Soroti Proyek Satelit Rusia di Biak, Pansus Papua DPD RI Mulai Inventarisasi Masalah

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 Juli 2026 | 13:45 WIB
Soroti Proyek Satelit Rusia di Biak, Pansus Papua DPD RI Mulai Inventarisasi Masalah
Ketua Pansus Papua sekaligus Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menjelaskan bahwa pembentukan pansus ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aspirasi dan laporan yang masuk dari berbagai elemen masyarakat di Papua. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • DPD RI resmi membentuk Pansus Papua pada 23 Mei 2024 guna mengevaluasi berbagai persoalan mendalam di Tanah Papua.
  • Pansus beranggotakan 15 senator yang fokus menangani masalah stabilitas keamanan, dugaan pelanggaran HAM, serta proyek strategis nasional.
  • Tim dijadwalkan bekerja selama enam bulan untuk menginventarisasi masalah serta memberikan rekomendasi resmi melalui advokasi lapangan.

Suara.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Papua sebagai langkah nyata untuk mengevaluasi berbagai persoalan mendalam di Tanah Papua.

Pansus ini akan menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari stabilitas keamanan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), hingga pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN).

Ketua Pansus Papua sekaligus Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menjelaskan bahwa pembentukan pansus ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aspirasi dan laporan yang masuk dari berbagai elemen masyarakat di Papua.

"Hari ini saya menyampaikan ke rekan-rekan sekalian bahwa pada tanggal 23 Mei yang lalu, melalui Sidang Paripurna DPD RI telah memutuskan bahwa dibentuk Pansus Papua," ujar Yorrys dalam konferensi pers di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

"Dengan tujuan agar persoalan-persoalan yang mengemuka selama ini dan masukan-masukan dari masyarakat, baik itu masyarakat adat, lembaga-lembaga formal, MRP, tokoh agama, pemuda yang datang melaporkan berbagai macam persoalan-persoalan yang terjadi di Papua kepada DPD," katanya menambahkan.

Pansus ini beranggotakan 15 senator yang berasal dari berbagai komite dan alat kelengkapan DPD RI. Berdasarkan amanat tata tertib, Pansus Papua dijadwalkan bekerja selama enam bulan.

Pada tahap awal, tim akan melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap masalah-masalah yang ada sebelum melahirkan rekomendasi resmi.

"Pansus ini baru mulai kerja nanti. Kita baru menetapkan keanggotaan. Terus kemudian, hari ini kita mulai jadwal untuk pembahasan menentukan, menginventarisir semua persoalan-persoalan yang terjadi di Papua karena ini bukan masalah baru," katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa fokus kerja Pansus akan terbagi ke dalam dua pilar utama, yakni masalah keamanan dan keberlangsungan Proyek Strategis Nasional (PSN).

baca juga

"Ada dua hal yang kita mau fokus di situ. Pertama mengenai masalah keamanan, yang di dalamnya, seperti tadi yang sudah disampaikan, termasuk pelanggaran HAM dan lain sebagainya. Yang kedua adalah PSN. PSN ini masalah yang cukup serius sekarang ini," tuturnya.

Terkait PSN, Yorrys memberikan perhatian khusus pada proyek di Biak, mengingat adanya kerja sama strategis antara Pemerintah Indonesia dan Rusia untuk peluncuran satelit.

"Memang PSN-nya bukan hanya di seluruh Indonesia, tetapi masalah yang paling menjadi perhatian kita adalah masalah PSN di Papua. Dan kedua, PSN di Biak. Biak itu juga menjadi masalah karena pemerintah sudah menyetujui untuk peluncuran satelit di Biak dengan Pemerintah Rusia," jelasnya.

Selain itu, Anggota DPD RI Eka Kristin Yeimo menekankan bahwa Pansus akan memberikan perhatian serius pada rasa aman warga sipil yang terus terusik oleh kekerasan.

"Pansus Papua DPD RI akan memfokuskan diri pada persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang sedang terusik oleh aksi-aksi kekerasan oleh siapapun pihak yang diduga terlibat, baik itu dari aparat TNI-Polri, kelompok bersenjata ataupun masyarakat sipil," tegas Eka.

Ia menambahkan bahwa Pansus berkomitmen untuk menjembatani aspirasi masyarakat adat dan sipil yang merasa hak-haknya terabaikan.

"Pansus Papua DPD RI juga berusaha menjembatani keresahan dan kegelisahan masyarakat Papua atas hak-hak yang dirasa tersalimi dan tidak terakomodasi dengan baik. Sebab kompleksitas persoalan di Papua menunjukkan bahwa apapun peristiwa yang sedang terjadi, tidaklah berdiri sendiri, melainkan akibat dari sejumlah sebab yang tidak direspon dengan baik," katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Pansus Papua berencana mengundang pihak pemerintah untuk memberikan penjelasan serta akan turun langsung melakukan advokasi ke daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Tinggi Empire State Building? Angela Nikolau and Ivan Kuznetsov Nekat Lamaran di Puncaknya

Berapa Tinggi Empire State Building? Angela Nikolau and Ivan Kuznetsov Nekat Lamaran di Puncaknya

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 11:25 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×