GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas dalam acara National Leadership Camp Rumah Kepemimpinan 2026 bertema “Membangun Identitas Kepemimpinan Bangsa Melalui Nilai-Nilai Kebudayaan” di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Tantri Amela Iskandar)

Suara.com - Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, mengingatkan pentingnya penguatan identitas dan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam National Leadership Camp Rumah Kepemimpinan 2026 bertema “Membangun Identitas Kepemimpinan Bangsa Melalui Nilai-Nilai Kebudayaan” di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Sabtu (20/6/2026).

Di hadapan ratusan peserta dari berbagai daerah, GKR Hemas menilai generasi muda Indonesia saat ini hidup dalam era yang penuh perubahan dan ketidakpastian. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), arus informasi global, hingga perubahan geopolitik dunia menghadirkan tantangan yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Menurutnya, persoalan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini bukan hanya terkait ekonomi atau teknologi, tetapi juga menyangkut jati diri bangsa. Kemajuan teknologi telah membuat batas geografis semakin kabur dan memungkinkan generasi muda mengikuti perkembangan dunia secara cepat, namun di balik manfaat tersebut dan terdapat risiko yang perlu diwaspadai.

Karena itu, GKR Hemas menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun kepemimpinan masa depan. Kebudayaan bukan sekadar kesenian atau tradisi, melainkan nilai-nilai yang membentuk karakter individu dan bangsa.

Indonesia sendiri memiliki modal besar berupa keberagaman budaya yang melahirkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, tepa selira, dan semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif dan individualistik.

Karena itu, pembangunan bangsa tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi. Penguatan karakter yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan bangsa harus menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.

GKR Hemas juga menyoroti dampak perkembangan kecerdasan buatan yang semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi dapat membantu manusia mengolah data dan mempercepat pengambilan keputusan, namun tidak dapat menggantikan karakter dan nilai moral.

“Ada satu hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yaitu karakter. Kecerdasan buatan dapat memberikan informasi, tetapi tidak memiliki nurani,” ujarnya.

Lebih lanjut, GKR Hemas menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merawat keberagaman, membangun dialog, dan memperkuat persatuan. Ia juga mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran strategis dalam kehidupan publik karena kepemimpinan ditentukan oleh integritas, kapasitas, dan komitmen untuk melayani, bukan oleh jenis kelamin.

baca juga

Menjelang target Indonesia Emas 2045, GKR Hemas mengingatkan bahwa bonus demografi dan kemajuan ekonomi tidak akan berarti tanpa kualitas karakter yang kuat. Oleh sebab itu, generasi muda diminta menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perkembangan dunia, namun tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dan budaya Indonesia.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah generasi yang mampu menggabungkan kecerdasan dengan integritas, kemampuan dengan kepedulian, keberanian dengan kebijaksanaan, berkarakter, dan cinta pada sejarah bangsanya,” tutur GKR Hemas.

Ia pun mengajak seluruh peserta National Leadership Camp 2026 untuk terus belajar, menjaga kepekaan terhadap persoalan masyarakat, serta menjadikan kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian bagi bangsa dan negara. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buka Mukernas GPdI 2026, Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter

Buka Mukernas GPdI 2026, Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:06 WIB

Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas

Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:58 WIB

Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital

Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 10:00 WIB

Dari MRT hingga Coffee Shop, Photobox Interaktif Kian Jadi Tren Bagi Gen Z di Ruang Publik

Dari MRT hingga Coffee Shop, Photobox Interaktif Kian Jadi Tren Bagi Gen Z di Ruang Publik

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:05 WIB

Krisis 1998 dan Pentingnya Kepemimpinan di Masa Sulit

Krisis 1998 dan Pentingnya Kepemimpinan di Masa Sulit

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Batam | Minggu, 20 September 2026 | 13:03 WIB

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:52 WIB

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat

Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini

0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:40 WIB

OTT Kementerian ATR/BPN, KPK Beberkan 8 Titik Rawan Korupsi Tanah di Jabodetabek

OTT Kementerian ATR/BPN, KPK Beberkan 8 Titik Rawan Korupsi Tanah di Jabodetabek

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:35 WIB

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:24 WIB

Ulasan Sweet Munchies: Cinta Segitiga yang Berawal dari Dapur Restoran

Ulasan Sweet Munchies: Cinta Segitiga yang Berawal dari Dapur Restoran

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:20 WIB

×