Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:03 WIB
Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana. [Suara.com/Faqih]
baca 10 detik
  • Kemensos dan TNI menjadwalkan 1.000 taruna Akmil memberikan pendampingan asrama di 178 Sekolah Rakyat pada 3–8 Agustus 2026.
  • Wamensos menyatakan taruna bertugas membimbing kemandirian dan mencegah perundungan, bukan menggantikan peran guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
  • Anggota Komisi VIII DPR RI menekankan pentingnya menjaga batas profesionalisme pendidikan sipil dengan tetap mengedepankan pendekatan pedagogis yang humanis.

Suara.com - Rencana Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan TNI untuk menerjunkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II ke 178 titik Sekolah Rakyat menuai sorotan. 

Program bimbingan keasramaan tersebut dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari di setiap lokasi, mulai 3 hingga 8 Agustus 2026 mendatang. 

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, I Ketut Kariyasa Adnyana, memberikan catatan kritis. 

Ia menegaskan, bahwa meskipun penguatan karakter adalah hal yang penting, penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat harus tetap berada pada koridor pedagogis yang humanis dan inklusif. 

Kariyasa Adnyana menekankan, bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai program afirmasi untuk memutus rantai kemiskinan serta memberikan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Karakteristik khusus ini menurutnya menuntut pendekatan yang berbasis pada pemberdayaan sosial. 

"Sekolah Rakyat dibangun untuk memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan sosial. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus tetap berlandaskan prinsip pendidikan yang humanis dan berpusat pada peserta didik,” ungkap Kariyasa Adnyana dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026). 

Legislator asal Bali ini juga menanggapi kritik dari SETARA Institute mengenai potensi kaburnya batas antara ranah sipil dan militer dalam program ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah harus lebih sensitif dalam menempatkan peran institusi sesuai porsinya. 

Pendidikan nasional, lanjutnya, memiliki ruang lingkup yang seharusnya dikelola oleh para pendidik, tenaga kependidikan, dan pekerja sosial yang ahli di bidangnya. 

"Fraksi PDI Perjuangan sangat mendukung penguatan karakter peserta didik. Namun, pembentukan karakter itu harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat, yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan nasional. Kita harus memastikan peran guru dan institusi sipil tetap menjadi aktor utama dalam setiap penyelenggaraan pendidikan,” tambahnya. 

baca juga

Lebih lanjut, Kariyasa menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme setiap lembaga negara sesuai dengan fungsinya masing-masing. 

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya batasan yang jelas dan proporsional antara ranah pendidikan sipil dan ranah pertahanan negara agar tidak menimbulkan kegelisahan di tengah publik. 

“Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan resistensi atau kekhawatiran di masyarakat. Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi ruang belajar yang nyaman, partisipatif, dan mampu memberdayakan masyarakat rentan. Oleh karena itu, mari kita kembalikan fokus orientasi program ini pada metode pedagogis yang humanistik dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik," ujarnya. 

Fraksi PDI Perjuangan di Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi Sekolah Rakyat. 

Hal ini dilakukan guna memastikan program tetap berjalan sesuai dengan amanat undang-undang pendidikan serta menjadikan kepentingan terbaik bagi peserta didik sebagai prioritas utama. 

Sebelumnya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pelibatan para taruna bukan untuk menggantikan peran guru di ruang kelas, melainkan memberikan pendampingan kepada siswa dalam kehidupan berasrama. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×