Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Bella

Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
Ilustrasi pemadaman listrik.[Unsplash/Claudio Schwarz]
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat selama dua hari terakhir menyebabkan kerugian ekonomi bagi para pelaku usaha.
  • DPRD Kota Singkawang meminta PT PLN meningkatkan transparansi informasi terkait penyebab dan penanganan gangguan kelistrikan di wilayah tersebut.
  • PT PLN menyatakan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pembangkit listrik, bukan disebabkan oleh krisis pasokan energi primer.

Suara.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai berdampak pada aktivitas ekonomi. Pelaku usaha mengaku mengalami kerugian karena operasional terganggu, sementara DPRD Kota Singkawang meminta PT PLN (Persero) meningkatkan keterbukaan informasi terkait penyebab dan penanganan gangguan kelistrikan.

Salah satu pelaku usaha yang terdampak adalah Owner Rumah Laundry Bengkayang, Yanti. Ia mengatakan pemadaman listrik yang berlangsung dalam dua hari terakhir membuat usahanya kesulitan memenuhi pesanan pelanggan, terutama layanan cuci ekspres yang bergantung pada mesin.

"Kalau terjadi pemadaman dalam waktu lama dan tidak ada pemberitahuan H-1, tentu sangat merugikan. Kami biasanya menerima cucian ekspres yang diantar pagi dan selesai sore. Karena tidak tahu akan ada pemadaman, kami tetap menerima pesanan, tetapi akhirnya tidak bisa menepati janji kepada pelanggan," katanya di Bengkayang, seperti dkutip dari Antara, Jumat (3/7/2026).

Menurut Yanti, selain menurunkan kepercayaan pelanggan, pemadaman juga menggerus pendapatan usaha. Ia memperkirakan kehilangan sekitar Rp300 ribu setiap hari hanya dari layanan ekspres. Di sisi lain, keterlambatan penyelesaian cucian reguler membuat usaha tersebut harus mengeluarkan biaya tambahan untuk lembur karyawan.

"Dalam sehari biasanya ada sekitar lima pelanggan layanan ekspres dengan nilai sekitar Rp60 ribu per orang. Kalau tidak bisa dikerjakan, kami kehilangan sekitar Rp300 ribu. Belum lagi cucian reguler ikut terlambat sehingga kami harus meminta karyawan lembur dan tentu ada tambahan biaya operasional," ujarnya.

Ia berharap PLN dapat memberikan informasi jadwal pemadaman minimal satu hingga dua hari sebelum pelaksanaan sehingga pelaku usaha memiliki waktu untuk menyesuaikan operasional dan mengatur pesanan pelanggan.

"Kalau memang terpaksa dilakukan pemadaman, paling tidak informasikan H-2 agar kami bisa bersiap dan tidak menerima pesanan yang akhirnya tidak bisa diselesaikan," katanya.

Yanti juga berharap pemadaman tidak dilakukan pada jam-jam produktif karena berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kalau kami terlambat membayar listrik ada sanksi, bahkan bisa diputus. Sementara ketika listrik padam dan membuat kami mengalami kerugian, tidak ada kompensasi. Harapan kami, kalau memang harus dilakukan pemadaman, sebisa mungkin jangan pada jam produktif masyarakat karena dampaknya sangat besar bagi pelaku usaha," ujarnya.

baca juga
Foto ilustrasi suasana kota yang gelap gulita akibat pemadaman listrik. (Foto: Pexels/Matheus Natan)
Foto ilustrasi suasana kota yang gelap gulita akibat pemadaman listrik. (Foto: Pexels/Matheus Natan)

Keluhan serupa mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra. Ia meminta PLN menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman yang terjadi hampir di seluruh wilayah Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir.

"Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Kota Singkawang dihadapkan pada pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah kelurahan. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Menurut Sumberanto, masyarakat berhak mengetahui penyebab gangguan, langkah penanganan yang dilakukan, hingga estimasi pemulihan pasokan listrik. Ia menilai komunikasi yang baik diperlukan agar masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab gangguan.

"Namun ketika terjadi gangguan yang berdampak luas seperti saat ini, komunikasi kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan. Dengan adanya penjelasan yang terbuka, masyarakat tidak perlu berspekulasi mengenai penyebab gangguan sehingga kepercayaan publik terhadap PLN tetap terjaga," ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pada sistem suplai pembangkit yang memasok kebutuhan listrik di Kota Singkawang dan sejumlah wilayah Kabupaten Bengkayang.

"Proses perbaikan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!

Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:10 WIB

Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw

Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:38 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Token Telat Diputus, tapi Listrik Mati Sesuka Hati Tanpa Pengumuman

Token Telat Diputus, tapi Listrik Mati Sesuka Hati Tanpa Pengumuman

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?

PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:34 WIB

Terkini

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×