Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 13 Juli 2026 | 17:09 WIB
Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri
Isu mutasi ASN di Kementerian PU usai polemik dokumen perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo.
baca 10 detik
  • Pakar kebijakan publik UGM mengkritik Menteri PU Dody Hanggodo terkait mutasi sepihak ASN ke luar Pulau Jawa.
  • Kebijakan tersebut diduga sebagai tindakan balas dendam pasca kebocoran dokumen perjalanan dinas menteri ke New York.
  • Tindakan mutasi tanpa prosedur objektif ini dinilai melanggar aturan BKN dan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik.

Suara.com - Kebijakan mutasi di lingkungan birokrasi pemerintahan dinilai harus dibersihkan dari sentimen personal maupun motif sanksi terselubung. Proses pemindahan tugas aparat sipil negara (ASN) wajib mengacu pada regulasi administrasi kepegawaian yang berlaku dan mengedepankan objektivitas.

Hal itu ditekankan Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono menyoroti isu yang beredar mengenai langkah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang memutasi sepihak sejumlah ASN ke luar Pulau Jawa. 

Kebijakan drastis tersebut ditengarai publik sebagai bentuk pembalasan pasca-bocornya dokumen Surat Perjalanan Dinas (SPD) ke New York, Amerika Serikat, yang turut membawa serta anak dan istri menteri belum lama ini.

"Mutasi pejabat senior dan berpengalaman di sebuah kementerian perlu dilakukan dengan berpedoman pada regulasi yang ada dan harus jauh dari perasaan balas dendam agar menjadi pejabat yang profesional dalam era tata kelola pemerintahan modern," kata Subarsono saat dihubungi Suara.com, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 5 Tahun 2019 telah mengatur bahwa mutasi ASN tidak dapat dilakukan secara mendadak. 

Proses tersebut harus mempertimbangkan kompetensi, pola karier, pemetaan pegawai, kelompok rencana suksesi atau talent pool, perpindahan dan pengembangan karier, penilaian prestasi hingga kebutuhan organisasi. 

"Oleh karena itu, ketika mutasi terjadi di luar prosedur yang wajar, maka sudah pantas kalau publik membaca bahwa mutasi tersbut berhubungan dengan dengan sebuah fenoma yang baru saja terjadi, yakni kebocoran dokumen perjalanan dinas yang telah mengakibatkan sang menteri mendapat kritikan pedas dari netizen," ungkapnya.

Ia menyayangkan jika kewenangan mutasi justru disalahgunakan sebagai instrumen untuk membungkam kritik publik atau bahkan menghukum pegawai internal. 

Apalagi dokumen seperti SPD yang dibiayai oleh uang negara bukan termasuk dokumen rahasia berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

baca juga

Maka dari itu, kritik publik atas dokumen tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan yang sah dalam pemerintahan yang transparan.

Langkah menteri yang reaktif dalam merespons kebocoran informasi ini dinilai dapat menjadi bumerang. Penggunaan kekuasaan secara arogan untuk mendepak beberapa pejabat diprediksi akan mengikis kepercayaan publik, bahkan berpotensi memicu gelombang protes yang lebih masif.

"Ketika kritik publik dijawab dengan kebijakan arogan berupa penggunaan kekuasaan untuk melakukan mutasi para pejabat, maka jangan disalahkan kalau ini mengakibatkan turunnya kepercayaan publik pada pemerintah," ujarnya.

"Kemudian bisa jadi, suara yang semula bersifat individual di media sosial akan melahirkan gerakan kolektif dalam wujud gelombang protes massa yang besar," imbuhnya.

Pemerintah semestinya merespons kritik dengan memberikan penjelasan yang terbuka mengedepankan transparansi data.

Misalnya saja, menteri yang bersangkutan cukup memberikan pembuktian akuntansi publik yang menyatakan bahwa seluruh biaya akomodasi keluarganya ditanggung dengan dana pribadi.


"Jawaban menteri dapat meningkatkan akuntabilitas pribadi menteri dan mendorong profesionalisme karena menteri mau dikritik publik dan menghindari konflik kepentingan. Pada akhirnya, dapat meningkatkan reputasinya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB

Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran

Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:29 WIB

Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga Keluarga Menteri PU

Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga Keluarga Menteri PU

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:11 WIB

Terkini

4 Produk Biokos Age Renew Martha Tilaar untuk Atasi Flek Hitam dan Kerutan Usia 50 Tahun

4 Produk Biokos Age Renew Martha Tilaar untuk Atasi Flek Hitam dan Kerutan Usia 50 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Gus Ipul Lantik M Hasan Chabibie sebagai Sekjen Kementerian Sosial

Gus Ipul Lantik M Hasan Chabibie sebagai Sekjen Kementerian Sosial

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Wuling Aira ev Tampil Beda di IMX 2026 Berkat Sentuhan Modifikasi dan Seni

Wuling Aira ev Tampil Beda di IMX 2026 Berkat Sentuhan Modifikasi dan Seni

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Buka Rekening di UI Half Marathon 2026, Langsung Dapat Saldo Gratis dari BRI!

Buka Rekening di UI Half Marathon 2026, Langsung Dapat Saldo Gratis dari BRI!

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:07 WIB

DPR Sentil Kepala Daerah di Kalimantan Viral di Singapura Saat Karhutla: Masyarakat Lagi Susah!

DPR Sentil Kepala Daerah di Kalimantan Viral di Singapura Saat Karhutla: Masyarakat Lagi Susah!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Soal Emas 74 Kilogram di Rumah Sentul, Don Ritto Klaim Berasal dari Donasi

Soal Emas 74 Kilogram di Rumah Sentul, Don Ritto Klaim Berasal dari Donasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Ibarat Skandal Watergate, Denny Indrayana Sebut Gibran Jogate Tak Kalah Memalukan

Ibarat Skandal Watergate, Denny Indrayana Sebut Gibran Jogate Tak Kalah Memalukan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Kabut Asap Indonesia Bikin Ekonomi Malaysia Tergerus, Kerugian Tembus Rp5,8 Triliun per Bulan

Kabut Asap Indonesia Bikin Ekonomi Malaysia Tergerus, Kerugian Tembus Rp5,8 Triliun per Bulan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?

Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Nasabah BRI Dapat Diskon 7% di Agoda, Klaim di Sini

Nasabah BRI Dapat Diskon 7% di Agoda, Klaim di Sini

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×