Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memiliki peluang yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bersama calon siswa dan orang tua di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

"Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mempertemukan calon siswa dengan siswa Sekolah Rakyat yang telah menjalani pembelajaran selama satu tahun sejak dimulainya Sekolah Rakyat rintisan pada Juli 2025.

Acara open house ini menampilkan tarian tradisional, baris variasi, pencak silat, pidato bahasa Arab, Inggris, dan Jepang serta paduan suara dan puisi. Kemudian, ada juga penampilan mikro drama bertajuk 'Putri Mandalika'(Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)
Acara open house ini menampilkan tarian tradisional, baris variasi, pencak silat, pidato bahasa Arab, Inggris, dan Jepang serta paduan suara dan puisi. Kemudian, ada juga penampilan mikro drama bertajuk 'Putri Mandalika'(Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

"Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan," kata Gus Ipul.

Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga yang berada pada desil 1 dan 2 atau kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah sebagaimana tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Setelah satu tahun menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, Gus Ipul menilai para siswa mulai menunjukkan perubahan, meningkatnya rasa percaya diri hingga keberanian untuk kembali menggantungkan cita-cita yang sebelumnya sempat terkubur oleh keterbatasan hidup.

Salah satu perubahan tersebut terlihat pada Novatul Alratia (14), siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat yang mengaku awalnya merupakan pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri.

Namun setelah satu tahun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, dia berhasil menorehkan prestasi sebagai juara pertama pencak silat tingkat nasional.

baca juga

"Padahal dulu Novatul ini pemalu, pendiam, dan jarang bicara. Sekarang sudah menjadi juara nasional," kata Gus Ipul.

Saat ditanya mengenai cita-citanya, Novatul dengan mantap menjawab ingin menjadi polisi wanita. Ia juga mengaku paling menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

Ibunda Novatul turut menceritakan perubahan putrinya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah perkembangan anak saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang dia lebih disiplin, rajin membantu di rumah, dan lebih percaya diri," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keluarganya sempat mengalami kesulitan ekonomi setelah usaha yang dijalankan terdampak pandemi Covid-19 sehingga membuat Novatul pernah kehilangan rasa percaya diri saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Selain Novatul, Gus Ipul juga berdialog dengan Haikal Abdul Majid (14), siswa SRMP 18 Lombok Barat yang bercita-cita menjadi psikolog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:18 WIB

Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:51 WIB

Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama

Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:55 WIB

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan

Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×