIB
Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing
Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya bersama Tim Dokkes memberikan pendampingan psikologis dan pemeriksaan kesehatan terhadap salah satu korban penyekapan bos percetakan di Senen, Jakarta Pusat. [Dok. Polda Metro Jaya]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya memberikan pendampingan kesehatan dan psikologis kepada tiga korban penyekapan di Senen, Jakarta Pusat.
  • Asesmen awal dilakukan guna memastikan kondisi fisik dan mental para korban agar tetap mampu mengikuti rangkaian proses hukum.
  • Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat sedang memproses kasus penyekapan sekaligus laporan balik perusahaan terkait dugaan tindak pidana pencurian.

Suara.com - Polda Metro Jaya memberikan pendampingan psikologis dan pemeriksaan kesehatan kepada tiga korban penyekapan bos percetakan di Senen, Jakarta Pusat. Langkah ini dilakukan di tengah proses hukum yang masih berjalan, termasuk setelah ketiga korban dilaporkan balik atas dugaan pencurian.

Pendampingan dilakukan oleh Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya bersama Tim Dokkes di Kantor LBH, Jalan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026). Kegiatan itu turut didampingi personel Polres Metro Jakarta Pusat dan tim kuasa hukum korban.

Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Y. mengatakan, asesmen dilakukan untuk memastikan kondisi fisik maupun psikologis para korban setelah mengalami dugaan penyekapan.

“Tujuannya adalah untuk memastikan adik-adik kita ini berada dalam keadaan yang sehat, baik secara fisik maupun secara psikologis, agar mereka dapat melanjutkan proses ini seperti ketentuan yang berlaku,” ujar Ida Bagus kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan merupakan asesmen awal yang akan menjadi dasar bagi pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing korban.

Ia menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik serta penasihat hukum untuk memastikan seluruh kebutuhan korban selama proses hukum berlangsung dapat dipenuhi.

“Semuanya berproses untuk membantu proses penyidikan maupun proses-proses lainnya agar perkara ini menjadi lebih terang,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, para korban dinilai masih mampu mengikuti proses pendampingan. Meski demikian, kondisi psikologis mereka masih akan terus dipantau.

“Yang jelas kami saat ini telah melakukan asesmen awal, dan asesmen ini akan kami tindak lanjuti dalam konteks memberikan pendampingan,” ujarnya.

baca juga

Pendampingan, lanjut Ida Bagus, akan terus diberikan apabila para korban membutuhkan layanan kesehatan ataupun bantuan psikologis lanjutan.

Polisi pamerkan barang bukti kasus penyekapan 3 pekerja percetakan di Senen, Senin (29/6/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
Polisi pamerkan barang bukti kasus penyekapan 3 pekerja percetakan di Senen, Senin (29/6/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

Dilaporkan Balik

Di sisi lain, proses hukum kasus ini berkembang setelah tiga korban penyekapan dilaporkan balik oleh pihak perusahaan atas dugaan pencurian pelat percetakan.

Laporan tersebut dibuat pada 30 Juni 2026 dan kini masih didalami penyidik Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi menyatakan belum mengambil kesimpulan karena proses penyelidikan terhadap laporan itu masih berlangsung.

Kasus penyekapan sendiri sebelumnya terungkap setelah polisi menggerebek sebuah percetakan di kawasan Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Saat itu, tiga korban berinisial TS (24), MRJ (20), dan AS (19) ditemukan dalam kondisi kaki diborgol serta dirantai.

Mereka diduga disekap setelah dituduh mencuri pelat percetakan. Keluarga korban bahkan disebut sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp50 juta dengan janji para pekerja akan dibebaskan.

Perkara tersebut telah menyeret pemilik percetakan sebagai tersangka dugaan penyekapan, sementara laporan dugaan pencurian terhadap ketiga korban masih terus diproses penyidik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?

Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×