Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Bella, Tiara Rosana

Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
Suasana duku di kediaman Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. [Instagram]
baca 10 detik
  • Kemenkes menginvestigasi dugaan intimidasi terhadap dr. Icha di IGD RS Leona, NTT, yang memicu proses penyelidikan kepolisian.
  • Investigasi menemukan lemahnya sistem perlindungan tenaga medis serta kurangnya koordinasi antara fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah setempat.
  • Petugas keamanan RS Leona gagal mencegah akses pihak tidak berkepentingan ke ruang IGD saat dugaan intimidasi terjadi.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap sejumlah temuan penting dari investigasi internal terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Priscila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu temuan yang disorot ialah lemahnya perlindungan terhadap tenaga medis saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengatakan investigasi dilakukan atas instruksi Menteri Kesehatan dan permintaan Gubernur NTT.

Tim investigasi melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), hingga Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

Meski begitu, Kemenkes menegaskan tidak membuka secara rinci hasil investigasi karena kasus tersebut sudah masuk dalam proses penyelidikan kepolisian.

"Sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, Kemenkes tidak dapat menyampaikan secara rinci hasil investigasi internal, karena hasil investigasi ini nanti akan kita berikan kepada kepolisian," kata Yuli dalam konferensi pers secara daring, Jumat (3/7/2026).

Dari investigasi yang dilakukan, Kemenkes menemukan adanya celah dalam sistem perlindungan tenaga medis. Yuli menyebut koordinasi antara fasilitas kesehatan, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah dalam memberikan pengawasan serta perlindungan kepada tenaga medis tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Yuli, ketika tenaga medis membutuhkan perlindungan dan intervensi cepat, tidak ada koordinasi yang efektif di lapangan.

"Dalam investigasi, kami melihat koordinasi tidak berjalan antara fasyankes, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah dalam pengawasan dan pelindungan tenaga medis tenaga kesehatan. Sistem di daerah tidak berjalan," terangnya.

baca juga
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Yuli Farianti (kiri). ANTARA/Mecca Yumna
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Yuli Farianti (kiri). ANTARA/Mecca Yumna

"Kami melihat itu ada gap yang sangat besar. Justru ini yang perlu kita perbaiki ke depan," tambah Yuli.

Temuan lain juga mengarah pada lemahnya pengamanan di IGD Rumah Sakit Leona. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga orang yang diduga melakukan intimidasi disebut dapat masuk ke area IGD tanpa dicegah.

Yuli menjelaskan ruang IGD seharusnya menjadi area terbatas karena merupakan tempat penyelamatan nyawa pasien, sehingga tenaga medis membutuhkan konsentrasi penuh saat bekerja.

"UGD itu ada di depan, kemudian ketiga orang tersebut langsung masuk ke dalam, yang seharusnya dilakukan pengamanan nakesnya, satpam atau di situ untuk langsung mengusir ketiga orang tersebut," kata Yuli.

Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra, juga mengatakan tim investigasi memperoleh keterangan bahwa petugas keamanan belum melakukan tindakan saat dugaan intimidasi terjadi.

Ia menambahkan tidak ada pihak yang berupaya menghentikan dugaan intimidasi di ruang IGD, padahal ruangan tersebut memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan hanya boleh diakses oleh pihak yang berkepentingan.

"Pada saat ada tiga orang yang diduga melakukan intimidasi, pihak security pengamanan di sana pun belum melakukan aktivitas pengamanan," ungkap Rudi.

"Tidak ada yang berupaya untuk menghentikan kejadian tersebut. Padahal sebetulnya di ruangan IGD itu ada SOP-nya. Tentu pihak-pihak yang tidak berkepentingan sebaiknya tidak masuk dalam ruang rawat IGD tersebut," lanjutnya.

Kemenkes juga mengungkap manajemen rumah sakit baru datang setelah dugaan intimidasi terjadi. Menurut Yuli, pimpinan rumah sakit memang berupaya melerai situasi, namun saat itu intimidasi secara verbal disebut sudah lebih dulu diterima oleh dr. Icha.

"Kalau ini sudah terintimidasi, manajemen baru hadir atau keamanan baru hadir, nah itu saya rasa satu hal yang tidak pas. Caranya harusnya jangan ada intimidasi sebelum dokter itu melaksanakan kegiatan," tutur Yuli.

Atas temuan tersebut, Kemenkes menyatakan pemerintah daerah akan melakukan pembinaan kepada fasilitas kesehatan sesuai kewenangannya, termasuk pemberian sanksi berdasarkan tingkat pelanggaran yang ditemukan dalam hasil investigasi.

Kasus ini mencuat setelah meninggalnya dr. Icha memicu dugaan adanya intimidasi saat bertugas menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona.

Kemenkes menegaskan hasil investigasi internal selanjutnya akan diserahkan kepada kepolisian untuk mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:03 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:53 WIB

Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!

Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:10 WIB

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:16 WIB

PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!

PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:58 WIB

Mengintip Teror  402: Rumah Sakit Angker Korea, Film Horor Adaptasi yang Mencekam

Mengintip Teror 402: Rumah Sakit Angker Korea, Film Horor Adaptasi yang Mencekam

Video | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:30 WIB

Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara

Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:39 WIB

Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!

Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:16 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz

iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati

Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:59 WIB

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

×